#IsiDenganKarya

Lomba Video Kreatif

Sobat Cegah hobi buat video atau punya ide kreatif untuk video ?

Jangan disimpen aja ? Yuk ikutan lomba ini

“Ini Cerita Tentang Aku”

REAN (Rumah Edukasi Anti Narkoba) mengajak generasi milenial dan generasi Z dalam berkarya yang bersih dari Narkotika. REAN.ID merupakan media informasi, edukasi dan sumber informasi dan edukasi yang dikemas dalam bentuk muda inovasi dengan tujuan sebagai jejaring belajar, berbagi cerita dan inspirasi dalam mengekspresikan karya, menggali potensi dan membangun kepercayaan diri guna memperkuat citra remaja yang gemar mencoba hal baru, Yang mana Informasi dan edukasi ini difokuskan dalam pembuatan konten yang berliterasi di bidang pencegahan narkoba.

Bentuk karya

Video & Musik

Musik merupakan bahasa universal dan video merupakan visualisasi pelengkap dalam bermusik. Dua komponen yang begitu rentan dalam digitalisasi dunia peremajaan. Melalui keduanya, berbagai pesan dapat tersampaikan dan dinikmati semua kalangan.

Fotografi

Dalam jepretan terkandung cerita, begitu prinsip para pelaku penangkap gambar. Memotret merupakan bentuk nyata dalam mengabadikan peristiwa. Melalui potret ataupun foto, kita akan diajak masuk ke dalam peristiwa-peristiwa yang bahkan mungkin tidak pernah kita alami. Temukan kisahmu dalam setiap jepretan.

Desain

Satu gambar berjuta makna. Desain merupakan moda awal dalam pembentukan suatu gagasan. Dalam setiap inchi goresannya terdapat beragam arti yang penuh art. Dinamisnya sosial media menjadikan dunia desain sesuatu yang mahal dan paling dibutuhkan, baik dalam dunia bisnis maupun seni.

Dampak Langsung dan Tidak Langsung Penggunaan Narkoba #hidup100persen #bnnkmataram

Tahukah kalian? Ternyata Indonesia termasuk salah satu negara yang darurat narkoba melihat tingginya tingkat prevalensi narkoba setiap tahunnya.
Mirisnya, kalangan pelajar dan mahasiswa menyumbang angka pengguna narkoba sebesar 27% di Indonesia. Dan tentunya untuk membentengi diri dari persebaran narkoba, akan sangat diperlukan pengetahuan mengenai dampak dari narkoba.
Inilah dampak dari bahaya narkoba secara langsung dan secara tidak langsung yang perlu kita kektahui.
Mulailah untuk #hidup100persen sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa narkoba.

Artikel

Menulis merupakan proses mengabadikan nama, cerita dan sejarah. Menulis juga bagian dari treatment dan relaksasi diri untuk jujur dalam bercerita. Merekam segala yang terlihat, mendengar segala yang terucap, merasakan segala yang berbaur, dan kemudian disatukan dalam sebuah tulisan. Karena kata-kata mampu mengubah segalanya.

Upgrade diri, yuk!

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan sudah hampir tujuh bulan lamanya mewabah namun tanda-tanda kan menghilang tidak jua terlihat terang. Segala sektor kehidupan terdampak, tanpa terkecuali dunia kaula muda. Kaula muda identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi,...

Keseruan yang kamu unggah
bakal ter-update dibawah ini

Jangan Pernah Berpikir Kalau Hidupmu Cuma Jadi Beban, Ayo Hidup 100 Persen!

Pernah gak kamu merasa hidupmu gak berguna dan hanya jadi beban? Perasaan ini biasanya muncul saat kamu gak dihargai atau diperlakukan gak adil. Puncaknya bisa muncul pertanyaan dalam hati, untuk apa aku bertahan hidup kalau hanya jadi beban orang lain?

Berhentilah berpikir putus asa seperti itu, sebab hidupmu terlalu berharga. Pahami uraian berikut supaya kamu gak lagi menganggap dirimu hanya jadi beban dalam hidup. dan mulailah menjalani hidup 100 persen!.

