#IsiDenganKarya

Event Seru Saat Ini

Lomba Video Kreatif  [Closed]

Sobat Cegah hobi buat video atau punya ide kreatif untuk video ?
Jangan disimpen aja ? Yuk ikutan lomba ini

“Ini Cerita Tentang Aku”

REAN (Rumah Edukasi Anti Narkoba) mengajak generasi milenial dan generasi Z dalam berkarya yang bersih dari Narkotika. REAN.ID merupakan media informasi, edukasi dan sumber informasi dan edukasi yang dikemas dalam bentuk muda inovasi dengan tujuan sebagai jejaring belajar, berbagi cerita dan inspirasi dalam mengekspresikan karya, menggali potensi dan membangun kepercayaan diri guna memperkuat citra remaja yang gemar mencoba hal baru, Yang mana Informasi dan edukasi ini difokuskan dalam pembuatan konten yang berliterasi di bidang pencegahan narkoba.

New Releases

Manfaat Menonton Film Komedi yang Bisa Bikin Stres Berkurang

Sobat cegah, film komedi apa yang terakhir kali kamu tonton? Tahu nggak sobat cegah? Genre komedi menjadi salah satu genre yang memiliki banyak peminat juga manfaat lho. Genre tersebut memberikan manfaat yang baik, yakni sebagai penghilang stres. Banyak film yang mengandung unsur komedi menarik. Selain sebagai penghilang stres, berikut ini manfaat lainnya dari menonton film komedi:

1. Mengurangi Kecemasan
Manfaat menonton film dengan genre komedi adalah mengurangi kecemasan. Pasalnya, melalui tawa pikiran akan lebih rileks. Alhasil secara tidak langsung akan mengurangi kecemasan. Kalau kamu sedang merasa cemas bisa menjadikan ini sebagai solusi alternatif. Selain itu, seseorang yang mempunyai rasa humor tinggi, tingkat kecemasan yang dirasakan akan semakin rendah .

2. Mengurangi Tekanan Darah
Dilansir dari halodoc.com, manfaat dari menonton genre komedi adalah bisa mengurangi tekanan darah. Kamu bisa melakukan terapi atau kelas tertawa agar bisa mudah tertawa saat sedang stres. Tujuan dari sesi terapi tersebut adalah untuk merangsang tawa agar menyenangkan dan melatih napas. Terapi tawa dilakukan dengan cara kontak mata dan latihan pernapasan. Kamu bisa menjalaninya selama minimal 3 bulan. Setelah itu, tekanan darah akan mengalami penurunan 5-7 mmHg. Hal ini tentunya lebih banyak dibandingkan dengan terapi musik yang hanya menurunkan 6 mmHg saja. Dengan sering menonton film komedi, kamu bisa menjalankan terapi tawa tersebut.

3. Mengurangi Rasa Nyeri
Siapa sangka, ternyata tertawa bisa membantu kamu untuk mengurangi rasa nyeri. Di Prancis pada abad ke-14, pernah ada ahli yang menggunakan humor untuk mengalihkan pasien dari rasa sakit. Hal ini membuktikan bahwa pasien tersebut hanya membutuhkan sedikit obat penenang dibandingkan dari pasien yang tidak menonton komedi. Selain itu, kebiasaan menonton film komedi bisa membantu menurunkan kadar kalori dan hormon stres.

Jadi sobat cegah, sesekali cobalah untuk menikmati hidup dengan nonton film komedi. Nggak hanya stres saja yang hilang, tapi kamu akan merasa lebih hidup lho!

Gak Perlu Memaksa Bahagia, Ini Alasan Kamu Perlu Menikmati Kekecewaan

Kamu sering memaksa diri untuk tetap bahagia meskipun hatimu sedang tidak baik-baik saja? Percayalah bahwa hal tersebut sebenarnya gak boleh dilakukan karena hanya akan berdampak buruk bagi ketenangan hatimu. Ketika kekecewaan menguasai hati, cobalah untuk menikmatinya.

Percayalah bahwa hal tersebut pasti akan membuatmu menjadi lebih tenang. Ada beberapa alasan masuk akal yang bisa menyadarkanmu bahwa sejatinya menikmati kesedihan itu diperlukan. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Yuk kita bahas!

1. Ingatlah bahwa kamu memiliki kapasitas hati yang terbatas

Tidak bisa dimungkiri bahwa setiap orang pasti memiliki kapasitas hati yang terbatas. Dengan adanya hal tersebut, kamu gak boleh memaksa diri untuk tetap bahagia meskipun ada kekecewaan yang cukup mendalam. Coba rasakan bagaimana kekecewaan itu membuatmu menjadi sakit agar kamu paham seberapa batas kekuatan hatimu.

2. Terkadang kamu perlu menerima kekecewaan untuk ketenangan batin

Menerima kegagalan meskipun dengan rasa kecewa akan dapat menenangkan batinmu. Hal itu karena kamu tidak akan menolak sesuatu yang sebenarnya tidak menjadi hakmu. Kamu akan terbiasa menerima apapun hal dengan lapang dada. Dengan adanya hal tersebut, batin yang tenang pasti akan menyelimuti dirimu. Maka dari itu mulai sekarang cobalah untuk terbiasa menerima kekecewaan tanpa memaksa diri agar tetap bahagia.

