Select Page

#IsiDenganKarya

Event Seru Saat Ini

Lomba Video Kreatif  [Closed]

Sobat Cegah hobi buat video atau punya ide kreatif untuk video ?
Jangan disimpen aja ? Yuk ikutan lomba ini

“Ini Cerita Tentang Aku”

REAN (Rumah Edukasi Anti Narkoba) mengajak generasi milenial dan generasi Z dalam berkarya yang bersih dari Narkotika. REAN.ID merupakan media informasi, edukasi dan sumber informasi dan edukasi yang dikemas dalam bentuk muda inovasi dengan tujuan sebagai jejaring belajar, berbagi cerita dan inspirasi dalam mengekspresikan karya, menggali potensi dan membangun kepercayaan diri guna memperkuat citra remaja yang gemar mencoba hal baru, Yang mana Informasi dan edukasi ini difokuskan dalam pembuatan konten yang berliterasi di bidang pencegahan narkoba.

New Releases

PERAN KELUARGA DALAM PENANGGULANGAN PECANDU NARKOBA (ANALISIS BUKU NAK, DENGARKAN IBU KARYA SRI HAYUNI)

 

Nak, Dengarkan Ibu merupakan sebuah buku yang menceritakan pengalaman seorang ibu yang anaknya menjadi pecandu narkoba. Sejak awal mengetahui anaknya terjerumus ke dalam pengaruh buruk narkoba, ia berusaha untuk menerima dan menjalaninya dengan sabar dan optimis demi agar anaknya bisa kembali pulih. Meski luka, sedih, dan kecewa ia rasakan namun beliau berkeyakinan bahwa keterpulihan sang buah hati dari adiksi narkoba berkaitan erat dengan peran orang tua yang selalu hadir mencari jalan, mendampingi dan mendoakan.

Permasalahan yang terangkum di dalam buku Nak, Dengarkan Ibu karya Sri Hayuni adalah tentang goresan hati ibu seorang pecandu narkoba. Seorang anak yang masuk ke dalam pengaruh buruk narkoba hingga menjadi pecandu narkoba akan turut membawa orang tua atau keluarganya pada putaran permasalahan tersebut. Bagaimana tidak, ketika diketahui seorang anak terperangkap dalam jeratan narkoba, keluarga khususnya orang tua akan merasa sedih dan kecewa. Ketika diketahui anaknya telah menjadi pecandu, keluarga akan berjuang lama, banyak dan panjang untuk mendampingi dan mencari jalan keluar demi anaknya bisa terlepas dari adiksi. Ketika runtutan permasalahan yang dialami oleh pecandu semakin hari semakin bertambah maka peran keluarga sudah jelas sangat dibutuhkan.

Menganalisis setiap catatan yang terdapat dalam Buku Nak, Dengarkan Ibu mulai dari kesaksian ibu seorang pecandu narkoba, penjelasan mengenai adiksi sebagai penyakit di dalam keluarga, upaya untuk bangkit menyelamatkan pecandu hingga harapan orang tua terhadap anaknya yang menjadi korban adiksi terdapat satu kekuatan utama dan terbesar dalam menghadapi anggota keluarga yang terpapar narkoba adalah menerima dan melawan. Menerima dalam artian adalah kita menerima kenyataan bahwa narkoba memang telah masuk ke dalam keluarga kita. Berlari dari masalah tanpa adanya usaha untuk menghadapinya adalah suatu jalan yang tidak tepat. Melawan, keluarga tidak boleh kalah dengan narkoba. Narkoba harus dilawan dengan segala upaya yang kita bisa. Melawan dengan berbagai cara seperti mengetahui dan memahami apa itu narkoba dan dampak buruknya karena bagaimana mungkin seseorang dapat melawan suatu hal tanpa mengetahui apa dan siapa yang ia lawan. Melawan dengan tetap berdiri tegak tidak goyah untuk selalu berusaha dan berdoa dan berkomitmen “Kita tidak boleh kalah dengan narkoba sebelum kita melawannya.” Dan ketika seorang anak menjadi pecandu narkoba maka keluargalah yang paling utama untuk menginternalisasikan nilai-nilai atau fungsi keluarga dalam penerimaan dan perlawanan terhadap adiksi yang menimpa.

Solusi dalam penanggulangan anggota keluarga yang terpapar narkoba akan selalu ada. Karena setiap permasalahan tentu ada solusinya. Untuk memperoleh solusi tersebut tentunya harus disertai dengan cara dan upaya. Adalah suatu upaya yang seharusnya kita lakukan bahwa mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Namun, jika permasalahan narkoba dimana ada anggota keluarga yang terpapar narkoba atau telah menjadi pecandu narkoba maka mengetahui akar penyebabnya menjadi hal yang harus diperhatikan. Siapa yang harus mengetahui? Tentu keluarga, orang terdekat dengan anak yang menjadi korban narkoba tersebut. Siapa yang harus melangkah di awal dalam penanggulangan pecandu narkoba? Kembali lagi kepada keluarga, sebagai orang terdekat yang memiliki ikatan darah dan tali cinta terkuat, terutama orangtua. Berdasarkan hasil analisis yang saya lakukan terhadap buku Nak, Dengarkan Ibu, ada satu hal yang saya garis bawahi dalam penanggulangan pecandu narkoba di lingkaran keluarga yaitu penerapan CINTA TEGAS.