1. Tuhan gak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia, bahkan seekor lalat sekalipun.

Kalau lalat saja diciptakan dengan membawa manfaat untuk mengurai limbah, apalagi sosokmu yang lebih sempurna sebagai manusia. Tak ada kehidupan baru yang diciptakan Tuhan tanpa perencanaan yang sempurna. Meski seseorang itu cacat secara fisik, ia tetap bisa merasa berharga dan bermanfaat bagi kehidupan. Semua itu tergantung dari bagaimana kamu menghargai diri dan mensyukurinya.

2. Pasti ada seseorang yang mensyukuri hadirmu dan gak melupakan kebaikanmu di masa lalu.

Keberadaanmu masih sangat penting bagi seseorang yang mencintaimu dengan tulus, ibumu misalnya. Kamu gak pernah tahu bahwa dalam hidup ini mungkin saja ada seseorang yang mendoakanmu dalam diam karena jasa baikmu dimasa lalu. Dia sangat bersyukur karena hadirmu di dunia. Mereka akan sangat terluka saat tahu kamu bersedih karena merasa jadi beban di kehidupan sekarang.

3. Pada dasarnya, setiap orang adalah beban untuk satu sama lain, hal yang sangat manusiawi kok!.

Kalau bicara soal beban, siapa saja bisa menjadi beban. Anak adalah beban untuk orangtuanya. Orangtua pun bisa menjadi beban untuk anak. Murid adalah beban untuk gurunya. Guru juga bisa jadi beban untuk murid-muridnya. Poinnya adalah, jangan hanya fokus pada beban itu, tapi lihat pula kebermanfaatan dari perannya. Inilah siklus hidup yang sangat manusiawi.

4. Meski manfaatmu cuma secuil, itu tetaplah hal baik yang gak bakal ada tanpa hadirmu.

Kadang kamu gak menyadari peranmu yang istimewa karena penilaian orang yang hanya menuntut sempurna. Ibarat awan mendung yang datang tanpa menurunkan hujan, orang lain bisa saja menggerutu karenanya. Tapi tahukah bahwa sebagian orang bersyukur atas hadirnya yang sempat meneduhkan?

Semua peran baik adalah berharga. Berterimakasihlah pada diri sendiri karena sudah berusaha keras untuk tidak sekadar menjadi beban. Hargai dan banggalah pada peranmu. Jangan hanya fokus pada penilaian buruk orang lain.

5. Kamu gak pantas putus asa hanya karena toxic people yang sulit menghargai orang.

Orang-orang toxic itu tersebar dimana-mana, bukan hanya kamu saja kok yang pernah tersakiti. Mereka yang terbiasa dengan tabiat menyalahkan orang lain atas setiap masalah, memang kerap bikin makan hati. Tapi jangan sampai penilaian mereka bikin kamu putus asa dan menganggap diri sendiri sebagai beban.

Ingatlah pada orang-orang yang mencintaimu, yang akan sangat bersedih kalau kamu memilih putus asa. Cara membalas orang-orang yang menganggapmu sebagai beban adalah dengan memberi manfaat seluas-luasnya pada kehidupan. Jadi tetap fokus pada diri sendiri dan hidup 100 persen, sadar, sehat, produktif, dan bahagia!

Alasan Kenapa Kamu Perlu Bahagia 100 Persen sebelum Mendapatkan Keinginanmu

Banyak hal yang bisa dibicarakan jika topiknya adalah tentang kebahagiaan. Banyak pendapat yang akan muncul jika berbicara tentang kebahagiaan. Salah satunya adalah kaitan antara kebahagiaan dan keinginan yang terwujud.

Rasanya hampir setiap orang akan merasa bahagia 100 persen jika keinginannya terwujud atau terpenuhi. Namun, perlu disadari kalau ada 5 alasan penting kenapa kamu sebaiknya bahagia sebelum mendapatkan keinginanmu. Yuk simak!

1. Agar kamu tidak terlalu bergantung pada keinginan tersebut.

Ya, inilah alasan pertama kenapa kamu sebaiknya merasa bahagia sebelum mendapatkan keinginanmu. Terkadang, keinginan yang muncul malah membuat diri kita bergantung padanya. Mungkin tak akan menjadi masalah jika keinginan tersebut benar-benar terwujud.