3. Tidak semua masalah itu harus dihadapi dengan senyuman

Percayalah bahwa tidak semua masalah itu bisa kamu hadapi dengan senyuman. Terkadang kamu harus mau merasakan rasa sakit karena hal tersebut akan menyadarkanmu. Ketika rasa sakit itu muncul, kamu akan paham bagaimana titik terlemahmu. Kamu pasti akan terus menggali terkait solusi yang bisa ditawarkan untuk menutupi kekurangan tersebut. Maka dari itu cobalah untuk tidak memaksa tetap bahagia meskipun kekecewaan menyelimuti diri.

4. Dengan meratapi kesedihan akan membuat dirimu menjadi lebih baik

Percayalah bahwa meratapi kesedihan akan membuatmu bisa memanajemen kekecewaan dengan baik. Hal itu karena kamu sudah terbiasa menghadapi berbagai macam situasi sulit sehingga paham untuk mengatasinya. Kamu juga akan menjadi orang yang bijaksana karena tidak gegabah dalam mengambil keputusan demi ketenangan batin.

5. Terlalu memaksa bahagia hanya akan membuatmu membohongi diri sendiri

Pura-pura bahagia akan membuat dirimu menjadi semakin kacau. Sebelumnya ‘kan sudah disebutkan bahwa setiap orang perlu menerima terkait kegagalan yang mereka dapatkan. Bersedih dan kecewa terhadap hal tersebut adalah seribu kali lebih baik. Untuk apa membohongi dirimu sendiri jika hal tersebut malah akan menjadi bumerang nantinya? Maka dari itu mulai sekarang cobalah untuk tetap jujur terhadap diri sendiri meskipun situasi sedang sulit.

Itulah alasan mengapa kamu perlu menikmati kesedihan dan kekecewaan. Meskipun kedengarannya cukup aneh, namun percayalah bahwa hal tersebut akan membuatmu menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Mengenal 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Ditetapkan Pemerintah

Vaksinasi adalah bagian dari penanganan COVID-19 di Indonesia, selain 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun) dan 3T (Testing, Tracing, Treatment). Kementerian Kesehatan, melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/9860/2020, telah menetapkan 6 jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin itu merupakan produksi dari PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc. – BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Dilansir dari halodoc.com, berikut 6 jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia:

1. Vaksin Merah Putih (PT. Bio Farma)
PT. Bio Farma mengembangkan vaksin corona yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Targetnya, vaksin ini akan rampung pada 2021 dan didistribusikan pada awal 2022, setelah vaksin melalui seluruh tahap uji klinis fase I-III. Sejauh ini, Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh sejumlah universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia. Pemerintah juga terus mengawal dan mendukung proses pengembangan vaksin. Adapun bibit Vaksin Merah Putih diharapkan sudah dapat diserahkan kepada PT. Bio Farma pada 2021, lalu uji klinis akan dilakukan.

2. Vaksin Astrazeneca
Kandidat vaksin selanjutnya adalah yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca. Adapun jenis vaksin yang dikabarkan akan digunakan oleh Indonesia adalah AZD1222. Uji coba yang dilakukan sejauh ini menunjukkan vaksin corona AstraZeneca memiliki keefektifan yang cukup tinggi. Saat ini, uji coba vaksin terhadap 20.000 sukarelawan masih terus berlanjut. Salah satu keunggulan vaksin AstraZeneca adalah vaksin ini dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.

3. Vaksin Sinopharm
Vaksin buatan China National Pharmaceutical Group Corporation ini masih dalam tahap akhir uji coba. Namun, di China, kurang lebih satu juta orang telah disuntik menggunakan vaksin ini dengan izin penggunaan darurat. Sebelum vaksin corona Sinopharm terbukti berhasil seluruhnya, vaksin hanya digunakan pada pejabat China, pelajar, dan pekerja yang akan bepergian. Pada September 2020 lalu, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini.

4. Vaksin Moderna
Vaksin corona buatan Moderna diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen. Pada November lalu, Moderna mengaku mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 pada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Mereka meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk penggunaan darurat.

5. Vaksin Pfizer Inc dan BioNTech
Pfizer dan BioNTech yang juga memproduksi vaksin corona telah mengajukan penggunaan darurat vaksin yang diproduksinya ke BPOM Amerika Serikat dan Eropa. Pada uji coba terakhir 18 November 2020 lalu, mereka mengklaim vaksinnya memiliki efektivitas 95 persen untuk menangkal virus corona dan tidak menimbulkan risiko efek samping yang berarti.

6. Vaksin Sinovac
Vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd. yang diberi nama CoronaVac ini sudah memasuki uji coba tahap akhir. Sinovac juga melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Hasil awal pada monyet menunjukkan vaksin menghasilkan antibodi yang bisa menetralkan 10 galur Sars-coV-2.

Dari keenam vaksin tersebut, vaksin Sinovac yang telah digunakan pemerintah Indonesia. Gimana sobat cegah, siapkah kamu untuk divaksin?

