Sobat cegah ngerasa nggak sih? Makin kesini tuntutan society tiba-tiba menjadi penting untuk diwujudkan. Harus kuruslah agar terlihat cantik, harus posting traveling atau makanan enaklah untuk terlihat bahagia. Hmm .. mungkin waktunya kita untuk kembali memberi asupan yang baik untuk hati dan pikiran dengan lebih sering membaca buku. Nah, cobain deh baca buku-buku di bawah ini, supaya bikin kita sadar kalau hidup tidak melulu tentang ‘terlihat’ bahagia.

1. The Subtle Art of Not Giving A F*ck – Mark Manson (Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat)

Ada banyak hal dalam hidup yang tidak perlu kita pedulikan atau kita beri perhatian. Seperti yang bisa kita tangkap dari judulnya, buku ini menunjukkan mengapa sebaiknya kita hanya mempedulikan hal-hal yang memang penting saja. Kebanyakan dari masalah dan stres yang kita alami itu berasal dari pikiran kita yang mempedulikan hal-hal yang salah.

Buku ini juga mengajarkan kita untuk berhenti mencoba selalu positif setiap saat. Sebaliknya, kita justru harus menyadari dan menerima hal negatif yang ada dalam hidup agar kita lebih lega dan bahagia. Ingat, kita masih manusia yah sobat cegah! Kalau sedih, ya nangis ajah! Kalau senang, ya ketawa! Kalau capek, boleh istirahat! Bahagia kan juga perlu naik turun, nggak selalu harus datar.

2. The Alchemist – Paulo Coelho

Nah, buku selanjutnya adalah The Alchemist, salah satu buku Paulo Coelho yang paling terkenal. Buku ini adalah buku yang cocok untuk kamu para pemimpi. Sebuah buku spiritual yang membuatmu sadar bahwa hidup ini adalah petualangan, dan untuk meraih mimpimu, kamu membutuhkan kosistensi dan keberanian untuk menggapainya.

Buku ini mempercayai law of attraction, yaitu jika kamu menginginkan sesuatu, semesta akan bekerja sama untuk membantumu meraihnya. Duh .. jadi makin semangat mewujdukan mimpi!

3. Filosofi Teras

Filosofi Teras adalah sebuah buku pengantar filsafat stoa atau stoisisme yang dibuat khusus sebagai panduan moral anak muda. Buku ini ditulis untuk menjawab permasalahan tentang tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi dalam skala nasional, terutama yang dialami oleh anak muda. Jauh dari kesan filsafat sebagai topik berat dan mengawang-awang, Filosofi Teras justru bersifat praktis dan relevan dengan kehidupan Generasi Milenial dan Gen-Z masa kini.  Secara garis besar, buku ini berisi cara untuk tetap tenang dan menerima apa saja hal yang diluar kendali kita.

4. What I Know For Sure – Oprah Winfrey

Sobat Cegah pasti nggak asing dong sama nama Oprah Winfrey, sosok yang dikenal inspiratif dan punya power dalam memengaruhi kehidupan dunia. Oprah seakan memiliki kekuatan di dalam kata-katanya untuk menyentuh hati dan membuat kita merasa kalau dia ada di samping kita. Seperti seorang Ibu, ia mampu menenangkan dan menghangatkan hati siapa pun yang membaca buku ini.

Ada banyak sekali pelajaran hidup yang bisa kita petik dari buku ini, seperti belajar untuk bersyukur, melakukan hal-hal yang kita senangi dalam hidup, jangan membiarkan rasa takut mengontrol diri, hingga ajakan untuk menemukan dan melakukan tujuan hidup.

5. Kamu Terlalu Banyak Bercanda – Marchela FP

Buku selanjutnya adalah buku KTBB (Kamu Terlalu Banyak Bercanda) karya Marchela FP, buku kedua setelah NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) yang sempat membuat generasi milenial maupun gen-Z mau kembali membaca buku dalam bentuk cetak.

Buku ini adalah kumpulan catatan Awan (karakter utama dalam NKCTHI dan KTBB) tentang perasaan-perasaan negatifnya. Dalam rentang 10 tahun dalam alur cerita yang diciptakan Awan ini, kita membayangkan pada hari-hari kelabunya ia akan mengambil alat tulis dan catatan hariannya, lantas menumpahkannya pada catatan harian. Membacanya, kita seperti mengintip buku harian seseorang.

Catatan-catatan ini memang cenderung terasa abstrak. Tema-tema besar tiap catatannya bisa kita tangkap, tapi kita tidak bisa masuk dan mengetahui secara lebih dalam apa yang terjadi pada Awan ketika catatan itu ditulis. Memang mungkin sengaja begitu. Supaya gambaran-gambaran perasaan itu bisa lebih mudah dipahami atau dicerna sesuai dengan pengalaman personal pembaca. Sejak awal membaca, kita juga bisa mengganti tokoh Awan menjadi diri kita sendiri.

Nah, sobat cegah! Percaya atau enggak, setiap kali kita mulai membaca sebuah buku yang ‘baik’ pada halaman akhir dan kata maupun kalimat terakhir akan menghadirkan kesadaran ataupun rasa yang seringnya menjadi nutrisi baru bagi kita dalam menjalani hidup. Yuuk baca buku untuk sadar 100 persen!

Share via
Copy link