Banyak yang mengatakan bahwa emosi positif adalah salah satu bagian paling penting dan menyenangkan dalam hidup.

Namun, apa sebenarnya makna emosi positif ini?

Melansir Psychology Today, emosi positif dapat didefenisikan sebagai respons multikomponen yang menyenangkan diri dan melibatkan lebih dari sekadar perasaan internal seseorang, seperti perubahan dalam sistem saraf, hormon, ekspresi wajah, pikiran, dan masih banyak lagi. Emosi positif juga berbeda dengan mood positif.
Pasalnya, emosi positif umumnya muncul sebagai hasil dari beberapa pengalaman, cenderung sebentar, dan lebih dekat dengan kesadaran seseorang. Selain itu, emosi positif dapat berbentuk high-energy, seperti kegembiraan atau low-energy, seperti ketenangan.
Manfaat dan contoh emosi positif

Dalam penelitian, emosi positif digambarkan memiliki berbagai manfaat positif, seperti membantu panjang umur, meningkatnya fungsi imun, menurunnya rasa sakit, munculnya kebahagiaan dan meningkatnya kesehatan.

Emosi positif juga memiliki banyak jenis.

Berikut ini, ada beberapa contoh emosi positif berdasarkan teori sirkumplex.

Kegembiraan: Perasaan antusias dan keinginan yang besar.

Kesenangan: Kepuasan emosional yang besar akan sesuatu.

Keheranan: Perasaan terkejut dan heran.

Kebahagiaan: Merasakan atau menunjukkan kesenangan atau kepuasan.

Senang: Perasaan bangga atau puas.

Content: Perasaan kebahagiaan dan kepuasan.

Relaksasi: Keadaan istirahat atau santai.

Tenang: Tidak cemas dan tidak kesal

Perbedaan antara emosi positif ini
tidak seperti emosi negatif yang telah sering dibahas dan dapat dibedakan dengan mudah, banyak bagian dari emosi positif yang masih kurang dipahami perbedaannya.

Barbara Fredrickson, pemimpin penelitian terkait emosi positif, menyebutkan 4 emosi positif inti antara lain sukacita, minat, kepuasan, dan cinta.
Sukacita (kebahagiaan, hiburan, dan kegembiraan)

Rasa sukacita muncul dalam situasi yang aman, akrab, dan usaha yang rendah, dan biasanya menghasilkan keadaan yang disebut sebagai ‘aktivasi bebas’ atau kesiapan untuk terlibat dalam berbagai hal dan membuat seseorang ingin bermain.

Pada orang dewasa, bermain ini bisa berarti membaca, menggunakan imajinasi , atau melakukan kegiatan kreatif lainnya.

Permainan yang menyenangkan juga dapat membantu membangun keterampilan sosial dan emosional seseorang.

Minat (rasa ingin tahu, kegembiraan, keajaiban, aliran)

Minat hadir dalam situasi yang menawarkan perubahan dan kemungkinan. Selain itu, rasa minat membuat kita merasa bahwa ada sesuatu yang penting sehingga kita harus memperhatikan dan berusaha.

Emosi positif satu ini juga dianggap mengarah pada eksplorasi dan pengembangan pengetahuan serta pertumbuhan pribadi.

Kepuasan (ketenangan, kelegaan)

Kepuasan muncul dalam situasi yang aman dengan tingkat kepastian yang tinggi dan tingkat usaha yang rendah. Beberapa orang meyakini bahwa kepuasan membuat kita dapat menikmati keadaan merasa menyatu dengan dunia.

Dengan kata lain, kepuasan akan menghasilkan perluasan pandangan diri dan pandangan dunia bagi seseorang.

Cinta (romantis, companionate love, caregiver love)

Barbara Fredrickson berpendapat bahwa cinta menggabungkan kegembiraan, minat, dan kepuasan. Lalu, orang yang kita cintai akan merangsang pengalaman yang mengarah pada emosi positif lainnya.

Artinya, cinta dapat menuntun kita untuk bermain-main, tumbuh secara pribadi, dan memperluas pandangan dunia kita.

Fredrickson pun berpendapat bahwa emosi positif memiliki kesamaan dalam memperluas pikiran dan tindakan kita serta dapat membangun sumber daya pribadi, sosial, dan intelektual, membuat emosi positif timbul.

Ia juga berpendapat bahwa peningkatan emosi positif tidak hanya baik untuk kesehatan mental, tetapi juga kesehatan, kesuksesan, dan hubungan yang memuaskan.

Nah itu tadi 4 emosi positif yang perlu sobat kembangkan agar mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.

Share via
Copy link