Mengenal Ghosting, Istilah yang Dekat dengan Milenial dan gen Z

Ghosting merupakan sebuah situasi ketika seseorang memutuskan hubungan dengan menghentikan seluruh komunikasi secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan. Dia, orang yang selama ini jadi teman komunikasi melalui gadget, hingga terjalin hubungan yang nyaman, tiba-tiba menghilang seperti hantu. Istilah ghosting tidak hanya berlaku pada hubungan asmara saja, ghosting juga bisa dilakukan antara teman, partner bisnis, maupun rekan kerja. Lalu bagaimana menyikapinya?

Dilansir dari kompas.com, berikut langkah yang harus dilakukan dalam menyikapi ghosting:

1. Jangan Menghubunginya
Saat mendapat perlakuan ghosting, dorongan untuk menghubungi orang tersebut pasti ada. Tapi jangan lakukan hal tersebut. Tetap menghubunginya padahal sudah tahu tidak akan dibalas hanya akan menambah segalanya terasa lebih buruk. Sebaiknya berinteraksilah dengan orang lain yang mampu memberi dukungan. Lihat sekeliling, kita butuh support system.

2. Hindari Curhat di Media Sosial
Terkadang orang mencurahkan isi hatinya di media sosial. Tapi hindari mengungkapkan hal yang tidak menyenangkan seperti ghosting. Hal itu hanya akan membuatmu terlihat menyedihkan dan seolah mencari perhatian. Tindakan tersebut juga tidak membuat orang yang telah melakukan ghosting akan kembali. Ingat yah sobat cegah, anggap sosial media adalah papan billboard yang semua orang akan mampu melihatnya. Jadi, pikir lagi sebelum curhat ke media sosial.

3. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Ketika mendapat perlakuan ghosting, banyak orang yang bertanya-tanya, apakah ada yang salah dalam dirinya sehingga diperlakukan seperti itu. Tapi ingatlah, jangan menyalahkan diri sendiri karena kenyataannya tidak melakukan kesalahan apa pun. Kesalahan ada pada orang yang melakukan ghosting. Menyalahkan diri sendiri hanya untuk mereka yang tidak percaya diri.

4. Belajar dari Pengalaman
Kamu sudah tahu bahwa perlakuan ghosting rasanya tidak menyenangkan. Belajarlah dari pengalaman tersebut dan hindari melakukan ghosting kepada orang lain.

Nah sobat cegah, kamu pernah di-ghostingin atau justru kamu yang meng-ghostingin? Apapun itu, tetap jadi pribadi yang baik yah sobat cegah. Ingat, apa yang kita tanam itu pula yang akan kita tuai!

KAMU INTROVERT? YUK KENALI CIRINYA!

Dikutip dari laman hellosehat.com Introvert adalah sebuah tipe kepribadian yang sering disalahartikan sebagai pemalu. Padahal, introvert dan pemalu tidaklah sama. Seseorang yang pemalu cenderung merasa khawatir atau tidak nyaman saat berada dalam situasi sosial tertentu, khususnya jika harus berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya.

Introvert adalah tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan ekstrovert. Akan tetapi sebenarnya, setiap orang memiliki elemen introvert dan ekstrovert di dalam diri masing-masing. Perbedaannya, ada yang lebih didominasi oleh kepribadian introvert, dan begitu pula sebaliknya, ada yang lebih didominasi dengan karakteristrik ekstrovert.

Sobat cegah suka ngerasa nggak nyaman jika berada ditengah keramaian? atau merasa mudah lelah ketika berhadapan dengan banyak orang? Hmmm .. tenang, itu hal yang wajar kok dan memang hal yang pasti dirasakan oleh seseorang yang kepribadiannya introvert. Apa saja ciri seorang introvert?

1. Energi bisa terkuras saat menghabiskan waktu dengan banyak orang

Para introvert tidak memiliki masalah jika harus berinteraksi dalam situasi sosial. Hanya saja, jika terlalu lama menghabiskan waktu dengan orang lain, energinya akan mudah terkuras habis. Apalagi jika ia harus berinteraksi dengan banyak orang dalam satu waktu. Hal ini tentu berbeda dengan para ekstrovert yang justru mendapatkan energi saat bertemu dengan banyak orang. Oleh sebab itu, untuk mengembalikan energinya, para introvert akan menghabiskan waktu sendiri setelah bertemu dengan banyak orang.

2. Senang menghabiskan waktu sendiri

Mungkin sebagian orang mengira bahwa orang yang suka menyendiri berarti memiliki kepribadian yang tidak menyenangkan. Misalnya, pemurung, sering bersedih, dan sebagainya. Padahal, bagi orang introvert, kebahagiaannya justru didapatkan saat ia bisa menghabiskan waktu sendiri. Kalau kamu seorang introvert, menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang disukai seorang diri adalah waktu yang paling menyenangkan. Hal ini juga dapat membantu kamu untuk “mengisi ulang” energi positif. Namun, bukan berarti introvert akan menyendiri 24 jam dalam sehari.

3. Teman sedikit, tapi berkualitas

Orang sering menyalah artikan bahwa para introvert tidak suka bergaul sehingga tidak memiliki teman dekat. Tentu saja anggapan itu tidak benar, karena saat memiliki kepribadian introversion, kamu tetap saja suka berinteraksi dengan orang lain dan memiliki teman dekat. Meski begitu, jumlah temanmu mungkin tidak sebanyak yang dimiliki oleh para ekstrovert. Namun, pertemanan yang dimiliki oleh para introvert sangat berkualitas. Pasalnya, meski hanya memiliki satu dua orang teman dekat, orang dengan kepribadian ini akan menjaga dan merawat pertemanannya dengan baik.