Namun apa jadinya kalau yang terjadi adalah sebaiknya? Nah, inilah yang menjadi bahaya yang perlu diwaspadai. Terobsesi dengan keinginan sendiri malah akan memicu rasa frustrasi dan ketidaknyamanan, lho.

2. Agar tidak salah dalam mengartikan makna kebahagiaan yang sesungguhnya.

Jika konsep kebahagiaan yang selama ini kamu pegang adalah harus terpenuhinya keinginan untuk bisa bahagia, maka potensi kekecewaan akan semakin besar. Sebab, pada kenyataannya tidak semua hal atau keinginan bisa terjadi sesuai harapan, ‘kan?

Jadi, dengan merasa bahagia terlebih dahulu maka kamu tidak akan terjebak pada konsep kebahagiaan yang tidak tepat. Sebab, konsep kebahagiaan yang tidak tepat justru akan membuatmu semakin jauh dari makna kebahagiaan yang sesungguhnya.

3. Agar mampu mengendalikan diri jika keinginan telah terwujud.

Jika seandainya keinginanmu terwujud maka kamu pun telah siap dan mampu mengendalikan diri dengan baik. Sangat wajar jika merasa senang atas keinginan yang terwujud.

Tapi perlu diingat, sering kali keinginan yang terwujud datang bersama dengan tanggung jawab yang menyertainya. Artinya jika keinginan yang terwujud tidak dimanfaatkan dengan bijak, mungkin saja keinginan tersebut malah menjadi bumerang untuk diri sendiri.

4. Melatih diri agar mampu berbahagia dalam berbagai situasi dan kondisi.

Pentingnya untuk merasa bahagia sebelum mendapatkan keinginan, tentunya tidak lepas dari alasan penting ini. Ya, sesungguhnya kita sedang melatih diri untuk bisa berbahagia dalam berbagai situasi dan kondisi. Intinya nih, jika keinginan itu terwujud maka kita mampu mensyukurinya dan jika keinginan itu tidak terwujud maka kita mampu untuk mengikhlaskannya. Setuju?

5. Jika sudah bahagia, maka usaha yang dilakukan pun akan terasa lebih ringan.

Bukankah kita akan merasa lebih bersemangat jika menyertakan perasaan bahagia dalam usaha yang kita lakukan? Nah, perasaan bahagia tersebut yang membuat usaha kita untuk mewujudkan keinginan terasa lebih ringan. Oleh karena itu, berbahagia sebelum mendapatkan keinginan merupakan hal yang sangat penting.

Memang idealnya sebelum dan sesudah mendapatkan keinginan perlu disertai dengan rasa bahagia. Namun apapun hasilnya nanti, jangan ragu untuk berbahagia dengan perasaan tulus ya agar dapat yang 100 persen!. Semoga bermanfaat!

Upgrade diri, yuk!

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan sudah hampir tujuh bulan lamanya mewabah namun tanda-tanda kan menghilang tidak jua terlihat terang. Segala sektor kehidupan terdampak, tanpa terkecuali dunia kaula muda.

Kaula muda identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi, berbaur dengan segala macam  komunitas atau organisasi, berkumpul bersama teman sepermainan di sekolah dan perguruan tinggi, dan hal lain yang dominan dilakukan di luar rumah. Lalu bagaimana dengan keadaan dan situasi seperti saat ini? Covid-19 membatasi. Segala aktifitas yang dilakukan di luar rumah harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Bosan? Mungkin iya. Bingung? Bisa selalu dirasa tapi bagi mereka yang tidak memiliki list kegiatan positif. Sedangkan bagi anak muda yang cerdas, segala situasi apapun dalam kondisi terburuk dan sesulit apapun akan selalu didapati celah untuk tetap berkarya aktif, produktif dan penuh manfaat. Jangan matikan potensi pada keadaan, jangan kuburkan diri pada keputusasaan, tapi mari putar itu semua. Mari berkembang bersama. Melatih diri untuk berkembang dan maju dengan mental kuat, pola pikir dahsyat, serta rencana dan aksi yang hebat.  Inilah yang disebut Upgrade diri. Agar setiap diri anak muda terlatih jiwanya untuk tumbuh, berkembang dan maju di berbagai keadaan dalam hidupnya, maka mencoba beberapa tips berikut bisa menjadi pilihan. Inilah tips upgrade diri di masa pendemi:

  1. Upgrade Kemauan

Banyak hal yang bisa diupgrade anak muda di tengah pandemi yang melanda. Salah satunya dimulai dengan upgrade kemauan. Jangan terkurung dalam kemalasan apalagi sampai membiarkannya meningkat pada taraf keterbiasaan. Gawat! Kemauan atau keinginan begitu penting. Ia menjadi modal awal dan niat utama untuk kebaikan aktifitas yang akan dijalankan. Kemauan ini harus diusahakan, dilatih, dipaksa dan dibiasakan. Hingga nanti jadilah sebuah kebiasaan. Apakah itu kebiasaan positif atau negatif? Tergantung kemauan yang dibangun, positif atau negatif.

Coba perhatikan perbandingan berikut ini:

No Kemauan dan kebiasaan 1 Kemauan dan kebiasaan 2 Keterangan
1 Menghujamkan niat dan tekad bangun sebelum subuh Menghujamkan niat bangun siang dikarenakan tidak sekolah, perkembangan kasus corona masih cukup tinggi. Niat/Kemauan
2 Memasang Alarm Tidak memasang alarm Usaha
3 Alarm berbunyi, cuaca begitu dingin, namun tetap mengajak dan memaksa diri untuk bangun. Tiba-tiba terbangun, cuaca begitu dingin, menarik selimut kembali. Adanya Paksaan
4 Sholat subuh berjamaah di masjid Sholat di rumah, terulur waktunya sedikit tidak apa-apa yang penting sholat Kegiatan
5 Olahraga pagi di halaman rumah Lanjut tidur lagi Kegiatan
6 Kebiasaan Positif Kebiasaan Negatif Kebiasaan

 

Berdasarkan dua perbandingan di atas, tentu kita dapat mengambil satu kesimpulan terkait perbedaan anak muda yang berhasil dan tidak. Maka sudah seharusnya anak muda yang ingin berhasil menerapkan kemauan dan kebiasaan nomor 1, bukan sebaliknya. Sekarang pilihan ada di tanganmu, silahkan memilih. Semoga pilihanmu, aku dan kita sama yaitu niat mulia, kebiasaan positif dan berhasil. Let’s upgrade kemauan.

  1. Upgrade Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan sikap taat, konsisten dan komitmen menjalankan aktifitas. Disiplin menjadi pengulangan positif terhadap rencana yang telah ditetapkan dan aktifitas yang dijalankan. Upgrade kedisiplinan juga harus diupayakan, mengapa demikian? Boleh jadi dalam menjalankan aktifitas akan ditemukan berbagai kondisi yang mengharuskan kita beralih mengabaikannya. Syafii Efendi dalam bukunya My Enemy is Me pernah menyampaikan “Musuh terbesar dan terberat adalah dirimu sendiri.” Untuk itu, penting bagi anak muda memiliki prinsip dalam hidupnya. Disisi lain, lingkaran pertemanan dan pergaulan yang positif juga memberi dampak besar bagi seseorang dalam menjaga konsistensi dirinya pada kegiatan positif. Sebagaimana gambaran pada tabel kemauan dan kebiasaan sebelumnya, maka kedisiplinan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi goal akhir.

  1. Upgrade Wawasan dan Pengetahuan

Upgrade memiliki arti meningkatkan atau upaya peningkatan. Istilah ini akrab dengan sosok anak muda. Mengingat masa muda yang sering dijadikan momentum untuk menggali potensi diri, mengembangkan passion, dan sebagainya.

Berbicara tentang upgrade wawasan dan pengetahuan, itu artinya membicarakan tentang upaya untuk meningkatkan cara pandang dan pengetahuan kita. Hadirnya pandemi, membuat banyak orang dari berbagai kalangan ikut menuangkan gagasan sesuai cara pandanganya masing-masing. Berlandaskan ilmu dan pengalaman itu baik, tapi jika sekedar ikut-ikutan tanpa adanya dasar pijakan maka hal tersebutlah yang sangat disayangkan.