Penerapan cinta tegas oleh keluarga adalah melalui penerapan kolaborasi dan hubungan yang seiring sejalan antara Ibu dan Ayah dan anggota keluarga yang lain dalam mengupayakan terlepasnya si pecandu dari adiksi narkoba. Satu hal juga yang harus diketahui oleh orang tua atau keluarga adalah tentang pemahaman adiksi narkoba. Orang tua atau keluarga yang hanya sekedar berkutat pada bagaimana anaknya mendapat pemulihan di tempat rehabilitasi semata tanpa dirinya terlibat tentang apa itu adiksi dan bagaimana menghadapi pecandu maka keterpulihan anak dari adiksi narkoba tidak akan berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya, tempat rehabilitasi pecandu narkoba hanya sebuah jembatan untuk mengobati dan mengembalikan fungsi sosial pecandu narkoba, dan setelah pulang dari tempat rehabiltasi keberlanjutan pemulihan yang sebenarnya adalah di dalam rumah yautu melalui penguatan peran keluarga.  Dengan demikian, ketika seorang anak menjadi pecandu narkoba maka orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam penanggulangannya. Ini dilakukan agar cita-cita war on drugs dalam penanggulangan pecandu narkoba dapat tercapai, yaitu bukan semata tentang berorasi menyampaikan apa itu adiksi dan apa itu pecandu melainkan tentang bagaimana masyarakat mau dan semangat dalam memahami adiksi narkoba dan mampu melihat sosok pecandu narkoba dengan kacamata bijaksana tanpa penghakiman dan pendiskriminasian.

Mengenal Norma Kesopanan dan Normal Lainnya Dalam Masyarakat

Norma secara hakikat adalah kaidah atau petunjuk hidup yang memengaruhi tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat. Salah satu jenis norma yaitu norma kesopanan.

Norma Kesopanan adalah jenis norma yang ada di lingkungan masyarakat yang asalnya dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat. Secara hakikat norma kesopanan adalah aturan hidup bermasyarakat tentang tingkah laku yang baik dan tidak baik, patut dan tidak patut dilakukan.

Norma kesopanan biasanya berlaku dalam suatu lingkungan masyarakat atau komunitas tertentu.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai norma kesopanan, ada baiknya memahami lebih dahulu mengenai norma. Norma yaitu aturan atau ketentuan yang mengatur kehidupan warga masyarakat. Norma juga dijadikan sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku.

Norma berlaku dalam lingkungan masyarakat dengan aturan tidak tertulis. Masyarakat secara sadar mematuhi norma tersebut. Karena norma merupakan aturan tak tertulis banyak orang yang belum menaati norma dan aturan, contohnya seperti melanggar lalu lintas, tidak berpamitan kepada orang tua, dan melanggar aturan agama.

Melansir dari laman Direktorat SMP Kemendikbud, berikut adalah tujuan dan macam-macam norma di masyarakat.

Tujuan Norma

Norma bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Norma juga dibuat agar jika terjadi perbedaan kepentingan setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat tidak menimbulkan terjadinya perselisihan, konflik, maupun perpecahan dalam masyarakat.

Macam-macam Norma di Masyarakat

Di dalam masyarakat terdapat empat jenis norma yang berlaku. Berikut adalah penjelasannya:

1. Norma Agama

Norma agama adalah sekumpulan peraturan hidup manusia yang ajarannya berasal dari wahyu Tuhan, kemudian disampaikan kepada umat manusia melalui rasul. Contoh norma agama adalah tidak membunuh, tidak melakukan kekerasan terhadap sesama, dan membantu orang yang membutuhkan.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang bersumber dari suara hati nurani manusia. Peraturan hidup ini berisikan bisikan kalbu dan suara hati nurani manusia. Contoh norma kesusilaan adalah jujur dalam berkata, berbicara baik, dan mengenakan pakaian yang sesuai dengan tempat dan situasi.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah norma yang berkaitan dengan pergaulan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Norma Kesopanan ialah jenis norma yang ada di lingkungan masyarakat yang asalnya dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat.

Contohnya seperti berpamitan dengan orang tua sebelum pergi, menghargai orang yang lebih tua, dan santun dalam bertutur kata.

4. Norma Hukum

Norma hukum adalah norma yang berisikan peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Norma hukum dibuat oleh badan-badan resmi negara memiliki sifat memaksa sehingga perintah dan larangan dalam norma hukum harus ditaati oleh masyarakat.

Jika dilanggar, sanksinya cukup tegas. Contoh norma hukum ialah menaati rambu lalu lintas, taat membayar pajak, dan tidak berbuat tindakan kriminal.

Jadi norma kesopanan ialah jenis norma yang ada di lingkungan masyarakat yang asalnya dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat.

Isi Kemerdekaan Dengan War On Drugs

“Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu,
Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu”

Kata-kata tersebut diucapkan oleh mantan presiden amerika serikat ke 35 John  Fitzgerald Kennedy. Kalimat tersebut bisa diartikan sebagai kewajiban setiap warga negara agar memiliki kontribusi dalam membangun bangsa yang kita cintai.

Saat ini kita sedang memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 76. Usia yang sudah sangat matang bagi sebuah bangsa yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 275 juta orang dan memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampe merauke dengan aneka kekayaan budaya dan etnis.

Bagaimana mengisi kemerdekaan indonesia?

