Select Page

#IsiDenganKarya

Event Seru Saat Ini

Lomba Video Kreatif  [Closed]

Sobat Cegah hobi buat video atau punya ide kreatif untuk video ?
Jangan disimpen aja ? Yuk ikutan lomba ini

“Ini Cerita Tentang Aku”

REAN (Rumah Edukasi Anti Narkoba) mengajak generasi milenial dan generasi Z dalam berkarya yang bersih dari Narkotika. REAN.ID merupakan media informasi, edukasi dan sumber informasi dan edukasi yang dikemas dalam bentuk muda inovasi dengan tujuan sebagai jejaring belajar, berbagi cerita dan inspirasi dalam mengekspresikan karya, menggali potensi dan membangun kepercayaan diri guna memperkuat citra remaja yang gemar mencoba hal baru, Yang mana Informasi dan edukasi ini difokuskan dalam pembuatan konten yang berliterasi di bidang pencegahan narkoba.

New Releases

PPKM Asyik Ditemani Serial Netflix

Sobat cegah sudah tahu dong kalau PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 diperpanjang sampai dengan 9 Agustus 2021? Hmmm .. sepertinya masih belum bisa kemana-mana nih! Tapi tenang, selama harus stay di rumah dan tidak keluar kalau nggak penting-penting banget, mending leyeh-leyeh santuy sambil nonton Netflix. Nah, berikut beberapa serial Netflix yang asyik dinikmati selama PPKM!

1. LUPIN

Lupin mempunyai premis tentang pencurian yang dilakukan oleh satu orang, Assane Diop (Omar Sy), yang dilatarbelakangi pembalasan dendam atas kematian ayahnya.

Uniknya, Assane terinspirasi melakukan aksinya dari buku kisah pencurian Arsane Lupin, karya Maurice LeBlanc. Dia meniru habis strategi idolanya tersebut di dunia nyata. Seru, banget! Serial Netflix ini hanya punya lima episode di sesion pertama dan berlanjut lima episode di sesion kedua.

2. Hospital Playlist

Kisah persahabatan lima dokter Yulje Hospital sudah berlanjut di Hospital Playlist Season 2 nih sobat cegah! Pada musim keduanya, serial ini kembali akan menyajikan kisah unik para dokter dengan pasiennya. Hal paling menarik dari Hospital Playlist adalah penonton dibawa masuk untuk mengenal karakter para pasien yang terkadang membuat penonton berkata ‘iya juga yah, kadang kita begitu’.

Serial yang hangat ini cocok banget buat nemani hari-hari sobat cegah selama PPKM Level 4 ini.

3. Elite

Sobat cegah mau nonton serial Netflix remaja tentang kehidupan di lingkungan sekolah? Elite adalah salah satunya yang nggak boleh dilewatkan, gaes! Serial asal Spanyol ini mengisahkan kehidupan tiga anak remaja yang mendapatkan beasiswa di sekolahan elite setelah sekolah mereka yang sebelumnya digusur. Cerita semakin menarik ketika satu per satu konflik mulai dialami oleh ketiganya di lingkungan sekolah barunya tersebut. Mereka juga dituntut untuk mengambil keputusan tepat yang dapat mengubah masa depan.

Bukan hanya menghadirkan intrik cerita khas anak sekolah saja, serial Netflix satu ini juga turut menyajikan permasalahan sosial seperti

Nah, itulah tiga rekomendasi serial Netflix terbaik yang wajib kamu tonton di sela-sela waktu PPKM ini. Pernah nonton salah satu atau beberapa di antaranya? Apa favorit kamu?

Tips Menurunkan Kolesterol Selepas Idul Adha

Sobat cegah, meski ditengah PPKM Darurat Covid-19, Hari Raya Idul Adha tetap berlangsung dan biasanya membuat kita lupa diri dalam menyantap berbagai menu olahan daging sapi maupun kambing.

Idul Adha identik dengan tradisi makan berbagai olahan daging kurban bersama keluarga. Seperti sate kambing, gulai, tongseng, rendang dan lainnya. Momen bersantap di saat Idul Adha biasanya dapat menyebabkan makan berlebihan. Padahal ancaman kolesterol dan berat badan yang naik sudah di depan mata.

Tapi tenang sobat cegah! Bukan berarti kita tidak dapat mencegah meningkatnya kadar kolesterol dan berat badan saat Idul Adha. Yuuuk simak Tipsnya!

1. Konsumsi Sayur dan Buah
Di hari pertama setelah mengkonsumsi berbagai macam menu daging di Idul Adha adalah dengan mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya akan nutrisi. Sayur dan buah kaya akan serat yang mempunyai efek untuk menyerap kolesterol jahat. Konsumsilah sayuran dan buah yang bervariasi setiap harinya agar tidak bosan.

2. Kurangi Asupan Makanan yang Mengandung Lemak Tidak Sehat
Kurangi asupan makanan yang mengandung lemak tidak sehat, lemak trans, dan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Membatasi asupan makanan cepat saji maupun junk food adalah salah satu caranya. Di samping itu, pilihlah minyak sehat seperti minyak zaitun untuk menggantikan mentega, lalu pilih juga produk susu yang rendah lemak, serta hindari lemak dari kulit unggas dan daging.