4. Lebih sadar akan dirinya sendiri

Mengingat bahwa para introvert lebih banyak mendapatkan energi saat sedang sendiri, mereka memiliki kecenderungan lebih sadar atau paham mengenai dirinya sendiri. Kenapa? Karena para introvert sering menyelami pikiran dan perasaannya, sehingga bisa lebih banyak belajar mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan dirinya. Sebagai contoh, para introvert senang jika bisa mencoba berbagai hobi untuk mengetahui mana yang lebih disukainya. Selain itu, mereka juga senang memikirkan hidup yang sedang dan akan dijalani. Ada pula yang senang membaca buku-buku dan menonton film yang berkaitan atau terasa dekat untuk refleksi diri.

Nah, apakah kamu termasuk ke dalam ciri-ciri tersebut sobat cegah? Karena penting banget nih untuk tahu kepribadian diri sendiri. Dengan tahu kepribadian diri, kita akan lebih terarah dalam menentukan passion, pekerjaan, maupun keinginan lainnya. Semangat yah sobat cegah!

Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif

Pemberitaan di era digital ini memang begitu mudah dikonsumsi. Media pemberitaan gak hanya memberi wawasan positif dan menginspirasi. Beragam kejadian di dunia seperti tindak kriminal, asusila, kekerasan dan hate speech, gak lepas dari pemberitaan publik. Ada ratusan kasus negatif yang diangkat dan silih berganti setiap harinya.

Karena kemudahan akses informasi saat ini, dimana semuanya ada dalam genggaman layar gadget, kamu perlu punya rem dalam membatasi asupan berita negatif. Ini alasan yang perlu kamu pertimbangkan. Yuk kurang-kurangin!

1. Terlalu sering melihat berita negatif, bisa memicu stres, cemas dan berpikir negatif 

Dilansir Focusme, studi mengenai pengaruh berita negatif menyebutkan bahwa orang-orang yang terlalu sering melihat kabar negatif mengalami peningkatan stres dan kecemasan. Memandang kehidupan yang dipenuhi tantangan buruk, juga memicu diri untuk berpikir negatif. Gak cukup dengan sikap waspada, kamu bakal cenderung lebih mudah waswas dan curiga. Sebelum dampaknya bertambah parah, sebaiknya pertimbangkan untuk membatasi waktu dalam mengonsumsi berita negatif sewajarnya saja.

2. Berita negatif kadang dikemas sensasional sehingga menyita perhatian 

Kamu mungkin sering melihat kasus sederhana tapi jadi luar biasa karena pemberitaan menyajikan dengan sensasional. Berita yang menarik perhatian memicu rasa takut dalam diri dan akhirnya memilih untuk terpaku pada berita. Ketika emosi sudah hanyut, biasanya kamu akan terus mengikuti untuk melihat apakah ada penyelesaian.

Gak salah memang, tapi kamu harus ingat kalau waktumu sangat berharga. Sedangkan berita negatif itu bakal terus ada dan berganti-ganti. Bukan hanya punya dampak kurang baik karena terpapar berita negatif, tapi waktumu juga habis begitu saja.

3. Berita negatif yang membuatmu sedih bisa berpengaruh pada kesehatan mental 

Banyak hal buruk terjadi di dunia, tapi mental yang berdiam dalam tubuhmu hanya ada satu. Kamu layak untuk mempertimbangkan sebanyak apa kabar negatif yang ingin kamu isi ke dalam harimu. Sebab berita yang menyedihkan dan melukai perasaanmu bisa berpengaruh terhadap kondisi mental dan emosional.

4. Tahu segala berita negatif gak menjamin mendukung tujuan hidupmu 

Memang berita itu banyak menyita perhatian dan bisa dikatakan hal yang cukup penting. Tapi perlu dikatakan bahwa pemberitaan itu mungkin gak mendukung tujuan hidupmu, kecuali kamu memang orang yang berkecimpung di dunia media. Supaya kebutuhan informasi terpenuhi tanpa menggangu tujuan hidupmu, kamu bisa mengikuti segmen berita tertentu setiap harinya dengan durasi yang dibatasi.

5. Berita negatif akan datang lagi dan lagi, sedangkan hidupmu hanya sekali 

Mengurangi kebiasaan tenggelam dalam berbagai berita yang sebenarnya gak kamu butuhkan, bisa membuatmu lebih fokus untuk menciptakan kisahmu sendiri. Berita itu gak ada habisnya, sedangkan hidupmu hanya sekali. Ketika orang lain ramai membahas kasus viral, kamu bisa menghabiskan waktu dengan melukis bersama anak atau belajar memasak menu baru.

Kadang keahlianmu dari belajar memasak menu baru, lebih dirasa bermanfaat oleh orang-orang terdekat daripada kamu tahu banyak hal tentang pemberitaan publik. Intinya sih jangan sampai kamu kecanduan berita negatif. Segala sesuatu yang berlebihan memang gak baik, kan?

 Desain

LIHAT SEMUA >

Healty Comsumptions

Bagaimana mau kuat kalau salah konsumsi.??