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita. Mulai dari buku yang kita baca, tayangan televisi yang kita lihat, siaran radio yang kita dengar, teman bergaul yang kita dekati, akun media sosial yang kita ikuti, dan lain-lain. Tanpa disadari semuanya bisa menjadi panutan dan tuntunan.  Maka penting sekali bagi anak muda untuk memilih, memilah, menyaring segala informasi dan ilmu yang didapat. Hal ini juga yang akan menentukan seberapa luas wawasan dan seberapa bijak cara pandang kita.

Tidak dipungkiri bahwa upgrade pengetahuan di masa pandemi akan terasa jauh berbeda dengan di kondisi tanpa pandemi. Kita dapat ambil contoh saat anak muda upgrade pengetahuan dengan hadir pada seminar kewirausahaan, mampu bertatap muka secara langsung dengan pembicara. Sedangkan sekarang intensitas pertemuan yang mengumpulkan massa diatur ketat. Tapi bukan berarti anak muda tidak bisa upgrade pengetahuan. Lihat saja update beranda di media sosial. Begitu banyak seminar yang dilaksanakan secara daring.  Anak muda mampu ambil bagian, memanfaatkannya untuk mendapatkan pengetahuan sebagai bekal masa depannya.

Anak muda yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas tidak akan gegabah mengambil keputusan dan tidak pula ceroboh dalam menyikapi sebuah keadaan. Melainkan dengan wawasan yang luas mampu mendorong anak muda untuk bijak bersikap, bijak membaca peluang demi untuk tetap berada pada jalan yang akan mengantarkannya meraih keberhasilan.

Indikator keberhasilan dari upgrade diri yang kita lakukan tidak selamanya diukur dari seberapa besar dan seberapa banyak hal materi yang akan kita dapatkan. Tapi dari mencoba membaca buku resep masakan di rumah, kemudian mempraktekkanya hingga tersaji semangkuk sayur sop di meja makan maka itu sudah menjadi cara upgrade diri terbaik. Itulah produktivitas. Mengalahkan sikap konsumtif di kalangan anak muda “yang sedikit sedikit beli, sebentar sebentar beli.”

Ada sebuah catatan singkat di dalam buku Muslim Produktif karya Mohammed Faris:

“Jika Anda membayangkan orang-orang yang sedang asyik main game, mereka memiliki fokus, energi dan jelas mereka punya waktu! Namun, apakah kita menganggap pekerjaan mereka produktif? Tidak juga. Dan disinilah saya menambahkan catatan kecil pada definisi produktivitas dan menyatakan bahwa produktivitas = Fokus x energi x waktu (untuk tujuan yang bermanfaat). Pasti ada sesuatu yang bermanfaat yang ingin Anda raih, dan itu bukan pengejaran tanpa tujuan. Produktivitas adalah tentang membuat pilihan yang cerdas (secara terus menerus) dengan energi, fokus, dan waktu Anda untuk memaksimalkan potensi Anda serta meraih hasil yang bermanfaat.”

  1. Upgrade Kemampuan

Anak muda dikenali dengan cara-cara uniknya dalam mengembangkan diri, meningkatkan skill dan melejitkan passion. Contoh: Di sekolah terdapat kegiatan ekstakurikuler dimana setiap siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk memilih kegiatan sebagai bentuk pelatihan dan peningkatan skill sesuai hobi dan bakat yang dimiliki.

Di masa pandemi saat ini, semua terhenti. Lantas masih adakah jalan solusi? Tentu ada. Ada yang hobi menulis, maka mengikuti kelas kepenulisan daring bisa menjadi jalan, membaca buku yang pernah terbeli namun sama sekali belum terbaca juga langkah tepat untuk melatih teknik dalam menulis. Ada yang hobi kuliner, maka mengumpulkan resep masakan di media sosial kemudian satu persatu dieksekusi melalui aksi juga menjadi jalan solusi. Siapapun yang bersungguh upgrade diri, jalannya pasti akan selalu ada. Mari mencoba dan jangan menyerah. You can do it!

“Bergerak, Upgrade dirimu atau kamu akan tertinggal!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belajar Yuk Lewat Aplikasi yang sering digunakan Pada Ponselmu, Dijamin Asik 100 Persen!

