Pengertian umum narkoba:

Narkotika dan Obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.

Skenario umum:

Seseorang bereksperimen menggunakan zat adiktif bermaksud untuk mencoba sekali saja untuk “pengalaman”. Dia tahu, bahkan paham bahwa terlepas dari pemakaian narkoba jangka pendek atau jangka panjang selalu menghasilkan konsekuensi dan itu berbahaya. Keinginan mencoba sekali ternyata kenikmatan efek euphoria narkobat menimbulkan hasrat untuk menggunakannya lagi dan lagi, sampai pada kondisi ketidakberdayaan untuk menghentikan dan berusaha keluar dari pengaruh zat adiktif.

Mengenal berbagai akibat narkoba:

Akibat narkoba juga tergantung pada jenis narkoba yang digunakan, seberapa banyak yang telah dikonsumsi, dalam jangka waktu berapa lama, kondisi kesehatan orang itu sendiri, maupun faktor lainnya. Ketika seseorang menyalahgunakan narkoba dalam jangka Panjang, ia juga akan mengalami kertergantungan.

Ketergantungan:

Akibat narkoba, bisa membuat seseorang menjadi ketergantungan. Namun perlu diketahui bahwa, tidak semua orang yang mengonsumsi narkoba akan merasakan ketergantungan selama zat berbahaya dalam narkoba belum merusak sel-sel otak.Kerusakan sel otak ini lah yang akan mengakibatkan ketergantungan dan juga dapat menimbulkan dampak narkoba lainnya. Kondisi ini juga akan membuat penderita sulit menghentikan pemakaian narkoba, bahkan ketika mereka berusaha keras untuk berhenti dari penggunaan barang haram tersebut.

Perubahan sel saraf otak:

Seseorang yang mengonsumsi narkoba secara berulang dan dalam jangka waktu yang panjang akan memicu perubahan sel saraf dalam otak, yang kemudian akan mengganggu komunikasi antar sel saraf. Bahkan, dalam kondisi yang kronis, setelah konsumsi narkoba dihentikan, efek tersebut akan menetap dalam jangka waktu yang cukup lama.

Daya ingatan menurun:

Dampak perubahan sel saraf otak, dapat menyebabkan daya ingat menjadi menurun atau bahkan kehilangan ingatan. Hal ini dikarenakan jenis obat-obatan asam gamma-hidroksibutirat dan rohypnol dapat mengakibatkan efek sedakif atau mengantuk, perubahan perilaku, koordinasi tubuh terganggu, kebingungan hingga melemahnya daya ingat seseorang.

Kehilangan keseimbangan tubuh:

Beberapa jenis narkoba dapat mempengaruhi saraf otak dan organ keseimbangan di telinga, sehingga tubuh dapat mengalami gangguan keseimbangan. Hal ini dikarenakan otak bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan gerakan. Oleh karena itu, seorang pencandu narkoba tidak diperbolehkan untuk mengemudi.

Halusinasi:

Akibat narkoba juga bisa membuat orang mengalami perubahan kesadaran atau halusinasi. Hal ini tentu akan membuat pengguna narkoba menjadi sulit untuk melakukan aktivitas, mengikuti pelajaran, dan sulit untuk konsentrasi. Efek ini biasanya dirasakan saat menggunakan narkoba dan beberapa jam setelah mengonsumsinya. Pengguna narkoba cenderung kesulitan untuk fokus dan sulit untuk mengambil keputusan.

Penyakit jantung

Narkoba terdapat beberapa jenis sehingga efek yang ditimbulkan pada jantung pun berbeda-beda. Secara umum, penyalahgunaan narkoba dapat memberi efek peningkatan frekuensi denyut jantung, irama jantung tidak teratur, penyempitan pembuluh darah, dan peningkatan tekanan darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan aliran darah ke otot jantung yang akhirnya mengakibatkan serangan jantung.

Dehidrasi:

Dehidrasi ternyata juga merupakan salah satu efek dari penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh dan biasanya diikuti dengan ketidakseimbangan elektrolit dalam darah. Dehidrasi dapat memicu kondisi lain yang dapat membahayakan tubuh seperti hilang konsentrasi, serangan panik, bahkan hingga kejang.

Kematian:

Selain dapat memicu berbagai penyakit di atas, akibat narkoba yang paling fatal adalah dapat menyebabkan kematian. Kerusakan saraf di otak dan kegagalan organ untuk berfungsi dapat menjadi dampak dari narkoba yang secara langsung memberikan efek buruk pada tubuh hingga meningkatkan berbagai risiko penyakit hingga kematian.

