Seringnya, orang-orang enggan untuk berharap karena takut harapan tersebut tak akan terwujud. Harapan juga kerap dikaitkan dengan sebuah ekspektasi yang dimiliki untuk orang lain. Padahal ketika memiliki harapan, bukan berarti hanya diam dan menunggu sampai impian menjadi nyata.

“Hope is a waking dream”, sepenggal perkataan dari Aristoteles yang belum disadari oleh banyak orang.

Harapan sering disalah artikan sebagai sebuah angan-angan belaka yang tak berdasar. Padahal, harapan adalah impian yang bisa saja diwujudkan di dunia nyata. Harapan juga keyakinan bahwa segala keadaan akan berubah menjadi lebih baik, tak peduli seberapa besar atau kecil.

Dengan kata lain, ketika seseorang memiliki harapan, mereka juga seharusnya sudah memiliki cara dan sebuah usaha untuk membuatnya jadi kenyataan. Tidak cuma mimpi yang hanya menghampiri sesekali, seseorang juga harus menghadapi dunia nyata saat ia berharap.

Tidak hanya memberikan dampak yang baik untuk keadaan psikologi, adanya harapan juga dapat berpengaruh baik terhadap kesehatan fisik.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang memiliki harapan memiliki persepsi nyeri yang lebih rendah. Harapan yang masih berkaitan erat dengan optimisme ternyata secara tidak sadar dapat mengubah persepsi orang terhadap rasa sakit yang muncul.

Menurut laman hallosehat.com, Salah satunya studi kasus kontrol yang dipublikasikan pada Current Pain and Headache Reports. Pasien dengan kondisi kelainan sendi rahang yang memiliki optimisme lebih rendah merasakan ketidaknyamanan akibat nyeri lebih tinggi dibandingkan pasien yang tinggi optimisme. Hal tersebut menunjukkan bahwa rasa sakit sebenarnya bisa dipengaruhi oleh interpretasi emosional dan kognitif seseorang. Ketika seseorang tak terlalu memusatkan perhatian pada sakit yang akan muncul, ia juga akan mengurangi kemungkinan untuk merasakan nyeri yang lebih hebat.

Tak sampai di situ, dengan memiliki harapan secara tak langsung  sudah berusaha menjaga kesehatan jantung, proses fisiologis seperti sirkulasi darah dan pernapasan, serta menjaga tekanan darah agar tetap berada di angka yang normal.

Oleh karena itu, jangan takut dan merasa ragu untuk berharap. Namun juga harus mengingat bahwa harapan juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dalam berusaha untuk menggapainya dan bahagia 100 persen.

Share via
Copy link