Saat ini masih banyak sekolah dan kampus yang diliburkan karena pandemi COVID-19 masih berlangsung. Mau tak mau kamu harus bisa belajar secara online.

Belajar online gak harus kaku dengan terus-menerus memakai laptop, smartphone Android atau iPhone-mu juga bisa loh! Bahkan aplikasi yang sering kamu gunakan di ponselmu juga bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan. Bisa ya? Bisa dong. Kamu yang generasi millenials dan Gen Z harus bisa mengeksplorasi ilmu di sekitarmu, termasuk di dunia digital untuk sadar pengembangan diri 100 persen.

Tidak usah berlama-lama, mari simak bagaimana cara belajar asyik melalui aplikasi yang sering digunakan di ponselmu pada list  berikut!

1. Selalu ikut seminar online via Zoom.

Zaman sekarang ini, video conference tidak hanya bisa dilakukan melalui komputer. Bermodalkan smartphone Android dan iPhone saja sudah bisa melakukan video conference melalui aplikasi Zoom.

Zoom merupakan salah satu aplikasi video conference yang populer di dunia dan mudah digunakan. Banyak seminar online atau webinar yang diadakan melalui aplikasi ini. Bahkan, belajar atau kuliah online bersama guru atau dosenmu sering menggunakan aplikasi ini.

2. Menonton video pembelajaran di YouTube.

Para millennials dan Gen Z paling gemar nih nonton video lewat YouTube. Eh, jangan lupa menonton video pembelajaran juga ya! Video pembelajaran ini sangat berguna ketika kamu tidak bertatap muka dengan guru atau dosenmu secara langsung. Tinggal subscribe channel yang menyediakan materi pelajaranmu dan aktifkan notifikasinya supaya kamu tidak ketinggalan.

3. Pengetahuan menarik yang tersedia di timeline Instagram-mu.

Jangan cuma ada foto sohib dan idolamu di timeline Instagram-mu. Follow juga akun Instagram yang menyajikan info dan pengetahuan, apalagi tentang materi pelajaranmu. Contoh akun tersebut adalah NASA Goddard, National Geographic, The Smitshsonian, The British Library, dan sebagainya.

Bisa juga kamu mengikuti live Instagram yang membahas tentang ilmu pengetahuan. Hal ini bertujuan supaya kamu tidak menghabiskan waktumu dengan sia-sia.

4. Belajar dan berdiskusi via grup WhatsApp.

Selain untuk bergosip dengan sohibmu, WhatsApp juga bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan loh! Kamu bisa membuat group chat untuk belajar melalui WhatsApp, seperti grup kelasmu. Apalagi jika ada tugas sekolah atau kuliah, kamu bisa buat grup kelompok belajar di aplikasi tersebut.

Sumber belajarnya dapat berupa dokumen, gambar, video, dan voice note yang dikirimkan di grup tersebut. Ditambah lagi kamu bisa saling berdiskusi menggunakan video call sampai delapan orang. Selain itu, seminar online juga sering diadakan di aplikasi ini melalui sebuah grup dengan kapasitas maksimal 256 orang.

5. Browsing segala informasi yang belum kamu ketahui di Mbah Google.

Di mana kamu mempunyai smartphone, di situ pula kamu tidak luput dari browsing atau berselancar di dunia maya. 

Salah satu browser populer yang sering kamu gunakan adalah mbah Google. Biasanya, pada browser tersebut sudah diatur saat dibuka pertama kali dengan tampilan search engine Google. Kamu bisa mengetikkan kata kunci informasi yang kamu inginkan, lalu buka hasil pencarian yang sesuai.

Jika kamu mengetahui alamat website yang ingin kamu buka, tinggal ketik di bagian address bar browser-mu. Materi pelajaranmu pun bisa kamu cari dengan kedua cara tersebut.

Setelah membaca list di atas, apakah kamu sudah terinspirasi untuk memanfaatkan ponselmu menjadi sarana belajar? Yuk saatnya sadar 100 persen ! Agar ditengah pandemi tetep produktif!

Ingin melihat seluruh postingan ?

Klik disini ya 

Don’t Click Me

VIDEO & FILM

DESAIN

ARTIKEL

Butuh bantuan?
Hubungi kami

2 + 3 =

Copy link