Adapun kumpulan ciri-ciri tersebut berasal dari riset BNN.  Berikut ini adalah 53 ciri pengguna narkoba yang juga dapat diakses di situs Humas BNN di www.bnn.go.id:

  1. Jika diajak bicara jarang mau kontak mata
  2. Bicara pelo/cadel
  3. Jika keluar rumah sembunyi-sembunyi
  4. Keras kepala/susah dinasehati
  5. Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat
  6. Tidak konsisten dalam berbicara (mencla-mencle)
  7. Sering mengemukan alasan yang dibuat-buat
  8. Sering berbohong
  9. Sering mengancam, menantang atau sesuatu hal yang dapat menimbulkan kontak fisik atau perkelahian untuk mencapai keinginannya
  10. Berbicara kasar kepada orangtua atau anggota keluarganya
  11. Semakin jarang mengikuti kegiatan keluarga
  12. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya
  13. Teman sebayanya makin lama tampak mempunyai pengaruh negatif
  14. Mulai melalaikan tanggung jawabnya
  15. Lebih sering dihukum atau dimarahi
  16. Bila dimarahi, makin menjadi-jadi dengan menunjukan sifat membangkang
  17. Tidak mau memedulikan peraturan di lingkungan keluarga
  18. Sering pulang lewat larut malam
  19. Sering pergi ke diskotek, mal atau pesta
  20. Menghabiskan uang tabungannya atau selalu kehabisan uang
  21. Barang-barang berharga miliknya atau milik keluarga yang dipinjam hilang dan sering tidak dilaporkan
  22. Sering merongrong keluarga untuk meminta uang dengan berbagai alasan
  23. Selalu meminta kebebasan yang lebih
  24. Waktunya di rumah banyak dihabiskan di kamar sendiri atau kamar mandi
  25. Jarang mau makan atau berkumpul bersama keluarga
  26. Sikapnya manipulatif
  27. Emosi tidak stabil atau naik turun
  28. Berani berbuat kekerasan atau kriminal
  29. Ada obat-obatan, kertas timah, bong (botol yang ada penghisapnya) maupun barang-barang aneh lainnya (aluminium foil, jarum suntik, gulungan uang/kertas, dll), bau-bauan yang tidak biasa (di kamar tidur atau kamar mandi)
  30. Sering makan permen karet atau permen mentol untuk menghilangkan bau mulut
  31. Sering memakai kacamata gelap dan atau topi untuk menutupi mata telernya
  32. Sering membawa obat tetes mata
  33. Omongannya basa-basi dan menghindari pembicaraan yang panjang
  34. Mudah berjanji, mudah pula mengingkari dengan berbagai alasan
  35. Teman-teman lamanya mulai menghindar
  36. Pupusnya norma atau nilai yang dulu dimiliki
  37. Siklus kehidupan menjadi terbalik (siang tidur, malam melek/keluyuran)
  38. Mempunyai banyak utang serta mengandalkan barang-barang atau menjual barang-barang
  39. Bersikap aneh atau kontradiktif (kadang banyak bicara, kadang pendiam sensitif)
  40. Paraniod (ketakutan, berbicara sendiri, merasa selalu ada yang mengejar
  41. Tidak mau diajak berpergian bersama yang lama (keluar kota, menginap)
  42. Sering tidak pulang berhari-hari
  43. Sering keluar rumah sebentar kemudian kembali ke rumah
  44. Tidak memperbaiki kebersihan/kerapihan diri sendiri (kamar berantakan, tidak mandi)
  45. Menunjukan gejala-gejala ketagihan (demam, pegal-pegal, menguap, tidak bisa tidur berhari-hari, emosi labil)
  46. Sering meminta obat penghilang rasa sakit dengan alasan demam, pegal, lisu, atau obat tidur dengan alasan tidak bisa tidur
  47. Mudah tersinggung
  48. Berubah gaya pakaian dan musik yang disukai
  49. Meninggalkan hobi-hobi yang terdahulu
  50. Motivasi sekolah menurun (malas berangkat sekolah, mengerjakan PR, atau tugas sekolah)
  51. Di sekolah sering keluar kelas dan tidak kembali lagi
  52. Sering memakai jaket (untuk menutupi bekas suntikan, kedinginan, dll)
  53. Sering menunggak uang sekolah atau biaya-biaya lainnya

 

Share via
Copy link