Kasus Konsumsi Narkoba di masyarakat semakin bertambah hal ini terjadi karena narkoba memiliki efek yang dapat membuat seseorang menjadi ketergantungan / kencanduan. Konsumsi narkoba berawal dari coba – coba sampai tidak sadar sudah mengalami kencanduan.  Banyak dari kalangan artis ataupun masyarakat yang berkerja mengonsumsi narkoba karena tekanan pekerjaan sehingga berakibat pada tersandung kasus penyalahgunaan narkoba  yang  berpengaruh terhadap status karirnya. Banyak uang tidak menutup kemungkinan seseorang bisa tersandung kasus penyalahgunaan narkoba tetapi dengan cara yang tepat memanajemen keuangan agar dapat disalurkan kepada hal yang positif seperti mengkonsumsi makanan yang sehat yang memiliki dampak positif terhadap jasmani atau tubuh kita.

 Artikel

LIHAT SEMUA >

Manfaat Menonton Film Komedi yang Bisa Bikin Stres Berkurang

Sobat cegah, film komedi apa yang terakhir kali kamu tonton? Tahu nggak sobat cegah? Genre komedi menjadi salah satu genre yang memiliki banyak peminat juga manfaat lho. Genre tersebut memberikan manfaat yang baik, yakni sebagai penghilang stres. Banyak film yang mengandung unsur komedi menarik. Selain sebagai penghilang stres, berikut ini manfaat lainnya dari menonton film komedi:

1. Mengurangi Kecemasan
Manfaat menonton film dengan genre komedi adalah mengurangi kecemasan. Pasalnya, melalui tawa pikiran akan lebih rileks. Alhasil secara tidak langsung akan mengurangi kecemasan. Kalau kamu sedang merasa cemas bisa menjadikan ini sebagai solusi alternatif. Selain itu, seseorang yang mempunyai rasa humor tinggi, tingkat kecemasan yang dirasakan akan semakin rendah .

2. Mengurangi Tekanan Darah
Dilansir dari halodoc.com, manfaat dari menonton genre komedi adalah bisa mengurangi tekanan darah. Kamu bisa melakukan terapi atau kelas tertawa agar bisa mudah tertawa saat sedang stres. Tujuan dari sesi terapi tersebut adalah untuk merangsang tawa agar menyenangkan dan melatih napas. Terapi tawa dilakukan dengan cara kontak mata dan latihan pernapasan. Kamu bisa menjalaninya selama minimal 3 bulan. Setelah itu, tekanan darah akan mengalami penurunan 5-7 mmHg. Hal ini tentunya lebih banyak dibandingkan dengan terapi musik yang hanya menurunkan 6 mmHg saja. Dengan sering menonton film komedi, kamu bisa menjalankan terapi tawa tersebut.

3. Mengurangi Rasa Nyeri
Siapa sangka, ternyata tertawa bisa membantu kamu untuk mengurangi rasa nyeri. Di Prancis pada abad ke-14, pernah ada ahli yang menggunakan humor untuk mengalihkan pasien dari rasa sakit. Hal ini membuktikan bahwa pasien tersebut hanya membutuhkan sedikit obat penenang dibandingkan dari pasien yang tidak menonton komedi. Selain itu, kebiasaan menonton film komedi bisa membantu menurunkan kadar kalori dan hormon stres.

Jadi sobat cegah, sesekali cobalah untuk menikmati hidup dengan nonton film komedi. Nggak hanya stres saja yang hilang, tapi kamu akan merasa lebih hidup lho!

Gak Perlu Memaksa Bahagia, Ini Alasan Kamu Perlu Menikmati Kekecewaan

Kamu sering memaksa diri untuk tetap bahagia meskipun hatimu sedang tidak baik-baik saja? Percayalah bahwa hal tersebut sebenarnya gak boleh dilakukan karena hanya akan berdampak buruk bagi ketenangan hatimu. Ketika kekecewaan menguasai hati, cobalah untuk menikmatinya.

Percayalah bahwa hal tersebut pasti akan membuatmu menjadi lebih tenang. Ada beberapa alasan masuk akal yang bisa menyadarkanmu bahwa sejatinya menikmati kesedihan itu diperlukan. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Yuk kita bahas!

1. Ingatlah bahwa kamu memiliki kapasitas hati yang terbatas

Tidak bisa dimungkiri bahwa setiap orang pasti memiliki kapasitas hati yang terbatas. Dengan adanya hal tersebut, kamu gak boleh memaksa diri untuk tetap bahagia meskipun ada kekecewaan yang cukup mendalam. Coba rasakan bagaimana kekecewaan itu membuatmu menjadi sakit agar kamu paham seberapa batas kekuatan hatimu.

2. Terkadang kamu perlu menerima kekecewaan untuk ketenangan batin

Menerima kegagalan meskipun dengan rasa kecewa akan dapat menenangkan batinmu. Hal itu karena kamu tidak akan menolak sesuatu yang sebenarnya tidak menjadi hakmu. Kamu akan terbiasa menerima apapun hal dengan lapang dada. Dengan adanya hal tersebut, batin yang tenang pasti akan menyelimuti dirimu. Maka dari itu mulai sekarang cobalah untuk terbiasa menerima kekecewaan tanpa memaksa diri agar tetap bahagia.