Berdasarkan Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa tujuan pembentukan negara Indonesia yaitu (I) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2) memajukan kesejahteraan umum; (3) mencerdaskan kehidupan bangsa; dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pasca kemerdekaan, Indonesia memiliki banyak permasalahan yang membutuhkan partisipasi masyarakat untuk diselesaikan. Dari sekian banyak permasalahan tersebut, penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu masalah krusial yang hadapi bangsa indonesia dalam rangka menggenapi cita-cita kemerdekaan. Tujuan pembentukan Indonesia diatas memiliki kaitan erat dengan masalah penyalahgunaan narkoba.

Persoalan penyalahgunaan narkoba menjadi menjadi permasalahan tersendiri bagi bangsa ini karena jumlah penyalahguna narkoba cukup tinggi dan melibatkan generasi muda. upaya pencegahan, rehabilitasi dan pemberatasan terus dilakukan oleh BNN dan Kepolisian, namun seolah tak ada abisnya narkoba tetap tumbuh subur.

Dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkoba maka akan semakin banyak masyarakat khusus generasi muda yang terancam masa depannya, selain itu narkoba juga berdampak pada menurunnya sumber daya manusia narkoba menyerang syaraf otak yang menjadi kunci pembangunan sumber daya manusia. Penyalahgunan narkoba juga berkontribus besar terhadap peningkatan tindakan kriminal.

Oleh karena itu setiap warga negara wajib untuk berperan aktif guna mencapai tujuan pembentukan negara sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Pada momentum peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 76 Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk perang melawan narkoba (War On Drugs). Perang dalam hal ini BNN bukan mengajak masyarakat untuk angkat senjata atau main hakim sendiri, akan tetapi dengan Berani Menolak penyalahgunaan narkoba, Berani Rehab dan membantu korban penyalahguna narkoba untuk ikut rehabilitasi gratis serta Berani Melaporkan peredaran gelap narkoba yang terjadi dilingkungan sekitar.

Tiga hal tersebut (Berani Tolak, Berani Rehab dan Berani Lapor) adalah bentuk kongkrit dari pengisi kemerdekaan. Itulah konsep yang perlu kita suarakan terus menerus kepada seluruh warga negara Indonesia sehingga menjadi gerakan massal. Dengan demikian kita akan mencapai Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Untuk mendukung hal tersebut, BNN telah menyiapan portal pelaporan di https://boss.bnn.go.id/. Boss merupakan singkatan dari BNN One Stop Service yang khusus disiapkan untuk melayani masyarakat dan juga sebagai pusat pelaporan yang aman dan nyaman.

Melalui portal tersebut  masyarakat bisa  mendaftar untuk mendapat layanan rehabilitasi gratis, permohonan pengujian tes urine, permohonan surat keterangan hasil pemeriksaan narkoba, pengaduan, informasi edukasi, konsultasi hukum, dan pengujian laboratorium.

Karena telah menyerang segala lapisan masyarakat, strata sosial dan pendidikan bahkan segala profesi dan juga rentang usia, maka mau tidak mau, suka tidak suka, seluruh elemen bangsa harus bergerak dan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Aksi nyata tidak boleh ditunda-tunda!!!.

Bersih Covid, Bersih Narkoba

Berdasarkan Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Rabu 18 Agustus 2021 yang tersebar di 34 Provinsi Indonesia jumlah pasien positif covid-19 mengalami penambahan sebanyak 15.768 kasus baru dan penurunan 15.154 kasus aktif. Membuat akumulasi total kasus baru di Indonesia menjadi 3.908.247 dan total kasus aktif saat ini sebanyak 343.203.

Tidak ada cara lain untuk melawan virus yang belum ada obatnya ini selain mengikuti vaksinasi. Vaksin dipercaya adalah cara paling ampuh untuk melindungi diri dari virus tersebut.

Selain itu vaksin jelas menjadi harapan paling baik untuk menekan angka penularan virus corona yang semakin tak terkendali. Inilah mengapa vaksin corona menjadi vaksin wajib untuk setiap lapisan masyarakat.

Sobat, meskipun sudah divaksin, sobat tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, kekebalan yang didapat dari vaksin baru optimal setidaknya satu bulan setelah sobat mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua.

Jadi, sobat tetap perlu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar vaksin COVID-19. Kalau sudah waktunya vaksin, segera daftarkan diri.

Sementara itu sobat juga perlu Bersih Narkoba, pasalnya narkoba sangat berbahaya bukan hanya pada perilaku dan kondisi psikis penggunanya. Narkoba juga bisa membahayakan kesehatan tubuh secara umum, bahkan bisa menimbulkan gangguan yang sifatnya permanen pada beragam organ tubuh. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini pengguna narkoba juga rentan terinfeksi virus corona karena memiliki imun tubuh yang lemah.

Cara paling tepat agar terhindar dari bahaya narkoba adalah dengan tidak mengonsumsinya sama sekali.

Namun, jika Anda atau kerabat Anda sudah terlanjur mengonsumsi narkoba, terlebih jika sudah menjadi pecandu, penanganan dalam bentuk rehabilitasi sangatlah diperlukan.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional sudah menyediakan layanan rehabilitasi bagi para pecandu narkoba secara gratis. Dan sobat tidak perlu ribet untuk mendapatkan layanan rehabilitasi di BNN. Sobat tinggal melaporkan diri melalui portal https://boss.bnn.go.id/

Identitas pelapor akan dijaga oleh BNN sebagai bentuk perlidungan terhadap korban penyalahguna narkoba.