3. Konsumsi Bawang Putih Lebih Banyak
Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Bawang putih juga berkontribusi dalam mengencerkan darah yang pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko jantung.

Penelitian lain menunjukkan bahwa di beberapa negara yang mayoritas penduduknya memiliki kebiasaan makan bawang putih setiap hari diketahui mempunyai risiko penyakit jantung yang rendah.

Nah, sobat cegah .. Itulah cara cepat turunkan kolesterol tinggi selepas Idul Adha yang bisa kita terapkan secara singkat! Yuuuk di coba 🙂

 

Makanan yang Perlu Dikonsumsi Sebelum dan Sesudah Vaksin COVID-19

Apakah dalam waktu dekat kamu akan mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19 dan sedang bingung bagaimana cara mempersiapkannya?

Dilansir dari halodoc.com Pertama-tama, anda harus rileks dan hindari khawatir berlebihan. Ingat, meskipun banyak yang mengaku mengalami efek vaksin covid 19 yang bikin tidak nyaman, efek samping tersebut nyatanya bisa dicegah.

Pada dasarnya tidak ada pola makan khusus yang perlu dilakukan jika kamu hendak mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19. Namun, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk mengonsumsi makanan tertentu dan yang paling penting menghindari alkohol sebisa mungkin.

Berikut adalah beberapa makanan yang disarankan untuk lebih banyak dikonsumsi menjelang dan sesudah mendapatkan vaksin COVID-19:

Konsumsi Makanan Gizi Seimbang dan Hindari Junkfood

Sebetulnya tidak ada penelitian yang cukup untuk mendukung bahwa makanan tertentu membuat vaksin COVID-19 jadi lebih efektif. Namun secara umum, makan makanan bergizi tinggi dan mengonsumsi vitamin C memang membantu sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, tidak ada bukti kuat bahwa mengonsumsi suplemen apa pun dapat membuat COVID-19 vaksin bekerja lebih baik. Vaksin COVID semuanya telah diuji pada orang yang makan makanan biasa mereka, jadi para ahli tahu mereka efektif tanpa persiapan nutrisi khusus. Kamu pun harus waspada terhadap suplemen atau produk apa pun yang mengklaim dapat meningkatkan respons vaksin.

Namun, makan sebagian besar makanan utuh seperti buah-buahan dan sayuran dan lebih sedikit makanan olahan atau junk food akan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik secara umum karena peradangan dalam tubuh lebih sedikit.

Diet sehat yang dipertahankan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan daya tanggap kekebalan dan membantu kita melawan infeksi dengan lebih baik dan mungkin meningkatkan tanggapan kekebalan terhadap vaksinasi. Namun, jika kamu baru konsumsi makan makanan sehat pada pagi hari sebelum vaksin, masih diragukan dampaknya terhadap efektivitas vaksin.

Minum Banyak Cairan

Dokter setuju bahwa tetap cukup terhidrasi sebelum dan sesudah mendapatkan vaksin COVID-19 sangat penting. Jika seseorang cukup cairan, baik dari minum air putih atau makanan tinggi kadar air, tubuh akan berada dalam performa yang paling baik.

Jadi, sebelum dan sesudah mendapatkan vaksin, disarankan untuk minum banyak cairan. Konsumsi juga makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan sup berbasis kaldu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. CDC juga merekomendasikan minum cairan setelah vaksin, terutama jika kamu mengalami demam.

Hal yang Perlu Dihindari Selama Vaksin COVID-19

Selain makanan di atas, ada juga beberapa saran selama vaksin COVID-19, antara lain:

Jangan Vaksin dengan Perut Kosong
Tidak perlu berpuasa malam sebelum vaksin, sebab ini bisa membuat kamu pusing dan lebih mungkin pingsan jika kamu mengalami reaksi setelah vaksin.

Sebelum datang ke lokasi vaksin, pastikan sudah sarapan seperti yogurt dan buah, telur dan buah atau sarapan sehat lainnya.

Alkohol

Saat ini memang tidak ada bukti bahwa minum alkohol akan membuat vaksinasi COVID-19 kurang efektif. Juga tidak ada bukti bahwa vaksin COVID-19 tidak aman bagi individu yang mengonsumsi alkohol. Namun, CDC dan dokter menyarankan untuk menghindari alkohol sehari sebelum dan sesudah mendapatkan vaksin karena alkohol menekan sistem kekebalan tubuh dan dapat membuat dehidrasi.

Jangan Begadang atau Tidur Terlalu Larut Saat Hendak Vaksin COVID-19

Sebelum vaksin, pastikan kamu mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Tidur malam yang cukup sebelum vaksinasi sangat penting dan mungkin lebih penting daripada apa pun yang dikonsumsi pagi itu. Sebab tidur malam yang buruk dapat mengurangi fungsi kekebalan sebanyak 70 persen.  Tubuh menggunakan tidur untuk membangun kembali pertahanannya, dan kurang tidur bisa menekan sistem kekebalan tubuh.