3. Tidak semua masalah itu harus dihadapi dengan senyuman

Percayalah bahwa tidak semua masalah itu bisa kamu hadapi dengan senyuman. Terkadang kamu harus mau merasakan rasa sakit karena hal tersebut akan menyadarkanmu. Ketika rasa sakit itu muncul, kamu akan paham bagaimana titik terlemahmu. Kamu pasti akan terus menggali terkait solusi yang bisa ditawarkan untuk menutupi kekurangan tersebut. Maka dari itu cobalah untuk tidak memaksa tetap bahagia meskipun kekecewaan menyelimuti diri.

4. Dengan meratapi kesedihan akan membuat dirimu menjadi lebih baik

Percayalah bahwa meratapi kesedihan akan membuatmu bisa memanajemen kekecewaan dengan baik. Hal itu karena kamu sudah terbiasa menghadapi berbagai macam situasi sulit sehingga paham untuk mengatasinya. Kamu juga akan menjadi orang yang bijaksana karena tidak gegabah dalam mengambil keputusan demi ketenangan batin.

5. Terlalu memaksa bahagia hanya akan membuatmu membohongi diri sendiri

Pura-pura bahagia akan membuat dirimu menjadi semakin kacau. Sebelumnya ‘kan sudah disebutkan bahwa setiap orang perlu menerima terkait kegagalan yang mereka dapatkan. Bersedih dan kecewa terhadap hal tersebut adalah seribu kali lebih baik. Untuk apa membohongi dirimu sendiri jika hal tersebut malah akan menjadi bumerang nantinya? Maka dari itu mulai sekarang cobalah untuk tetap jujur terhadap diri sendiri meskipun situasi sedang sulit.

Itulah alasan mengapa kamu perlu menikmati kesedihan dan kekecewaan. Meskipun kedengarannya cukup aneh, namun percayalah bahwa hal tersebut akan membuatmu menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Mengenal 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Ditetapkan Pemerintah

Vaksinasi adalah bagian dari penanganan COVID-19 di Indonesia, selain 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun) dan 3T (Testing, Tracing, Treatment). Kementerian Kesehatan, melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/9860/2020, telah menetapkan 6 jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin itu merupakan produksi dari PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc. – BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Dilansir dari halodoc.com, berikut 6 jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia:

1. Vaksin Merah Putih (PT. Bio Farma)
PT. Bio Farma mengembangkan vaksin corona yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Targetnya, vaksin ini akan rampung pada 2021 dan didistribusikan pada awal 2022, setelah vaksin melalui seluruh tahap uji klinis fase I-III. Sejauh ini, Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh sejumlah universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia. Pemerintah juga terus mengawal dan mendukung proses pengembangan vaksin. Adapun bibit Vaksin Merah Putih diharapkan sudah dapat diserahkan kepada PT. Bio Farma pada 2021, lalu uji klinis akan dilakukan.

2. Vaksin Astrazeneca
Kandidat vaksin selanjutnya adalah yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca. Adapun jenis vaksin yang dikabarkan akan digunakan oleh Indonesia adalah AZD1222. Uji coba yang dilakukan sejauh ini menunjukkan vaksin corona AstraZeneca memiliki keefektifan yang cukup tinggi. Saat ini, uji coba vaksin terhadap 20.000 sukarelawan masih terus berlanjut. Salah satu keunggulan vaksin AstraZeneca adalah vaksin ini dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.

3. Vaksin Sinopharm
Vaksin buatan China National Pharmaceutical Group Corporation ini masih dalam tahap akhir uji coba. Namun, di China, kurang lebih satu juta orang telah disuntik menggunakan vaksin ini dengan izin penggunaan darurat. Sebelum vaksin corona Sinopharm terbukti berhasil seluruhnya, vaksin hanya digunakan pada pejabat China, pelajar, dan pekerja yang akan bepergian. Pada September 2020 lalu, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini.

4. Vaksin Moderna
Vaksin corona buatan Moderna diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen. Pada November lalu, Moderna mengaku mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 pada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Mereka meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk penggunaan darurat.

5. Vaksin Pfizer Inc dan BioNTech
Pfizer dan BioNTech yang juga memproduksi vaksin corona telah mengajukan penggunaan darurat vaksin yang diproduksinya ke BPOM Amerika Serikat dan Eropa. Pada uji coba terakhir 18 November 2020 lalu, mereka mengklaim vaksinnya memiliki efektivitas 95 persen untuk menangkal virus corona dan tidak menimbulkan risiko efek samping yang berarti.

6. Vaksin Sinovac
Vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd. yang diberi nama CoronaVac ini sudah memasuki uji coba tahap akhir. Sinovac juga melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Hasil awal pada monyet menunjukkan vaksin menghasilkan antibodi yang bisa menetralkan 10 galur Sars-coV-2.

Dari keenam vaksin tersebut, vaksin Sinovac yang telah digunakan pemerintah Indonesia. Gimana sobat cegah, siapkah kamu untuk divaksin?

Mengenal Ghosting, Istilah yang Dekat dengan Milenial dan gen Z

Ghosting merupakan sebuah situasi ketika seseorang memutuskan hubungan dengan menghentikan seluruh komunikasi secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan. Dia, orang yang selama ini jadi teman komunikasi melalui gadget, hingga terjalin hubungan yang nyaman, tiba-tiba menghilang seperti hantu. Istilah ghosting tidak hanya berlaku pada hubungan asmara saja, ghosting juga bisa dilakukan antara teman, partner bisnis, maupun rekan kerja. Lalu bagaimana menyikapinya?