Semoga pandemi ini cepat berlalu dan tentu sobat semua bersih dari penyalahgunaan natkoba.. Salam sehat tanpa narkoba..

Pengertian War On Drugs yang Perlu Sobat Ketahui

Secara bahasa, War on Drugs bermakna perang melawan narkoba. Tagline tersebut digaungkan pertama kali oleh Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon pada tahun 1971. Dia mencanangkan program tersebut sebagai bagian dari kampanye global untuk melarang narkoba dan perdagangan narkoba illegal di Amerika Serikat.

Hal yang sama juga terjadi di Portugal. Dilatarbelakangi oleh krisis narkoba yang terjadi dinegara tersebut pada dekade 1980-an di mana orang menyuntik heroin mudah ditemui di pinggir jalan, peningkatan kejahatan dan overdosis, bahkan infeksi HIV mencapai angka tertinggi di Uni Eropa. Oleh karena itu portugal menggaungkan war on drugs yang menekankan pada aspek pencegahan dan rehabilitasi.

Dekriminalisasi pengguna narkoba terbukti mampu pengurangan jumlah overdosis dan pelajar yang menggunakan narkoba, serta pencegahan HIV AIDS menjadi target utama kebijakan War on Drugs mereka. Masalah narkoba ditegaskan sebagai masalah kesehatan masyarakat, bukan perkara kejahatan.

Selama hampir dua dekade terakhir, Portugal berhasil mengurangi pengguna heroin sejumlah dua pertiga dari seluruh penggunanya. Selain itu, angka kematian akibat narkoba menurun drastis.

Bagaimana dengan di Indonesia? Kita patut bersyukur ketika Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose di berbagai kesempatan menunjukkan bahwa War on Drugs sejatinya mengedepankan keseimbangan semua aspek, baik pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan, maupun pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Untuk itu, Kepala BNN RI menegaskan setting desa sebagai fokus utama War on Drugs melalui program Desa bersinar. Desa Bersinar adalah salah satu program yang diharapkan mampu menurunkan angka penyalahgunaan narkoba menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Pada program desa bersinar mencakup banyak aspek seperti adanya Relawan dan penggiat anti narkoba, agen pemulihan dan mengawasan ketat terhadap perdaran gelap narkoba.

Dasar pemikiran dari program ini adalah membentengi masyarakat dalam lingkup terkecil yakni desa agar memiliki ketahanan terhadap bahaya narkoba. Apabila Desa bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba maka Indonesia juga akan Bersih Narkoba.

BNN saat ini dibawa komando mantan Kapolda Bali ini juga memprioritaskan aspek pencegahan dengan meningkatkan aspek ketahanan diri masyarakat dan remaja melalui program meningkatan Soft Skill dan Teman Sebaya yang dilaksanakan oleh jajaranan BNN ditingkat Provinsi dan BNN Kabupaten dan Kota. Diharapkan melalui kegiatan tersebut masyarakat terutama generasi muda memiliki sikap yang tegas untuk menolak penyalahgunaan narkoba. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat tak luput dari perhatian BNN. Orang tua dibekali dengan keterampilan mengenali potensi anak agar menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkoba.

War On Drugs yang digaungkan oleh BNN bukan mengajak masyarakat untuk angkat senjata dan main hakim sendiri dalam menyikapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, melainkan mengajak masyarakat untuk membetengi dirinya dan keluarga serta membantu aparat penegak hukum dalam menindak penjahat narkoba.

YUK, UPGRADE DIRIMU!

Sobat cegah, salah satu kunci sukses berkarier adalah jangan pernah membiarkan diri diam ditempat. Kita harus punya motivasi dan keyakinan untuk maju. Namun, tak cuma motivasi kita juga harus punya skill untuk memadai. Ini tak hanya didiamkan begitu saja, kita harus mengatur dan meningkatkan kemampuan diri sendiri secara efektif. Upgrade kemampuan atau skill akan membuka kesempatan lebih besar untuk meraih posisi puncak, juga akan menjaga kita terdepak akibat persaingan di kantor.

Intinya, jangan cepat puas dan carilah cara untuk meningkatkan kualitas profesionalisme. Tak ada yang akan menikmati hasilnya selain diri sendiri, kok sobat cegah. Nah, berikut adalah beberapa trik untuk upgrade skill dilansir dari etraining.id:

1. Nilailah diri sendiri

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus obyektif dan realistis. Jika kita merasa kinerja kita belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambillah kertas, kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang kita hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri sendiri, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut.

2. Terus belajar

Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana kita memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus. Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan profesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang diikuti, dan seterusnya. Dengan demikian, kita akan mampu menjalankan semua tugas kita dengan baik, saat ini dan di masa datang.

3. Be responsible

Meskipun berada dalam naungan sebuah perusahaan, kita yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa kita mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional diri. Jangan lewatkan kesempatan dalam memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional. Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya.

4. Jangan lupakan teknologi

Sobat cegah, istilah ‘segalanya ada dalam genggaman’ adalah sebuah kunci upgrade diri di era digitalisasi ini. Ada banyak sekali situs atau jaringan sosial yang bisa kita buka dan membantu meningkatkan skill diri. Cara paling mudah adalah mencarinya di Google. Kita juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas di Facebook atau Twitter. Yuk sobat cegah, mulailah membuka diri!