Jika kamu mengalami efek vaksin yang mengkhawatirkan, seperti demam yang tak kunjung hilang berhari-hari atau gejala lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat.

Perhatikan, 7 Makanan dan Minuman ini Dapat Melemahkan Imunitas Tubuh

 

Saat pandemi, imunitas harus selalu dijaga. Menghindari makanan dan minuman berikut harus dilakukan demi imunitas yang tetap kuat dan prima.

Menjaga kesehatan tubuh dan kekuatan imunitas masih menjadi hal penting yang harus dilakukan. Situasi pandemi Covid-19 yang masih belum mereda mengharuskan kita tetap mengencangkan sabuk pengaman untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri.

Menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bernutrisi dan menghindari makanan yang tidak baik untuk kesehatan bisa menjadi cara tepat yang dilakukan. Walaupun telah secara rutin mengonsumsi makanan padat nutrisi, tetapi menghindari makanan yang dapat merusak imunitas juga perlu dilakukan agar hasilnya efektif.

Beberapa makanan populer dikatakan berdampak buruk baik bagi imunitas maupun kesehatan secara umum. Mulai dari gula tambahan dan pemanis buatan, para ahli sangat mengecam konsumsi beberapa bahan makanan berikut ini disaat pandemi.

Dilansir menurut Healthline (22/3) berikut ini 7 makanan dan minuman yang dapat melemahkan imunitas:

1. Gula Tambahan

Membatasi asupan gula untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan fungsi imun harus benar-benar harus dilakukan. Makanan dengan gula tambahan secara signifikan dapat meningkatkan gula darah yang berdampak pada peningkatan inflamasi yang berefek buruk pada fungsi imunitas.

Terutama pada penderita diabetes, makanan atau minuman yang tinggi gula akan sangat berbahaya bagi kadar gula darah mereka. Selain itu penelitian juga telah membuktikan bahwa dari 562 partisipan, orang dewasa yang mengalami kenaikan gula darah diketahui memiliki respon imunitas yang lebih rendah dan tingkat inflamasi yang lebih tinggi.

2. Makanan Asin

Makanan dengan kadar garam yang tinggi bukan hanya berbahaya bagi tekanan darah tetapi juga respon imun. Konsumsi makanan yang asin atau tinggi garam ini dapat memicu inflamasi dan meningkatkan risiko penyakit autoimun pada tubuh.

Salah satu penelitian memperlihatkan bahwa setelah konsumsi 12 gram garam dalam sehari, tubuh pria akan mengalami peningkatkan sel darah putih, inflamasi serta protein antiinflamasi yang berkurang. Garam juga telah terbukti akan berdampak pada fungsi imun, menekan respon antiinflamasi serta mengganggu kesehatan bakteri baik dalam usus.

3. Gorengan

Gorengan memiliki sekelompok molekul yang dikenal dengan nama advancedglycation end products atauAGEs. Molekul ini terbentuk dari gula yang bereaksi dengan protein atau lemak pada saat proses penggorengan karena temperatur yang tinggi.

AGEs diketahui dapat meningkatkan inflamasi, merusak mekanisme antioksidan, disfungsi sel tubuh serta berefek buruk bagi kesehatan bakteri baik dalam usus. Efek-efek yang ditimbulkan oleh AGEs ini sangat memengaruhi imunitas dan dapat melemahkan respon imun dengan sangat cepat.

4. Daging Olahan

Mirip seperti gorengan, daging olahan melalui proses dengan suhu tinggi. Daging olahan biasanya akan ditambahkan gula sebagai salah satu komposisinya yang kemudian akan bereaksi dengan protein ketika terpapar suhu tinggi.
Produk olahan daging juga diketahui mengandung lemak jenuh yang tinggi. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa lemak jenuh memiliki kontribusi yang tinggi terhadap disfungsi imunitas.

5. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji sudah lama dikenal dengan efek buruknya terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. Konsumsi makanan cepat saji terlalu sering juga telah terbukti dapat mengganggu kekebalan imunitas untuk melindungi tubuh dari serangan virus.

Makanan cepat saji dan makanan olahan sangat berdampak pada peningkatan inflamasi, ketidak seimbangan bakteri pada usus serta efek buruk pada kesehatan imunitas. Makanan cepat saji yang dikemas dengan plastik juga dapat meningkatkan produksi inflamasi protein yang melemahkan imunitas untuk merespon patogen yang mengganggu kesehatan.

6. Karbohidrat Olahan

Makan makanan yang tinggi akan karbohidrat olahan seperti roti putih dan kue-kue tinggi gula dapat membahayakan sistem imunitas. Makanan yang tinggi indeks glikemik akibat karbohidrat olahan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin.

Ketika gula darah dan kadar insulin melonjak hal ini akan merujuk pada peningkatan produksi radikal bebas dan inflamasi protein. Sebaiknya pilih makanan dengan karbohidrat utuh seperti sayuran dengan pati, oatmeal, buah-buahan serta makanan tinggi serat lainnya.

