#IsiDenganKarya

“Ini Cerita Tentang Aku”

REAN (Rumah Edukasi Anti Narkoba) mengajak generasi milenial dan generasi Z dalam berkarya yang bersih dari Narkotika. REAN.ID merupakan media informasi, edukasi dan sumber informasi dan edukasi yang dikemas dalam bentuk muda inovasi dengan tujuan sebagai jejaring belajar, berbagi cerita dan inspirasi dalam mengekspresikan karya, menggali potensi dan membangun kepercayaan diri guna memperkuat citra remaja yang gemar mencoba hal baru, Yang mana Informasi dan edukasi ini difokuskan dalam pembuatan konten yang berliterasi di bidang pencegahan narkoba.

Bentuk karya

Video & Musik

Musik merupakan bahasa universal dan video merupakan visualisasi pelengkap dalam bermusik. Dua komponen yang begitu rentan dalam digitalisasi dunia peremajaan. Melalui keduanya, berbagai pesan dapat tersampaikan dan dinikmati semua kalangan.

Fotografi

Dalam jepretan terkandung cerita, begitu prinsip para pelaku penangkap gambar. Memotret merupakan bentuk nyata dalam mengabadikan peristiwa. Melalui potret ataupun foto, kita akan diajak masuk ke dalam peristiwa-peristiwa yang bahkan mungkin tidak pernah kita alami. Temukan kisahmu dalam setiap jepretan.

Desain

Satu gambar berjuta makna. Desain merupakan moda awal dalam pembentukan suatu gagasan. Dalam setiap inchi goresannya terdapat beragam arti yang penuh art. Dinamisnya sosial media menjadikan dunia desain sesuatu yang mahal dan paling dibutuhkan, baik dalam dunia bisnis maupun seni.

Artikel

Menulis merupakan proses mengabadikan nama, cerita dan sejarah. Menulis juga bagian dari treatment dan relaksasi diri untuk jujur dalam bercerita. Merekam segala yang terlihat, mendengar segala yang terucap, merasakan segala yang berbaur, dan kemudian disatukan dalam sebuah tulisan. Karena kata-kata mampu mengubah segalanya.

Out of the Box dapat Menyelesaikan Masalah, Kok bisa?

Pertanyaan menarik buat kamu yang penasaran kenapa sih kita diharuskan berpikir out of the box? Jika kamu telah memiliki pertanyaan tersebut artinya kamu sudah siap untuk jadi orang kreatif 100 persen dengan segala keunggulannya. Tapi, sebelum kita menggali...

Apakah Kamu Termasuk Orang Sibuk Atau Orang Produktif?

Tahukah kita bahwa sebenarnya ada hal yang mendasar yang berbeda dari sibuk dan produktif. Orang yang sibuk jelas mempunyai perbedaan dengan orang produktif. Bisa dikatakan orang yang sibuk belum tentu produktif. Akan tetapi, orang yang produktif tentunya mempunyai...

Bahagia 100 Persen dengan Gaya Hidup Minimalis

Di zaman yang serba modern ini, pastinya akan semakin banyak barang dan keperluan lainnya yang menawarkan banyak pilihan untuk dibeli. Namun terkadang, banyak orang membeli barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka atau hanya sekedar memuaskan keinginan sesaat....

Keseruan yang kamu unggah
bakal ter-update dibawah ini

Out of the Box dapat Menyelesaikan Masalah, Kok bisa?

Pertanyaan menarik buat kamu yang penasaran kenapa sih kita diharuskan berpikir out of the box? Jika kamu telah memiliki pertanyaan tersebut artinya kamu sudah siap untuk jadi orang kreatif 100 persen dengan segala keunggulannya. Tapi, sebelum kita menggali manfaatnya, rasanya kurang sip bila kita belum tahu apa definisi dari berpikir kreatif.