5. Ciptakan jaringan

Sisihkan dulu urusan kantor. Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan menciptakan jaringan di luar kantor. Kita bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun bisa meningkatkan kualitas kinerja kita. Contohnya, jika kita seorang akuntan, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas bursa. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang kita peroleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karier di kemudian hari.

Jadi, sobat cegah .. yuuuk mulai upgrade diri demi kualitas hidup yang lebih baik!

 Desain

LIHAT SEMUA >

 Artikel

LIHAT SEMUA >

PERAN KELUARGA DALAM PENANGGULANGAN PECANDU NARKOBA (ANALISIS BUKU NAK, DENGARKAN IBU KARYA SRI HAYUNI)

 

Nak, Dengarkan Ibu merupakan sebuah buku yang menceritakan pengalaman seorang ibu yang anaknya menjadi pecandu narkoba. Sejak awal mengetahui anaknya terjerumus ke dalam pengaruh buruk narkoba, ia berusaha untuk menerima dan menjalaninya dengan sabar dan optimis demi agar anaknya bisa kembali pulih. Meski luka, sedih, dan kecewa ia rasakan namun beliau berkeyakinan bahwa keterpulihan sang buah hati dari adiksi narkoba berkaitan erat dengan peran orang tua yang selalu hadir mencari jalan, mendampingi dan mendoakan.

Permasalahan yang terangkum di dalam buku Nak, Dengarkan Ibu karya Sri Hayuni adalah tentang goresan hati ibu seorang pecandu narkoba. Seorang anak yang masuk ke dalam pengaruh buruk narkoba hingga menjadi pecandu narkoba akan turut membawa orang tua atau keluarganya pada putaran permasalahan tersebut. Bagaimana tidak, ketika diketahui seorang anak terperangkap dalam jeratan narkoba, keluarga khususnya orang tua akan merasa sedih dan kecewa. Ketika diketahui anaknya telah menjadi pecandu, keluarga akan berjuang lama, banyak dan panjang untuk mendampingi dan mencari jalan keluar demi anaknya bisa terlepas dari adiksi. Ketika runtutan permasalahan yang dialami oleh pecandu semakin hari semakin bertambah maka peran keluarga sudah jelas sangat dibutuhkan.

Menganalisis setiap catatan yang terdapat dalam Buku Nak, Dengarkan Ibu mulai dari kesaksian ibu seorang pecandu narkoba, penjelasan mengenai adiksi sebagai penyakit di dalam keluarga, upaya untuk bangkit menyelamatkan pecandu hingga harapan orang tua terhadap anaknya yang menjadi korban adiksi terdapat satu kekuatan utama dan terbesar dalam menghadapi anggota keluarga yang terpapar narkoba adalah menerima dan melawan. Menerima dalam artian adalah kita menerima kenyataan bahwa narkoba memang telah masuk ke dalam keluarga kita. Berlari dari masalah tanpa adanya usaha untuk menghadapinya adalah suatu jalan yang tidak tepat. Melawan, keluarga tidak boleh kalah dengan narkoba. Narkoba harus dilawan dengan segala upaya yang kita bisa. Melawan dengan berbagai cara seperti mengetahui dan memahami apa itu narkoba dan dampak buruknya karena bagaimana mungkin seseorang dapat melawan suatu hal tanpa mengetahui apa dan siapa yang ia lawan. Melawan dengan tetap berdiri tegak tidak goyah untuk selalu berusaha dan berdoa dan berkomitmen “Kita tidak boleh kalah dengan narkoba sebelum kita melawannya.” Dan ketika seorang anak menjadi pecandu narkoba maka keluargalah yang paling utama untuk menginternalisasikan nilai-nilai atau fungsi keluarga dalam penerimaan dan perlawanan terhadap adiksi yang menimpa.

Solusi dalam penanggulangan anggota keluarga yang terpapar narkoba akan selalu ada. Karena setiap permasalahan tentu ada solusinya. Untuk memperoleh solusi tersebut tentunya harus disertai dengan cara dan upaya. Adalah suatu upaya yang seharusnya kita lakukan bahwa mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Namun, jika permasalahan narkoba dimana ada anggota keluarga yang terpapar narkoba atau telah menjadi pecandu narkoba maka mengetahui akar penyebabnya menjadi hal yang harus diperhatikan. Siapa yang harus mengetahui? Tentu keluarga, orang terdekat dengan anak yang menjadi korban narkoba tersebut. Siapa yang harus melangkah di awal dalam penanggulangan pecandu narkoba? Kembali lagi kepada keluarga, sebagai orang terdekat yang memiliki ikatan darah dan tali cinta terkuat, terutama orangtua. Berdasarkan hasil analisis yang saya lakukan terhadap buku Nak, Dengarkan Ibu, ada satu hal yang saya garis bawahi dalam penanggulangan pecandu narkoba di lingkaran keluarga yaitu penerapan CINTA TEGAS.