7. Pemanis Buatan

Pemanis buatan menjadi musuh utama bagi bakteri baik di dalam usus. Pemanis buatan yang mengganggu bakteri baik di dalam usus dapat berdampak pada peningkatan inflamasi pada saluran pencernaan serta penurunan respon imunitas.

Pemanis buatan seperti sukralosa dan saccahrin bahkan terbukti dapat menyebabkan ketidaksimbangan bakteri pada usus. Hasilnya para ahli juga mengatakan bahwa pada beberapa kasus, konsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan pada penyakit autoimun.

PANIC BUYING DITENGAH PANDEMI COVID-19

Dilansir dari weonline.com, Panic buying adalah sebuah situasi dimana banyak orang tiba-tiba membeli makanan, bahan bakar, dan lain sebagainya sebanyak mungkin karena mereka khawatir akan sesuatu yang buruk yang mungkin terjadi.

Serta jenis perilaku yang ditandai dengan peningkatan cepat dalam volume pembelian, biasanya menyebabkan harga suatu barang atau keamanan meningkat. Panic buying dapat terjadi ketika konsumen membeli sejumlah besar produk untuk mengantisipasi, atau setelah bencana atau untuk mengantisipasi kenaikan atau kekurangan harga yang besar. Panic buying sering dikaitkan dengan keserakahan dapat dikontraskan dengan panic selling yang dikaitkan dengan ketakutan.

Baru-baru ini fenomena panic buying kembali terjadi di Indonesia, adalah brand susu steric yang menjadi sasaran masyarakat di masa pandemic covid-19. Apakah kamu salah satu pembelinya sobat cegah?

Ternyata, di balik aksi borong tersebut ada alasannya lho sabat cegah. Melansir Psychology Today, berikut beberapa alasan psikologi di balik panic buying saat pandemi Covid-19:

1. Pengambilan Keputusan Emosional

Saat mengambil suatu keputusan, ada dua cara berpikir yang biasa digunakan. Yakni keputusan logis dan emosional. Keduanya berbeda sistem berpikirnya. Otak logis bisa menghitung dan menimbang dengan cermat sebelum mengambil keputusan. Sedangkan otak emosional bersifat intuitif, cepat, dan tanpa didasari pertimbangan matang. Pikiran logis memberitahu pemiliknya untuk tidak perlu beli terlalu banyak barang. Tapi, otak emosional pertimbangannya lebih baik aman punya dulu daripada menyesal kemudian. Pikiran emosional sangat selaras dengan citra visual. Ketika bertebaran foto atau video berita orang jamak membeli atau memborong sesuatu, tanpa sadar pikiran emosional mengambil alih suatu keputusan. Disanalah dampak ikut-ikutan terjadi.

2. Mengalami Kecemasan Antisipatif

Alasan panic buying lainnya yakni kecemasan antisipatif atau ketakutan yang sebenarnya belum tentu kejadian. Misalkan, takut kehabisan susu atau obat tertentu, padahal produsen masih terus membuatnya. Ketakutan antisipatif menghadapi pandemi setipe dengan rasa cemas ketika akan menerima hasil laboratorium selepas menjalani tes kesehatan.

3. Mentalitas Kelompok

Mentalitas kelompok adalah penyebab lain orang jadi ikut-ikutan panic buying. Sebagai makhluk sosial, manusia secara alami menafsirkan situasi berbahaya berdasarkan reaksi orang sekitarnya. Ketika naluri komunal muncul, orang-orang berhenti mempertimbangkan sesuatu secara logis dan mulai mengambil keputusan seperti orang lain. Maka tak heran, ketika semua orang panik membeli sesuatu, orang lain juga jadi ikut-ikutan.

Hmmm .. sobat cegah, dalam situasi dan kondisi saat ini coba sejenak tarik napas panjang dan keluarkan perlahan, setelah tenang, lalu putuskan apa yang ingin dilakukan. Semoga kita semua mampu menghadapi situasi ini yah sobat cegah 🙂

 Desain

LIHAT SEMUA >

 Artikel

LIHAT SEMUA >

PPKM Asyik Ditemani Serial Netflix

Sobat cegah sudah tahu dong kalau PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 diperpanjang sampai dengan 9 Agustus 2021? Hmmm .. sepertinya masih belum bisa kemana-mana nih! Tapi tenang, selama harus stay di rumah dan tidak keluar kalau nggak penting-penting banget, mending leyeh-leyeh santuy sambil nonton Netflix. Nah, berikut beberapa serial Netflix yang asyik dinikmati selama PPKM!

1. LUPIN

Lupin mempunyai premis tentang pencurian yang dilakukan oleh satu orang, Assane Diop (Omar Sy), yang dilatarbelakangi pembalasan dendam atas kematian ayahnya.

Uniknya, Assane terinspirasi melakukan aksinya dari buku kisah pencurian Arsane Lupin, karya Maurice LeBlanc. Dia meniru habis strategi idolanya tersebut di dunia nyata. Seru, banget! Serial Netflix ini hanya punya lima episode di sesion pertama dan berlanjut lima episode di sesion kedua.