Menurut para ahli, berpikir kreatif adalah kemampuan seseorang unuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada. Secara singkat berpikir kreatif dapat dipahami sebagai “proses menghasilkan ide”. Lalu, dari ide tersebut akan diadakan pengujian, nah pengujian di sini maksudnya yakni agar ide tersebut dapat diterima esensi manfaatnya bagi orang lain maupun diri sendiri. Dengan begitu ide bukanlah sekadar gagasan kosong yang tidak berguna, melainkan sebuah ide yang dapat menghasilkan solusi dalam permasalahan yang ada.

Setuju atau tidak, kreativitas adalah suatu teka-teki yang tak terduga oleh siapapun. Pikiran yang out of the box bisa muncul saat kita sedang memikirkannya atau kadang bisa tidak muncul sama sekali. Sampai sekarang belum ada yang tahu bagaimana proses sebuah ide dapat terbentuk di dalam pikiran manusia. Nah, apasih manfaatnya bila kita berpikir out of the box?

1. Menikmati Masalah.

Apa kamu termasuk tipe yang suka mengeluh bila mendapatkan masalah? Hal tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi karena sifat mengeluh telah menjadi watak dasar manusia. Tapi kamu tahu nggak sih, kalau hidup itu identik dengan masalah? Jadi, kalau nggak ada masalah mungkin kamu belum merasakan yang namanya hidup. Karena kehidupan begitu dekat dengan masalah, maka selayaknya kita dapat mengembangkan otak agar kita dapat berpikir kreatif.

Loh kok gitu sih? Ini terjadi karena saat kamu berpikir kreatif, kamu mampu menghadapi masalah tersebut, atau setidaknya kamu dapat menikmatinya. Bagaimana pula caranya menikmati masalah? Hanya bila kamu tertekan atau stres ketika masalah berdatangan, itu artinya kamu bisa menikmati masalah. Nah, kalau sudah bisa menikmati masalah, rasanya mencari jalan keluar terbaik masalah itu bisa semakin mudah.

2. Menjadi Orang Yang Selalu Positif.

Percaya atau tidak berpikir kreatif juga dapat membuat kita menjadi orang yang berpikir positif loh. Misalnya, rasa optimis, percaya diri, dan berbaik sangka. Kita juga dapat melihat peluang dalam permasalahan yang kita hadapi bila kita berpikir positif. Hal ini menjadi poin penting bagi kita untuk mengambil kesempatan dalam memperoleh peluang yang ada. Banyak orang bilang “kesempatan tidak muncul dua kali” atau “ambilah kesempatan itu selagi ia menghampirimu”. Tapi, bagi orang yang berpikir positif mereka akan memiliki mindset untuk menciptakan sebuah peluang, karena kesempatan akan datang berkali kali bila kita memanggilnya. Seperti itukan seharusnya orang yang berpikir positif?

3. Mengantarkan Pada Kebahagiaan

“Doa yang paling banyak diminta barangkali adalah kebahagiaan”, nah kabar baiknya, bertindak kreatif rupanya bisa jadi jalan untuk mewujudkannya. Tentu dengan tindakan nyata  serta faktor lainnya. Bahagia 100 persen itu sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk tertawa dan merasa nyaman. Kebahagiaan dapat dicapai bila kita mampu memecahkan suatu permasalahan dengan menemukan solusi yang kita kembangkan melalui berpikir kreatif. Kebahagiaan juga dapat kita rasakan dengan hal kecil seperti membantu teman dalam kesulitan.

Jangan pernah takut untuk berani mengemukakan ide atau gagasan, sekalipun itu aneh. Karena setiap ide yang kita buat akan memacu otak untuk lebih berpikir kreatif lagi. Percaya diri menjadi kunci utama dalam menumbuhkan kreativitas yang pastinya 100 persen.

Apalagi di era teknologi seperti sekarang, yang mana media untuk menuangkan ide atau gagasan tidak hanya dapat dilakukan melalui penyampaian dalam mimbar. Kreativitas dapat kita publikasikan melalui media cetak, media sosial pribadi, baik berupa tulisan ataupun visual. Maka dari itu, mari kita sama-sama mengembangkan ide-ide yang ada dan menikmati proses berpikir kreatif.

