Utang yang belum dibayar, tes dan wawancara pekerjaan, atau momen kencan pertama adalah hal-hal yang sangat wajar menimbulkan kekhawatiran. Namun menjadi berlebihan, ketika rasa khawatir itu selalu timbul dan membuatmu takut untuk melakukan sesuatu karena otomatis membayangkan yang buruk-buruk.

Daripada membuat pikiranmu mumet sendiri, lebih baik melakukan langkah-langkah di bawah ini agar kamu bisa segera terbebas dari rasa khawatir yang berlebihan dan bisa 100 persen produktif. Let’s go!

1. Berhenti menunda-nunda

Banyak orang mengatasi rasa khawatir yang dialaminya dengan menunda pekerjaan yang harusnya ia selesaikan. Bisa karena takut gagal atau takut hasilnya tidak sempurna. Padahal sikap demikian, justru bisa semakin memperparah rasa khawatir. Karena bagaimana pun juga, pekerjaan tersebut tetap harus dilakukan, bukan?

Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba resep jitu dari Mel Robbins, penulis buku sekaligus motivator. Mengutip dari laman Mel Robbins, menurutnya terdapat jeda saat seseorang ingin melakukan sesuatu dengan pikiran yang muncul dari diri sendiri yang menghambatnya. Dan jeda itu berlangsung selama 5 detik.

Itulah mengapa ia menciptakan 5 seconds rules atau ‘aturan 5 detik’. Ia berpendapat, ketika kamu ingin melakukan sesuatu tapi merasa ragu, lakukan penghitungan mundur selama 5 detik, kemudian paksa diri untuk segera bertindak.

Hal ini akan menghindarkanmu dari rasa khawatir ataupun alasan-alasan yang membuatmu batal melakukannya, sehingga membuat hidupmu jadi stagnan. Rutin melakukan langkah ini, kamu pun jadi terbiasa untuk tidak lagi menunda-nunda pekerjaan. Sehingga pikiranmu terpusat pada pekerjaan tersebut, alih-alih merasa khawatir.

2. Ambil tindakan

Seseorang merasa khawatir karena dirinya takut gagal. Hal ini bisa diatasi dengan berfokus pada tindakan. Sebagai contoh, kamu khawatir tidak bisa presentasi dengan bagus.

Daripada khawatir, mending segera ambil tindakan dengan mempersiapkan materi dengan baik sampai kamu paham di luar kepala sehingga bisa menjelaskan kepada audiens dengan mudah. Begitu pun dengan aspek teknis seperti desain presentasi, dan lain-lain. Saat diri kamu sudah merasa siap, maka kekhawatiran itu pun akan sirna dengan sendirinya.

3. Abaikan kritikan orang

Kekhawatiran berlebihan juga sering dialami akibat terbayang-bayang dengan kritikan orang lain. Akhirnya karena takut dicela kembali, kamu pun jadi enggan untuk memulai.

Kritikan tak selalu baik dan bisa membuat kamu jadi berkembang. Karena itu, kamu pun harus pandai memilah, mana kritikan yang tulus untuk membuatmu maju, dan mana kritikan yang dilontarkan hanya demi menjatuhkanmu. Untuk yang terakhir ini, abaikan!

Orang lain hanya bisa ngomong, tapi kamu sendiri yang menjalani. Dengan membiarkan nyinyiran mereka memengaruhimu, maka masa depan kamu sendiri yang jadi taruhan, bukan mereka!

4. Hiduplah untuk saat ini

Terlalu fokus memikirkan masa depan, dapat menimbulkan kekhawatiran yang sebenarnya tak perlu, membuatmu lupa untuk menikmati saat ini yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu.

Berhentilah bertanya-tanya ‘gimana jika nanti’ karena tak ada yang bisa memprediksi masa depan. Manfaatkan saat ini dengan sebaik mungkin sehingga masa depanmu pun bisa cemerlang. Karena sesungguhnya masa depan tergantung dari apa yang kamu lakukan saat ini, bukan?

5. Pilah mana yang bisa kamu kendalikan dan tidak

Kamu tak bisa mengendalikan soal-soal apa saja yang nanti akan keluar di ujian. Yang bisa kamu lakukan hanyalah belajar dan berlatih sebaik mungkin, sehingga kemungkinan untuk bisa mengerjakan soal ujian jadi lebih besar.

Kamu juga tidak bisa mengontrol siapa saja yang nanti akan diterima di perusahaan tempat kamu melamar. Itu bukan ranahmu. Yang bisa kamu perbuat hanyalah mempersiapkan segala sesuatunya (untuk tes psikologi atau wawancara) dengan semaksimal mungkin, sehingga pihak perusahaan akan tertarik untuk menerimamu sebagai karyawan. Mengkhawatirkan sesuatu yang bukan berada dalam kendalimu hanya menzalimi diri, membuat pikiranmu mumet dan stres sendiri.

 

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kekhawatiran yang tadinya membuatmu mandek, justru akan mengubahmu jadi 100 persen produktif. Kamu pun bisa menjalani hidup dengan lebih ringan tanpa ada bayang-bayang ketakutan akan gagal atau penolakan. Selamat mencoba ya!

Share via
Copy link