2. Hospital Playlist

Kisah persahabatan lima dokter Yulje Hospital sudah berlanjut di Hospital Playlist Season 2 nih sobat cegah! Pada musim keduanya, serial ini kembali akan menyajikan kisah unik para dokter dengan pasiennya. Hal paling menarik dari Hospital Playlist adalah penonton dibawa masuk untuk mengenal karakter para pasien yang terkadang membuat penonton berkata ‘iya juga yah, kadang kita begitu’.

Serial yang hangat ini cocok banget buat nemani hari-hari sobat cegah selama PPKM Level 4 ini.

3. Elite

Sobat cegah mau nonton serial Netflix remaja tentang kehidupan di lingkungan sekolah? Elite adalah salah satunya yang nggak boleh dilewatkan, gaes! Serial asal Spanyol ini mengisahkan kehidupan tiga anak remaja yang mendapatkan beasiswa di sekolahan elite setelah sekolah mereka yang sebelumnya digusur. Cerita semakin menarik ketika satu per satu konflik mulai dialami oleh ketiganya di lingkungan sekolah barunya tersebut. Mereka juga dituntut untuk mengambil keputusan tepat yang dapat mengubah masa depan.

Bukan hanya menghadirkan intrik cerita khas anak sekolah saja, serial Netflix satu ini juga turut menyajikan permasalahan sosial seperti

Nah, itulah tiga rekomendasi serial Netflix terbaik yang wajib kamu tonton di sela-sela waktu PPKM ini. Pernah nonton salah satu atau beberapa di antaranya? Apa favorit kamu?

Tips Menurunkan Kolesterol Selepas Idul Adha

Sobat cegah, meski ditengah PPKM Darurat Covid-19, Hari Raya Idul Adha tetap berlangsung dan biasanya membuat kita lupa diri dalam menyantap berbagai menu olahan daging sapi maupun kambing.

Idul Adha identik dengan tradisi makan berbagai olahan daging kurban bersama keluarga. Seperti sate kambing, gulai, tongseng, rendang dan lainnya. Momen bersantap di saat Idul Adha biasanya dapat menyebabkan makan berlebihan. Padahal ancaman kolesterol dan berat badan yang naik sudah di depan mata.

Tapi tenang sobat cegah! Bukan berarti kita tidak dapat mencegah meningkatnya kadar kolesterol dan berat badan saat Idul Adha. Yuuuk simak Tipsnya!

1. Konsumsi Sayur dan Buah
Di hari pertama setelah mengkonsumsi berbagai macam menu daging di Idul Adha adalah dengan mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya akan nutrisi. Sayur dan buah kaya akan serat yang mempunyai efek untuk menyerap kolesterol jahat. Konsumsilah sayuran dan buah yang bervariasi setiap harinya agar tidak bosan.

2. Kurangi Asupan Makanan yang Mengandung Lemak Tidak Sehat
Kurangi asupan makanan yang mengandung lemak tidak sehat, lemak trans, dan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Membatasi asupan makanan cepat saji maupun junk food adalah salah satu caranya. Di samping itu, pilihlah minyak sehat seperti minyak zaitun untuk menggantikan mentega, lalu pilih juga produk susu yang rendah lemak, serta hindari lemak dari kulit unggas dan daging.

3. Konsumsi Bawang Putih Lebih Banyak
Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Bawang putih juga berkontribusi dalam mengencerkan darah yang pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko jantung.

Penelitian lain menunjukkan bahwa di beberapa negara yang mayoritas penduduknya memiliki kebiasaan makan bawang putih setiap hari diketahui mempunyai risiko penyakit jantung yang rendah.

Nah, sobat cegah .. Itulah cara cepat turunkan kolesterol tinggi selepas Idul Adha yang bisa kita terapkan secara singkat! Yuuuk di coba 🙂

 

Makanan yang Perlu Dikonsumsi Sebelum dan Sesudah Vaksin COVID-19

Apakah dalam waktu dekat kamu akan mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19 dan sedang bingung bagaimana cara mempersiapkannya?

Dilansir dari halodoc.com Pertama-tama, anda harus rileks dan hindari khawatir berlebihan. Ingat, meskipun banyak yang mengaku mengalami efek vaksin covid 19 yang bikin tidak nyaman, efek samping tersebut nyatanya bisa dicegah.

Pada dasarnya tidak ada pola makan khusus yang perlu dilakukan jika kamu hendak mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19. Namun, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk mengonsumsi makanan tertentu dan yang paling penting menghindari alkohol sebisa mungkin.