Apakah Kamu Termasuk Orang Sibuk Atau Orang Produktif?

Tahukah kita bahwa sebenarnya ada hal yang mendasar yang berbeda dari sibuk dan produktif.

Orang yang sibuk jelas mempunyai perbedaan dengan orang produktif. Bisa dikatakan orang yang sibuk belum tentu produktif. Akan tetapi, orang yang produktif tentunya mempunyai kesibukan.

Dari uraian tersebut, menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk hidup 100 persen. Menjadi sibuk juga belum tentu memberikan banyak manfaat.

Kamu perlu mengetahui apa perbedaan antara sibuk dan produktif. Ada beberapa hal yang dapat dibedakan antara orang sibuk dan produktif.

1. Misi Terukur vs Misi yang Tidak Terukur.

Orang sibuk cenderung tidak memiliki tujuan. Orang sibuk mengambil banyak langkah agar mendapatkan hal yang terbaik bagi dirinya.

Sementara orang produktif berbeda. Ia akan mengambil langkah yang jelas dengan tujuan yang dicapainya nanti. Dengan begitu, semua keputusan dan langkahnya lebih terukur.

2. Prioritas Orang Sibuk vs Prioritas Orang Produktif.

Orang yang sibuk akan mempunyai banyak prioritas untuk dijalankan. Terkadang hal tersebut menjadikannya tidak fokus sehingga hasilnya kurang sempurna.

Sementara orang yang produktif jelas memiliki prioritas dalam hidupnya yang tak sebanyak orang sibuk. Ia tahu mana yang akan dicapai dan akan jalankan sebagai prioritas utama.

3. Bertidak Dulu Apa Pun Hasilnya vs Membayangkan Hasilnya Baru Bertindak.

Orang yang selalu sibuk cenderung fokus pada apa yang dikerjakan dan jarang memikirkan kejelasan dari hasil kerjanya nanti.

Sementara orang yang produktif cenderung memikirkan kejelasan dari apa yang dilakukannya. Orang produktif cenderung memikirkan dan mengevaluasi hasil kerja setelah melakukannya.

4. Menonjolkan Kesibukan vs Menonjolkan Hasil Kerja.

Sibuk dengan membicarakan tentang apa yang sudah dan sedang dilakukan adalah ciri-ciri orang sibuk. Sementara orang produktif cenderung berbicara tentang hasil dan pencapaian yang telah diraih.

Karena itu, orang yang produktif cenderung mempunyai pengalaman dengan pencapaian yang baik dibandingkan dengan orang sibuk yang memliki banyak aktivitas.

5. Menyelesaikan Setengah-Setengah vs Menyelesaikan hingga 100 persen.

Orang sibuk biasanya suka melakukan banyak hal, tapi menyelesaikannya setengah-setengah. Berbeda dengan orang produktif yang melakukan satu hal dan fokus pada hal tersebut hingga selesai.

Contohnya, orang produktif akan mengikuti kelas menulis dengan target akan menerbitkan buku dalam kurun waktu ke depan. Sementara orang sibuk akan mengikuti banyak kelas semisal menulis, tari, seni dan banyak lagi tanpa ada tujuan yang jelas.

Dengan menghitung dan memanfaatkan waktu yang dimiliki, mengatur tujuan serta melakukan penataan pada tujuan ke depan adalah cara orang produktif dalam berpikir. Karena itu, menjadi produktif adalah cara yang terbaik bagi kita untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki agar hidup 100 persen.

Bahagia 100 Persen dengan Gaya Hidup Minimalis

Di zaman yang serba modern ini, pastinya akan semakin banyak barang dan keperluan lainnya yang menawarkan banyak pilihan untuk dibeli. Namun terkadang, banyak orang membeli barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka atau hanya sekedar memuaskan keinginan sesaat. Seiring berjalannya waktu, barang yang sudah dibeli dan tidak terpakai itu hanya akan menjadi pajangan saja. Hal ini dikarenakan kamu tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut.