Penerapan cinta tegas oleh keluarga adalah melalui penerapan kolaborasi dan hubungan yang seiring sejalan antara Ibu dan Ayah dan anggota keluarga yang lain dalam mengupayakan terlepasnya si pecandu dari adiksi narkoba. Satu hal juga yang harus diketahui oleh orang tua atau keluarga adalah tentang pemahaman adiksi narkoba. Orang tua atau keluarga yang hanya sekedar berkutat pada bagaimana anaknya mendapat pemulihan di tempat rehabilitasi semata tanpa dirinya terlibat tentang apa itu adiksi dan bagaimana menghadapi pecandu maka keterpulihan anak dari adiksi narkoba tidak akan berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya, tempat rehabilitasi pecandu narkoba hanya sebuah jembatan untuk mengobati dan mengembalikan fungsi sosial pecandu narkoba, dan setelah pulang dari tempat rehabiltasi keberlanjutan pemulihan yang sebenarnya adalah di dalam rumah yautu melalui penguatan peran keluarga.  Dengan demikian, ketika seorang anak menjadi pecandu narkoba maka orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam penanggulangannya. Ini dilakukan agar cita-cita war on drugs dalam penanggulangan pecandu narkoba dapat tercapai, yaitu bukan semata tentang berorasi menyampaikan apa itu adiksi dan apa itu pecandu melainkan tentang bagaimana masyarakat mau dan semangat dalam memahami adiksi narkoba dan mampu melihat sosok pecandu narkoba dengan kacamata bijaksana tanpa penghakiman dan pendiskriminasian.

Mengenal Norma Kesopanan dan Normal Lainnya Dalam Masyarakat

Norma secara hakikat adalah kaidah atau petunjuk hidup yang memengaruhi tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat. Salah satu jenis norma yaitu norma kesopanan.

Norma Kesopanan adalah jenis norma yang ada di lingkungan masyarakat yang asalnya dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat. Secara hakikat norma kesopanan adalah aturan hidup bermasyarakat tentang tingkah laku yang baik dan tidak baik, patut dan tidak patut dilakukan.

Norma kesopanan biasanya berlaku dalam suatu lingkungan masyarakat atau komunitas tertentu.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai norma kesopanan, ada baiknya memahami lebih dahulu mengenai norma. Norma yaitu aturan atau ketentuan yang mengatur kehidupan warga masyarakat. Norma juga dijadikan sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku.

Norma berlaku dalam lingkungan masyarakat dengan aturan tidak tertulis. Masyarakat secara sadar mematuhi norma tersebut. Karena norma merupakan aturan tak tertulis banyak orang yang belum menaati norma dan aturan, contohnya seperti melanggar lalu lintas, tidak berpamitan kepada orang tua, dan melanggar aturan agama.

Melansir dari laman Direktorat SMP Kemendikbud, berikut adalah tujuan dan macam-macam norma di masyarakat.

Tujuan Norma

Norma bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Norma juga dibuat agar jika terjadi perbedaan kepentingan setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat tidak menimbulkan terjadinya perselisihan, konflik, maupun perpecahan dalam masyarakat.

Macam-macam Norma di Masyarakat

Di dalam masyarakat terdapat empat jenis norma yang berlaku. Berikut adalah penjelasannya:

1. Norma Agama

Norma agama adalah sekumpulan peraturan hidup manusia yang ajarannya berasal dari wahyu Tuhan, kemudian disampaikan kepada umat manusia melalui rasul. Contoh norma agama adalah tidak membunuh, tidak melakukan kekerasan terhadap sesama, dan membantu orang yang membutuhkan.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang bersumber dari suara hati nurani manusia. Peraturan hidup ini berisikan bisikan kalbu dan suara hati nurani manusia. Contoh norma kesusilaan adalah jujur dalam berkata, berbicara baik, dan mengenakan pakaian yang sesuai dengan tempat dan situasi.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah norma yang berkaitan dengan pergaulan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Norma Kesopanan ialah jenis norma yang ada di lingkungan masyarakat yang asalnya dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat.

Contohnya seperti berpamitan dengan orang tua sebelum pergi, menghargai orang yang lebih tua, dan santun dalam bertutur kata.

4. Norma Hukum

Norma hukum adalah norma yang berisikan peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Norma hukum dibuat oleh badan-badan resmi negara memiliki sifat memaksa sehingga perintah dan larangan dalam norma hukum harus ditaati oleh masyarakat.

Jika dilanggar, sanksinya cukup tegas. Contoh norma hukum ialah menaati rambu lalu lintas, taat membayar pajak, dan tidak berbuat tindakan kriminal.

Jadi norma kesopanan ialah jenis norma yang ada di lingkungan masyarakat yang asalnya dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat.

Isi Kemerdekaan Dengan War On Drugs

“Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu,
Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu”

Kata-kata tersebut diucapkan oleh mantan presiden amerika serikat ke 35 John  Fitzgerald Kennedy. Kalimat tersebut bisa diartikan sebagai kewajiban setiap warga negara agar memiliki kontribusi dalam membangun bangsa yang kita cintai.

Saat ini kita sedang memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 76. Usia yang sudah sangat matang bagi sebuah bangsa yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 275 juta orang dan memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampe merauke dengan aneka kekayaan budaya dan etnis.

Bagaimana mengisi kemerdekaan indonesia?

Berdasarkan Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa tujuan pembentukan negara Indonesia yaitu (I) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2) memajukan kesejahteraan umum; (3) mencerdaskan kehidupan bangsa; dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pasca kemerdekaan, Indonesia memiliki banyak permasalahan yang membutuhkan partisipasi masyarakat untuk diselesaikan. Dari sekian banyak permasalahan tersebut, penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu masalah krusial yang hadapi bangsa indonesia dalam rangka menggenapi cita-cita kemerdekaan. Tujuan pembentukan Indonesia diatas memiliki kaitan erat dengan masalah penyalahgunaan narkoba.