Berikut adalah beberapa makanan yang disarankan untuk lebih banyak dikonsumsi menjelang dan sesudah mendapatkan vaksin COVID-19:

Konsumsi Makanan Gizi Seimbang dan Hindari Junkfood

Sebetulnya tidak ada penelitian yang cukup untuk mendukung bahwa makanan tertentu membuat vaksin COVID-19 jadi lebih efektif. Namun secara umum, makan makanan bergizi tinggi dan mengonsumsi vitamin C memang membantu sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, tidak ada bukti kuat bahwa mengonsumsi suplemen apa pun dapat membuat COVID-19 vaksin bekerja lebih baik. Vaksin COVID semuanya telah diuji pada orang yang makan makanan biasa mereka, jadi para ahli tahu mereka efektif tanpa persiapan nutrisi khusus. Kamu pun harus waspada terhadap suplemen atau produk apa pun yang mengklaim dapat meningkatkan respons vaksin.

Namun, makan sebagian besar makanan utuh seperti buah-buahan dan sayuran dan lebih sedikit makanan olahan atau junk food akan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik secara umum karena peradangan dalam tubuh lebih sedikit.

Diet sehat yang dipertahankan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan daya tanggap kekebalan dan membantu kita melawan infeksi dengan lebih baik dan mungkin meningkatkan tanggapan kekebalan terhadap vaksinasi. Namun, jika kamu baru konsumsi makan makanan sehat pada pagi hari sebelum vaksin, masih diragukan dampaknya terhadap efektivitas vaksin.

Minum Banyak Cairan

Dokter setuju bahwa tetap cukup terhidrasi sebelum dan sesudah mendapatkan vaksin COVID-19 sangat penting. Jika seseorang cukup cairan, baik dari minum air putih atau makanan tinggi kadar air, tubuh akan berada dalam performa yang paling baik.

Jadi, sebelum dan sesudah mendapatkan vaksin, disarankan untuk minum banyak cairan. Konsumsi juga makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan sup berbasis kaldu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. CDC juga merekomendasikan minum cairan setelah vaksin, terutama jika kamu mengalami demam.

Hal yang Perlu Dihindari Selama Vaksin COVID-19

Selain makanan di atas, ada juga beberapa saran selama vaksin COVID-19, antara lain:

Jangan Vaksin dengan Perut Kosong
Tidak perlu berpuasa malam sebelum vaksin, sebab ini bisa membuat kamu pusing dan lebih mungkin pingsan jika kamu mengalami reaksi setelah vaksin.

Sebelum datang ke lokasi vaksin, pastikan sudah sarapan seperti yogurt dan buah, telur dan buah atau sarapan sehat lainnya.

Alkohol

Saat ini memang tidak ada bukti bahwa minum alkohol akan membuat vaksinasi COVID-19 kurang efektif. Juga tidak ada bukti bahwa vaksin COVID-19 tidak aman bagi individu yang mengonsumsi alkohol. Namun, CDC dan dokter menyarankan untuk menghindari alkohol sehari sebelum dan sesudah mendapatkan vaksin karena alkohol menekan sistem kekebalan tubuh dan dapat membuat dehidrasi.

Jangan Begadang atau Tidur Terlalu Larut Saat Hendak Vaksin COVID-19

Sebelum vaksin, pastikan kamu mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Tidur malam yang cukup sebelum vaksinasi sangat penting dan mungkin lebih penting daripada apa pun yang dikonsumsi pagi itu. Sebab tidur malam yang buruk dapat mengurangi fungsi kekebalan sebanyak 70 persen.  Tubuh menggunakan tidur untuk membangun kembali pertahanannya, dan kurang tidur bisa menekan sistem kekebalan tubuh.

Jika kamu mengalami efek vaksin yang mengkhawatirkan, seperti demam yang tak kunjung hilang berhari-hari atau gejala lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat.

Perhatikan, 7 Makanan dan Minuman ini Dapat Melemahkan Imunitas Tubuh

 

Saat pandemi, imunitas harus selalu dijaga. Menghindari makanan dan minuman berikut harus dilakukan demi imunitas yang tetap kuat dan prima.

Menjaga kesehatan tubuh dan kekuatan imunitas masih menjadi hal penting yang harus dilakukan. Situasi pandemi Covid-19 yang masih belum mereda mengharuskan kita tetap mengencangkan sabuk pengaman untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri.

Menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bernutrisi dan menghindari makanan yang tidak baik untuk kesehatan bisa menjadi cara tepat yang dilakukan. Walaupun telah secara rutin mengonsumsi makanan padat nutrisi, tetapi menghindari makanan yang dapat merusak imunitas juga perlu dilakukan agar hasilnya efektif.

Beberapa makanan populer dikatakan berdampak buruk baik bagi imunitas maupun kesehatan secara umum. Mulai dari gula tambahan dan pemanis buatan, para ahli sangat mengecam konsumsi beberapa bahan makanan berikut ini disaat pandemi.

Dilansir menurut Healthline (22/3) berikut ini 7 makanan dan minuman yang dapat melemahkan imunitas:

1. Gula Tambahan

Membatasi asupan gula untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan fungsi imun harus benar-benar harus dilakukan. Makanan dengan gula tambahan secara signifikan dapat meningkatkan gula darah yang berdampak pada peningkatan inflamasi yang berefek buruk pada fungsi imunitas.