Jika sudah begitu, penting untuk kamu memulai gaya hidup yang minimalis. Menjalani gaya hidup minimalis ada dengan membeli dan memakai barang yang hanya dibutuhkan saja serta berusaha menahan keinginan untuk membeli barang yang tidak sesuai dengan keperluan pribadi. Hidupmu juga akan lebih bahagia dan tidak mengalami penyesalan dikemudian harinya akibat menghabiskan waktu dan uang dengan barang yang tidak sesuai dengan keperluan. Nah berikut lima alasan mengapa kamu bisa bahagia dengan gaya hidup yang minimalis.

1. Hidup yang Sederhana

Menjalani hidup minimalis akan membiasakan dirimu menjadi pribadi yang sederhana dan lebih menghargai barang sesuai dengan nilai dan kualitasnya. Namun, bukan berarti kamu tidak diperbolehkan untuk membeli barang yang kamu sukai. Jika kamu memang menyukai barang tersebut dan ingin membelinya, pastikan barang tersebut memang sesuai dengan kebutuhanmu. 

Dengan membeli barang seperlunya, kamu juga tidak akan pusing untuk mengatur letak barang tersebut dan akan lebih mudah mengingat letak dari barang yang memang kamu perlukan. Hidupmu juga akan lebih simple dan ngga perlu ribet dalam melakukan apapun. 

2. Menghemat Pengeluaran yang Tidak Penting

Salah satu alasan mengapa kamu perlu menjalani gaya hidup minimalis adalah kamu bisa lebih menghemat pengeluaran yang tidak terlalu penting. Artinya kamu hanya menghabiskan waktu dan biaya pada barang yang memang sesuai dengan kebutuhanmu. 

Setelah kamu berhasil menerapkan gaya hidup yang minimalis, kamu bisa memulai untuk menabung serta melakukan investasi sejak dini untuk masa depanmu nanti. Dengan begitu, waktu dan biaya yang kamu habiskan saat ini tidak terbuang percuma karena kamu masih menyempatkan diri untuk menabung.

3. Hidup Lebih Ringan dan Teratur

Pernahkah kamu merasa rumahmu begitu penuh dan sumpek? Jika memang iya, sudah saatnya kamu perlu membereskan barang-barangmu sendiri. Mulailah untuk menyingkirkan barang yang tidak bisa dipakai lagi. Kemudian kamu bisa sisakan barang yang memang kamu perlukan dan masih bisa digunakan setiap harinya. 

Barang yang sudah tidak kamu perlukan bisa kamu jual kembali atau kamu berikan kepada teman atau saudaramu yang lebih memerlukan barang tersebut. Dengan begitu, hidupmu akan lebih terasa ringan dan teratur. Sebab dari pengalaman tersebut bisa menjadi pembelajaran bahwa mempunyai barang yang sesuai kebutuhan atau prioritas lebih penting daripada mengoleksi barang yang nantinya hanya menjadi pajangan saja.

4. Pikiran Lebih Fokus pada Hal Penting

Gaya hidup minimalis juga menjadikan pikiranmu lebih fokus pada hal yang lebih penting atau yang menjadi prioritas hidupmu. Daripada menghabiskan waktu pada hal yang tidak penting, waktu serta biaya lebih bisa difokuskan pada kesehatan dan hal penting lainnya.

Gaya hidup minimalis juga memberikanmu kesempatan untuk bisa mengajarimu hidup sesuai dengan kebutuhan dan membeli barang seperlunya saja. Tentunya dengan harapan barang atau keperluan tersebut bisa awet atau bertahan lama untuk dipakai dan digunakan. 