Persoalan penyalahgunaan narkoba menjadi menjadi permasalahan tersendiri bagi bangsa ini karena jumlah penyalahguna narkoba cukup tinggi dan melibatkan generasi muda. upaya pencegahan, rehabilitasi dan pemberatasan terus dilakukan oleh BNN dan Kepolisian, namun seolah tak ada abisnya narkoba tetap tumbuh subur.

Dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkoba maka akan semakin banyak masyarakat khusus generasi muda yang terancam masa depannya, selain itu narkoba juga berdampak pada menurunnya sumber daya manusia narkoba menyerang syaraf otak yang menjadi kunci pembangunan sumber daya manusia. Penyalahgunan narkoba juga berkontribus besar terhadap peningkatan tindakan kriminal.

Oleh karena itu setiap warga negara wajib untuk berperan aktif guna mencapai tujuan pembentukan negara sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Pada momentum peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 76 Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk perang melawan narkoba (War On Drugs). Perang dalam hal ini BNN bukan mengajak masyarakat untuk angkat senjata atau main hakim sendiri, akan tetapi dengan Berani Menolak penyalahgunaan narkoba, Berani Rehab dan membantu korban penyalahguna narkoba untuk ikut rehabilitasi gratis serta Berani Melaporkan peredaran gelap narkoba yang terjadi dilingkungan sekitar.

Tiga hal tersebut (Berani Tolak, Berani Rehab dan Berani Lapor) adalah bentuk kongkrit dari pengisi kemerdekaan. Itulah konsep yang perlu kita suarakan terus menerus kepada seluruh warga negara Indonesia sehingga menjadi gerakan massal. Dengan demikian kita akan mencapai Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Untuk mendukung hal tersebut, BNN telah menyiapan portal pelaporan di https://boss.bnn.go.id/. Boss merupakan singkatan dari BNN One Stop Service yang khusus disiapkan untuk melayani masyarakat dan juga sebagai pusat pelaporan yang aman dan nyaman.

Melalui portal tersebut  masyarakat bisa  mendaftar untuk mendapat layanan rehabilitasi gratis, permohonan pengujian tes urine, permohonan surat keterangan hasil pemeriksaan narkoba, pengaduan, informasi edukasi, konsultasi hukum, dan pengujian laboratorium.

Karena telah menyerang segala lapisan masyarakat, strata sosial dan pendidikan bahkan segala profesi dan juga rentang usia, maka mau tidak mau, suka tidak suka, seluruh elemen bangsa harus bergerak dan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Aksi nyata tidak boleh ditunda-tunda!!!.

Bersih Covid, Bersih Narkoba

Berdasarkan Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Rabu 18 Agustus 2021 yang tersebar di 34 Provinsi Indonesia jumlah pasien positif covid-19 mengalami penambahan sebanyak 15.768 kasus baru dan penurunan 15.154 kasus aktif. Membuat akumulasi total kasus baru di Indonesia menjadi 3.908.247 dan total kasus aktif saat ini sebanyak 343.203.

Tidak ada cara lain untuk melawan virus yang belum ada obatnya ini selain mengikuti vaksinasi. Vaksin dipercaya adalah cara paling ampuh untuk melindungi diri dari virus tersebut.

Selain itu vaksin jelas menjadi harapan paling baik untuk menekan angka penularan virus corona yang semakin tak terkendali. Inilah mengapa vaksin corona menjadi vaksin wajib untuk setiap lapisan masyarakat.

Sobat, meskipun sudah divaksin, sobat tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, kekebalan yang didapat dari vaksin baru optimal setidaknya satu bulan setelah sobat mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua.

Jadi, sobat tetap perlu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar vaksin COVID-19. Kalau sudah waktunya vaksin, segera daftarkan diri.

Sementara itu sobat juga perlu Bersih Narkoba, pasalnya narkoba sangat berbahaya bukan hanya pada perilaku dan kondisi psikis penggunanya. Narkoba juga bisa membahayakan kesehatan tubuh secara umum, bahkan bisa menimbulkan gangguan yang sifatnya permanen pada beragam organ tubuh. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini pengguna narkoba juga rentan terinfeksi virus corona karena memiliki imun tubuh yang lemah.

Cara paling tepat agar terhindar dari bahaya narkoba adalah dengan tidak mengonsumsinya sama sekali.

Namun, jika Anda atau kerabat Anda sudah terlanjur mengonsumsi narkoba, terlebih jika sudah menjadi pecandu, penanganan dalam bentuk rehabilitasi sangatlah diperlukan.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional sudah menyediakan layanan rehabilitasi bagi para pecandu narkoba secara gratis. Dan sobat tidak perlu ribet untuk mendapatkan layanan rehabilitasi di BNN. Sobat tinggal melaporkan diri melalui portal https://boss.bnn.go.id/

Identitas pelapor akan dijaga oleh BNN sebagai bentuk perlidungan terhadap korban penyalahguna narkoba.

Semoga pandemi ini cepat berlalu dan tentu sobat semua bersih dari penyalahgunaan natkoba.. Salam sehat tanpa narkoba..

Pengertian War On Drugs yang Perlu Sobat Ketahui

Secara bahasa, War on Drugs bermakna perang melawan narkoba. Tagline tersebut digaungkan pertama kali oleh Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon pada tahun 1971. Dia mencanangkan program tersebut sebagai bagian dari kampanye global untuk melarang narkoba dan perdagangan narkoba illegal di Amerika Serikat.