Terutama pada penderita diabetes, makanan atau minuman yang tinggi gula akan sangat berbahaya bagi kadar gula darah mereka. Selain itu penelitian juga telah membuktikan bahwa dari 562 partisipan, orang dewasa yang mengalami kenaikan gula darah diketahui memiliki respon imunitas yang lebih rendah dan tingkat inflamasi yang lebih tinggi.

2. Makanan Asin

Makanan dengan kadar garam yang tinggi bukan hanya berbahaya bagi tekanan darah tetapi juga respon imun. Konsumsi makanan yang asin atau tinggi garam ini dapat memicu inflamasi dan meningkatkan risiko penyakit autoimun pada tubuh.

Salah satu penelitian memperlihatkan bahwa setelah konsumsi 12 gram garam dalam sehari, tubuh pria akan mengalami peningkatkan sel darah putih, inflamasi serta protein antiinflamasi yang berkurang. Garam juga telah terbukti akan berdampak pada fungsi imun, menekan respon antiinflamasi serta mengganggu kesehatan bakteri baik dalam usus.

3. Gorengan

Gorengan memiliki sekelompok molekul yang dikenal dengan nama advancedglycation end products atauAGEs. Molekul ini terbentuk dari gula yang bereaksi dengan protein atau lemak pada saat proses penggorengan karena temperatur yang tinggi.

AGEs diketahui dapat meningkatkan inflamasi, merusak mekanisme antioksidan, disfungsi sel tubuh serta berefek buruk bagi kesehatan bakteri baik dalam usus. Efek-efek yang ditimbulkan oleh AGEs ini sangat memengaruhi imunitas dan dapat melemahkan respon imun dengan sangat cepat.

4. Daging Olahan

Mirip seperti gorengan, daging olahan melalui proses dengan suhu tinggi. Daging olahan biasanya akan ditambahkan gula sebagai salah satu komposisinya yang kemudian akan bereaksi dengan protein ketika terpapar suhu tinggi.
Produk olahan daging juga diketahui mengandung lemak jenuh yang tinggi. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa lemak jenuh memiliki kontribusi yang tinggi terhadap disfungsi imunitas.

5. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji sudah lama dikenal dengan efek buruknya terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. Konsumsi makanan cepat saji terlalu sering juga telah terbukti dapat mengganggu kekebalan imunitas untuk melindungi tubuh dari serangan virus.

Makanan cepat saji dan makanan olahan sangat berdampak pada peningkatan inflamasi, ketidak seimbangan bakteri pada usus serta efek buruk pada kesehatan imunitas. Makanan cepat saji yang dikemas dengan plastik juga dapat meningkatkan produksi inflamasi protein yang melemahkan imunitas untuk merespon patogen yang mengganggu kesehatan.

6. Karbohidrat Olahan

Makan makanan yang tinggi akan karbohidrat olahan seperti roti putih dan kue-kue tinggi gula dapat membahayakan sistem imunitas. Makanan yang tinggi indeks glikemik akibat karbohidrat olahan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin.

Ketika gula darah dan kadar insulin melonjak hal ini akan merujuk pada peningkatan produksi radikal bebas dan inflamasi protein. Sebaiknya pilih makanan dengan karbohidrat utuh seperti sayuran dengan pati, oatmeal, buah-buahan serta makanan tinggi serat lainnya.

7. Pemanis Buatan

Pemanis buatan menjadi musuh utama bagi bakteri baik di dalam usus. Pemanis buatan yang mengganggu bakteri baik di dalam usus dapat berdampak pada peningkatan inflamasi pada saluran pencernaan serta penurunan respon imunitas.

Pemanis buatan seperti sukralosa dan saccahrin bahkan terbukti dapat menyebabkan ketidaksimbangan bakteri pada usus. Hasilnya para ahli juga mengatakan bahwa pada beberapa kasus, konsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan pada penyakit autoimun.

PANIC BUYING DITENGAH PANDEMI COVID-19

Dilansir dari weonline.com, Panic buying adalah sebuah situasi dimana banyak orang tiba-tiba membeli makanan, bahan bakar, dan lain sebagainya sebanyak mungkin karena mereka khawatir akan sesuatu yang buruk yang mungkin terjadi.

Serta jenis perilaku yang ditandai dengan peningkatan cepat dalam volume pembelian, biasanya menyebabkan harga suatu barang atau keamanan meningkat. Panic buying dapat terjadi ketika konsumen membeli sejumlah besar produk untuk mengantisipasi, atau setelah bencana atau untuk mengantisipasi kenaikan atau kekurangan harga yang besar. Panic buying sering dikaitkan dengan keserakahan dapat dikontraskan dengan panic selling yang dikaitkan dengan ketakutan.

Baru-baru ini fenomena panic buying kembali terjadi di Indonesia, adalah brand susu steric yang menjadi sasaran masyarakat di masa pandemic covid-19. Apakah kamu salah satu pembelinya sobat cegah?