5. Bebas Dari Rasa Iri

Alasan terakhir menjalani gaya hidup minimalis bisa bikin kamu bahagia adalah kamu bebas dari rasa iri dan membanding-bandingkan. Sebab jika kamu terus mengikuti tren atau kebiasaan orang lain yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu, hal itu hanya akan sia-sia dan merugikan dirimu sendiri. 

Dengan hidup minimalis, kamu akan lebih merasa nyaman dengan gaya hidupmu sendiri  yang memang sesuai dengan kebutuhan dan style kamu sendiri. Kamu bisa bebas memakai pakaian yang nyaman, bebas menyantap makanan kesukaanmu dan memakai kendaraan yang memang sesuai dengan kebutuhanmu tanpa perlu mengikuti gaya hidup orang lain. 

Nah, sobat cegah .. sudah waktunya bahagia 100 persen! Yuuuk mulai hidup minimalis!

Bagaimana Punya Harapan Membuat Lebih Sehat dan Bahagia 100 Persen?

Seringnya, orang-orang enggan untuk berharap karena takut harapan tersebut tak akan terwujud. Harapan juga kerap dikaitkan dengan sebuah ekspektasi yang dimiliki untuk orang lain. Padahal ketika memiliki harapan, bukan berarti hanya diam dan menunggu sampai impian menjadi nyata.

“Hope is a waking dream”, sepenggal perkataan dari Aristoteles yang belum disadari oleh banyak orang.

Harapan sering disalah artikan sebagai sebuah angan-angan belaka yang tak berdasar. Padahal, harapan adalah impian yang bisa saja diwujudkan di dunia nyata. Harapan juga keyakinan bahwa segala keadaan akan berubah menjadi lebih baik, tak peduli seberapa besar atau kecil.

Dengan kata lain, ketika seseorang memiliki harapan, mereka juga seharusnya sudah memiliki cara dan sebuah usaha untuk membuatnya jadi kenyataan. Tidak cuma mimpi yang hanya menghampiri sesekali, seseorang juga harus menghadapi dunia nyata saat ia berharap.

Tidak hanya memberikan dampak yang baik untuk keadaan psikologi, adanya harapan juga dapat berpengaruh baik terhadap kesehatan fisik.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang memiliki harapan memiliki persepsi nyeri yang lebih rendah. Harapan yang masih berkaitan erat dengan optimisme ternyata secara tidak sadar dapat mengubah persepsi orang terhadap rasa sakit yang muncul.

Menurut laman hallosehat.com, Salah satunya studi kasus kontrol yang dipublikasikan pada Current Pain and Headache Reports. Pasien dengan kondisi kelainan sendi rahang yang memiliki optimisme lebih rendah merasakan ketidaknyamanan akibat nyeri lebih tinggi dibandingkan pasien yang tinggi optimisme. Hal tersebut menunjukkan bahwa rasa sakit sebenarnya bisa dipengaruhi oleh interpretasi emosional dan kognitif seseorang. Ketika seseorang tak terlalu memusatkan perhatian pada sakit yang akan muncul, ia juga akan mengurangi kemungkinan untuk merasakan nyeri yang lebih hebat.

Tak sampai di situ, dengan memiliki harapan secara tak langsung  sudah berusaha menjaga kesehatan jantung, proses fisiologis seperti sirkulasi darah dan pernapasan, serta menjaga tekanan darah agar tetap berada di angka yang normal.

Oleh karena itu, jangan takut dan merasa ragu untuk berharap. Namun juga harus mengingat bahwa harapan juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dalam berusaha untuk menggapainya dan bahagia 100 persen.

Ingin melihat seluruh postingan ?

Klik disini ya 

Don’t Click Me

VIDEO & FILM

DESAIN

ARTIKEL

Butuh bantuan?
Hubungi kami

10 + 11 =

Hubungi Kami

184

callcenter@bnn.go.id
JL. M.T. Haryono No. 11, Cawang,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13630,
Indonesia

Website Cegah Narkoba BNN

Copy link