Hal yang sama juga terjadi di Portugal. Dilatarbelakangi oleh krisis narkoba yang terjadi dinegara tersebut pada dekade 1980-an di mana orang menyuntik heroin mudah ditemui di pinggir jalan, peningkatan kejahatan dan overdosis, bahkan infeksi HIV mencapai angka tertinggi di Uni Eropa. Oleh karena itu portugal menggaungkan war on drugs yang menekankan pada aspek pencegahan dan rehabilitasi.

Dekriminalisasi pengguna narkoba terbukti mampu pengurangan jumlah overdosis dan pelajar yang menggunakan narkoba, serta pencegahan HIV AIDS menjadi target utama kebijakan War on Drugs mereka. Masalah narkoba ditegaskan sebagai masalah kesehatan masyarakat, bukan perkara kejahatan.

Selama hampir dua dekade terakhir, Portugal berhasil mengurangi pengguna heroin sejumlah dua pertiga dari seluruh penggunanya. Selain itu, angka kematian akibat narkoba menurun drastis.

Bagaimana dengan di Indonesia? Kita patut bersyukur ketika Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose di berbagai kesempatan menunjukkan bahwa War on Drugs sejatinya mengedepankan keseimbangan semua aspek, baik pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan, maupun pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Untuk itu, Kepala BNN RI menegaskan setting desa sebagai fokus utama War on Drugs melalui program Desa bersinar. Desa Bersinar adalah salah satu program yang diharapkan mampu menurunkan angka penyalahgunaan narkoba menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Pada program desa bersinar mencakup banyak aspek seperti adanya Relawan dan penggiat anti narkoba, agen pemulihan dan mengawasan ketat terhadap perdaran gelap narkoba.

Dasar pemikiran dari program ini adalah membentengi masyarakat dalam lingkup terkecil yakni desa agar memiliki ketahanan terhadap bahaya narkoba. Apabila Desa bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba maka Indonesia juga akan Bersih Narkoba.

BNN saat ini dibawa komando mantan Kapolda Bali ini juga memprioritaskan aspek pencegahan dengan meningkatkan aspek ketahanan diri masyarakat dan remaja melalui program meningkatan Soft Skill dan Teman Sebaya yang dilaksanakan oleh jajaranan BNN ditingkat Provinsi dan BNN Kabupaten dan Kota. Diharapkan melalui kegiatan tersebut masyarakat terutama generasi muda memiliki sikap yang tegas untuk menolak penyalahgunaan narkoba. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat tak luput dari perhatian BNN. Orang tua dibekali dengan keterampilan mengenali potensi anak agar menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkoba.

War On Drugs yang digaungkan oleh BNN bukan mengajak masyarakat untuk angkat senjata dan main hakim sendiri dalam menyikapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, melainkan mengajak masyarakat untuk membetengi dirinya dan keluarga serta membantu aparat penegak hukum dalam menindak penjahat narkoba.

YUK, UPGRADE DIRIMU!

Sobat cegah, salah satu kunci sukses berkarier adalah jangan pernah membiarkan diri diam ditempat. Kita harus punya motivasi dan keyakinan untuk maju. Namun, tak cuma motivasi kita juga harus punya skill untuk memadai. Ini tak hanya didiamkan begitu saja, kita harus mengatur dan meningkatkan kemampuan diri sendiri secara efektif. Upgrade kemampuan atau skill akan membuka kesempatan lebih besar untuk meraih posisi puncak, juga akan menjaga kita terdepak akibat persaingan di kantor.

Intinya, jangan cepat puas dan carilah cara untuk meningkatkan kualitas profesionalisme. Tak ada yang akan menikmati hasilnya selain diri sendiri, kok sobat cegah. Nah, berikut adalah beberapa trik untuk upgrade skill dilansir dari etraining.id:

1. Nilailah diri sendiri

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus obyektif dan realistis. Jika kita merasa kinerja kita belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambillah kertas, kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang kita hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri sendiri, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut.

2. Terus belajar

Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana kita memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus. Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan profesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang diikuti, dan seterusnya. Dengan demikian, kita akan mampu menjalankan semua tugas kita dengan baik, saat ini dan di masa datang.

3. Be responsible

Meskipun berada dalam naungan sebuah perusahaan, kita yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa kita mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional diri. Jangan lewatkan kesempatan dalam memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional. Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya.

4. Jangan lupakan teknologi

Sobat cegah, istilah ‘segalanya ada dalam genggaman’ adalah sebuah kunci upgrade diri di era digitalisasi ini. Ada banyak sekali situs atau jaringan sosial yang bisa kita buka dan membantu meningkatkan skill diri. Cara paling mudah adalah mencarinya di Google. Kita juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas di Facebook atau Twitter. Yuk sobat cegah, mulailah membuka diri!

5. Ciptakan jaringan

Sisihkan dulu urusan kantor. Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan menciptakan jaringan di luar kantor. Kita bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun bisa meningkatkan kualitas kinerja kita. Contohnya, jika kita seorang akuntan, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas bursa. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang kita peroleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karier di kemudian hari.

Jadi, sobat cegah .. yuuuk mulai upgrade diri demi kualitas hidup yang lebih baik!

Ingin melihat seluruh postingan ?

Klik disini ya 

Butuh bantuan?
Hubungi kami

4 + 12 =

Hubungi Kami

184

callcenter@bnn.go.id

JL.M.T. Haryono No. 11, Cawang,

Kramat Jati, Jakarta Timur 13630,

Indonesia

Copy link