Ternyata, di balik aksi borong tersebut ada alasannya lho sabat cegah. Melansir Psychology Today, berikut beberapa alasan psikologi di balik panic buying saat pandemi Covid-19:

1. Pengambilan Keputusan Emosional

Saat mengambil suatu keputusan, ada dua cara berpikir yang biasa digunakan. Yakni keputusan logis dan emosional. Keduanya berbeda sistem berpikirnya. Otak logis bisa menghitung dan menimbang dengan cermat sebelum mengambil keputusan. Sedangkan otak emosional bersifat intuitif, cepat, dan tanpa didasari pertimbangan matang. Pikiran logis memberitahu pemiliknya untuk tidak perlu beli terlalu banyak barang. Tapi, otak emosional pertimbangannya lebih baik aman punya dulu daripada menyesal kemudian. Pikiran emosional sangat selaras dengan citra visual. Ketika bertebaran foto atau video berita orang jamak membeli atau memborong sesuatu, tanpa sadar pikiran emosional mengambil alih suatu keputusan. Disanalah dampak ikut-ikutan terjadi.

2. Mengalami Kecemasan Antisipatif

Alasan panic buying lainnya yakni kecemasan antisipatif atau ketakutan yang sebenarnya belum tentu kejadian. Misalkan, takut kehabisan susu atau obat tertentu, padahal produsen masih terus membuatnya. Ketakutan antisipatif menghadapi pandemi setipe dengan rasa cemas ketika akan menerima hasil laboratorium selepas menjalani tes kesehatan.

3. Mentalitas Kelompok

Mentalitas kelompok adalah penyebab lain orang jadi ikut-ikutan panic buying. Sebagai makhluk sosial, manusia secara alami menafsirkan situasi berbahaya berdasarkan reaksi orang sekitarnya. Ketika naluri komunal muncul, orang-orang berhenti mempertimbangkan sesuatu secara logis dan mulai mengambil keputusan seperti orang lain. Maka tak heran, ketika semua orang panik membeli sesuatu, orang lain juga jadi ikut-ikutan.

Hmmm .. sobat cegah, dalam situasi dan kondisi saat ini coba sejenak tarik napas panjang dan keluarkan perlahan, setelah tenang, lalu putuskan apa yang ingin dilakukan. Semoga kita semua mampu menghadapi situasi ini yah sobat cegah 🙂

Pahami Cyber Crime Media Sosial Bisa Menjadi Ladang Transaksi Narkoba

Globalisasi Menghantarkan kita untuk menjadi manusia yang modern dan mengunakan Teknologi, Masyarakat di era sekarang dapat mengunakan Internet secara leluasa baik itu orang menegah ke bawah sampai orang menengah ke atas, Teknologi di ukur dari merk dan juga harga handphone yang dipakai semakain mahal harga handphone maka semakin cepat pemakaian teknologi dalam pengoperasian seluruh aplikasi.

Diera 2021 Revolusi industri 4.0 Aplikasi Aplikasi Modern menjadi salah satu tarik dan minat dari masyarakat itu sendiri seperti Facebook,Tiktok,Instagram dan juga Whatsapp sanggat banyak masyarakat di indonesia yang memakai aplikasi ini dan sanggatlah lumrah ketika di Smartphone mereka terdapat aplikasi ini yang dimana alasan mereka memakai smartphone untuk mendapatkan berbagai informasi dan juga hiburan yanga ada di media sosial

Kelebihan dari Media sosial sendiri menjadi salah satu gagasan yang penting karena media sosial tempat berinteraksi dan juga tempat mencari teman teman dan orang orang baru tetapi hal ini menjadi salah satu blunder dan juga tempat ajang untuk mencari transaksi narkoba yang paling mudah karena diselipkan dengan beberapa satir satir yang ada sehingga satir satir inilah yang menjadi salah satu code untuk mendapatkan narkoba dengan mudah.

Cyber Crime sudah sanggat merajelal di negara indonesia termasuk dengan penyebaran narkoba yang sanggat masif hal ini membuat para polisi siber kewalahan karena banyaknya orang orang yang mengakses dengan mengunakan satire satire terlebih lagi polisi siber harus membedakan kembali mana yang benar benar bandar di media sosial dan mana yang benar benar hanya candaan hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan yang ada

Orangtua harus lebih berhati hati dengan adanya Cyber crime yang mengancam anak anak,karena peredaran dari narkotika sendiri sekarang beranekargama baik dari jajanan dan juga berupa minuman yang dikemas dengan kemasan lucu oleh para bandar hal ini menjadi salah satu masalah yang ada karena narkotika ini merupakan narkotika yang merepotkan dan tentunya dapat merusak anak anak bangsa

Selalu Hidup Sehat ya Teman Teman selalu bijak memakai media sosial dan hindari semua interaksi yang dianggap mencurigakan
#Hidup100PersenSehat
#AlexisVctor

Ingin melihat seluruh postingan ?

Klik disini ya 

Butuh bantuan?
Hubungi kami

6 + 13 =

Hubungi Kami

184

callcenter@bnn.go.id

JL.M.T. Haryono No. 11, Cawang,

Kramat Jati, Jakarta Timur 13630,

Indonesia

Copy link