Dilansir dari kompas.com, berikut langkah yang harus dilakukan dalam menyikapi ghosting:

1. Jangan Menghubunginya
Saat mendapat perlakuan ghosting, dorongan untuk menghubungi orang tersebut pasti ada. Tapi jangan lakukan hal tersebut. Tetap menghubunginya padahal sudah tahu tidak akan dibalas hanya akan menambah segalanya terasa lebih buruk. Sebaiknya berinteraksilah dengan orang lain yang mampu memberi dukungan. Lihat sekeliling, kita butuh support system.

2. Hindari Curhat di Media Sosial
Terkadang orang mencurahkan isi hatinya di media sosial. Tapi hindari mengungkapkan hal yang tidak menyenangkan seperti ghosting. Hal itu hanya akan membuatmu terlihat menyedihkan dan seolah mencari perhatian. Tindakan tersebut juga tidak membuat orang yang telah melakukan ghosting akan kembali. Ingat yah sobat cegah, anggap sosial media adalah papan billboard yang semua orang akan mampu melihatnya. Jadi, pikir lagi sebelum curhat ke media sosial.

3. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Ketika mendapat perlakuan ghosting, banyak orang yang bertanya-tanya, apakah ada yang salah dalam dirinya sehingga diperlakukan seperti itu. Tapi ingatlah, jangan menyalahkan diri sendiri karena kenyataannya tidak melakukan kesalahan apa pun. Kesalahan ada pada orang yang melakukan ghosting. Menyalahkan diri sendiri hanya untuk mereka yang tidak percaya diri.

4. Belajar dari Pengalaman
Kamu sudah tahu bahwa perlakuan ghosting rasanya tidak menyenangkan. Belajarlah dari pengalaman tersebut dan hindari melakukan ghosting kepada orang lain.

Nah sobat cegah, kamu pernah di-ghostingin atau justru kamu yang meng-ghostingin? Apapun itu, tetap jadi pribadi yang baik yah sobat cegah. Ingat, apa yang kita tanam itu pula yang akan kita tuai!

KAMU INTROVERT? YUK KENALI CIRINYA!

Dikutip dari laman hellosehat.com Introvert adalah sebuah tipe kepribadian yang sering disalahartikan sebagai pemalu. Padahal, introvert dan pemalu tidaklah sama. Seseorang yang pemalu cenderung merasa khawatir atau tidak nyaman saat berada dalam situasi sosial tertentu, khususnya jika harus berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya.

Introvert adalah tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan ekstrovert. Akan tetapi sebenarnya, setiap orang memiliki elemen introvert dan ekstrovert di dalam diri masing-masing. Perbedaannya, ada yang lebih didominasi oleh kepribadian introvert, dan begitu pula sebaliknya, ada yang lebih didominasi dengan karakteristrik ekstrovert.

Sobat cegah suka ngerasa nggak nyaman jika berada ditengah keramaian? atau merasa mudah lelah ketika berhadapan dengan banyak orang? Hmmm .. tenang, itu hal yang wajar kok dan memang hal yang pasti dirasakan oleh seseorang yang kepribadiannya introvert. Apa saja ciri seorang introvert?

1. Energi bisa terkuras saat menghabiskan waktu dengan banyak orang

Para introvert tidak memiliki masalah jika harus berinteraksi dalam situasi sosial. Hanya saja, jika terlalu lama menghabiskan waktu dengan orang lain, energinya akan mudah terkuras habis. Apalagi jika ia harus berinteraksi dengan banyak orang dalam satu waktu. Hal ini tentu berbeda dengan para ekstrovert yang justru mendapatkan energi saat bertemu dengan banyak orang. Oleh sebab itu, untuk mengembalikan energinya, para introvert akan menghabiskan waktu sendiri setelah bertemu dengan banyak orang.

2. Senang menghabiskan waktu sendiri

Mungkin sebagian orang mengira bahwa orang yang suka menyendiri berarti memiliki kepribadian yang tidak menyenangkan. Misalnya, pemurung, sering bersedih, dan sebagainya. Padahal, bagi orang introvert, kebahagiaannya justru didapatkan saat ia bisa menghabiskan waktu sendiri. Kalau kamu seorang introvert, menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang disukai seorang diri adalah waktu yang paling menyenangkan. Hal ini juga dapat membantu kamu untuk “mengisi ulang” energi positif. Namun, bukan berarti introvert akan menyendiri 24 jam dalam sehari.

3. Teman sedikit, tapi berkualitas

Orang sering menyalah artikan bahwa para introvert tidak suka bergaul sehingga tidak memiliki teman dekat. Tentu saja anggapan itu tidak benar, karena saat memiliki kepribadian introversion, kamu tetap saja suka berinteraksi dengan orang lain dan memiliki teman dekat. Meski begitu, jumlah temanmu mungkin tidak sebanyak yang dimiliki oleh para ekstrovert. Namun, pertemanan yang dimiliki oleh para introvert sangat berkualitas. Pasalnya, meski hanya memiliki satu dua orang teman dekat, orang dengan kepribadian ini akan menjaga dan merawat pertemanannya dengan baik.

4. Lebih sadar akan dirinya sendiri

Mengingat bahwa para introvert lebih banyak mendapatkan energi saat sedang sendiri, mereka memiliki kecenderungan lebih sadar atau paham mengenai dirinya sendiri. Kenapa? Karena para introvert sering menyelami pikiran dan perasaannya, sehingga bisa lebih banyak belajar mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan dirinya. Sebagai contoh, para introvert senang jika bisa mencoba berbagai hobi untuk mengetahui mana yang lebih disukainya. Selain itu, mereka juga senang memikirkan hidup yang sedang dan akan dijalani. Ada pula yang senang membaca buku-buku dan menonton film yang berkaitan atau terasa dekat untuk refleksi diri.

Nah, apakah kamu termasuk ke dalam ciri-ciri tersebut sobat cegah? Karena penting banget nih untuk tahu kepribadian diri sendiri. Dengan tahu kepribadian diri, kita akan lebih terarah dalam menentukan passion, pekerjaan, maupun keinginan lainnya. Semangat yah sobat cegah!

Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif

Pemberitaan di era digital ini memang begitu mudah dikonsumsi. Media pemberitaan gak hanya memberi wawasan positif dan menginspirasi. Beragam kejadian di dunia seperti tindak kriminal, asusila, kekerasan dan hate speech, gak lepas dari pemberitaan publik. Ada ratusan kasus negatif yang diangkat dan silih berganti setiap harinya.

Karena kemudahan akses informasi saat ini, dimana semuanya ada dalam genggaman layar gadget, kamu perlu punya rem dalam membatasi asupan berita negatif. Ini alasan yang perlu kamu pertimbangkan. Yuk kurang-kurangin!

1. Terlalu sering melihat berita negatif, bisa memicu stres, cemas dan berpikir negatif 

Dilansir Focusme, studi mengenai pengaruh berita negatif menyebutkan bahwa orang-orang yang terlalu sering melihat kabar negatif mengalami peningkatan stres dan kecemasan. Memandang kehidupan yang dipenuhi tantangan buruk, juga memicu diri untuk berpikir negatif. Gak cukup dengan sikap waspada, kamu bakal cenderung lebih mudah waswas dan curiga. Sebelum dampaknya bertambah parah, sebaiknya pertimbangkan untuk membatasi waktu dalam mengonsumsi berita negatif sewajarnya saja.

2. Berita negatif kadang dikemas sensasional sehingga menyita perhatian 

Kamu mungkin sering melihat kasus sederhana tapi jadi luar biasa karena pemberitaan menyajikan dengan sensasional. Berita yang menarik perhatian memicu rasa takut dalam diri dan akhirnya memilih untuk terpaku pada berita. Ketika emosi sudah hanyut, biasanya kamu akan terus mengikuti untuk melihat apakah ada penyelesaian.

Gak salah memang, tapi kamu harus ingat kalau waktumu sangat berharga. Sedangkan berita negatif itu bakal terus ada dan berganti-ganti. Bukan hanya punya dampak kurang baik karena terpapar berita negatif, tapi waktumu juga habis begitu saja.

3. Berita negatif yang membuatmu sedih bisa berpengaruh pada kesehatan mental 

Banyak hal buruk terjadi di dunia, tapi mental yang berdiam dalam tubuhmu hanya ada satu. Kamu layak untuk mempertimbangkan sebanyak apa kabar negatif yang ingin kamu isi ke dalam harimu. Sebab berita yang menyedihkan dan melukai perasaanmu bisa berpengaruh terhadap kondisi mental dan emosional.

4. Tahu segala berita negatif gak menjamin mendukung tujuan hidupmu 

Memang berita itu banyak menyita perhatian dan bisa dikatakan hal yang cukup penting. Tapi perlu dikatakan bahwa pemberitaan itu mungkin gak mendukung tujuan hidupmu, kecuali kamu memang orang yang berkecimpung di dunia media. Supaya kebutuhan informasi terpenuhi tanpa menggangu tujuan hidupmu, kamu bisa mengikuti segmen berita tertentu setiap harinya dengan durasi yang dibatasi.

5. Berita negatif akan datang lagi dan lagi, sedangkan hidupmu hanya sekali 

Mengurangi kebiasaan tenggelam dalam berbagai berita yang sebenarnya gak kamu butuhkan, bisa membuatmu lebih fokus untuk menciptakan kisahmu sendiri. Berita itu gak ada habisnya, sedangkan hidupmu hanya sekali. Ketika orang lain ramai membahas kasus viral, kamu bisa menghabiskan waktu dengan melukis bersama anak atau belajar memasak menu baru.

Kadang keahlianmu dari belajar memasak menu baru, lebih dirasa bermanfaat oleh orang-orang terdekat daripada kamu tahu banyak hal tentang pemberitaan publik. Intinya sih jangan sampai kamu kecanduan berita negatif. Segala sesuatu yang berlebihan memang gak baik, kan?

Ingin melihat seluruh postingan ?

Klik disini ya 

Butuh bantuan?
Hubungi kami

1 + 3 =

Hubungi Kami

184

callcenter@bnn.go.id

JL.M.T. Haryono No. 11, Cawang,

Kramat Jati, Jakarta Timur 13630,

Indonesia

Copy link