Vaksinasi adalah bagian dari penanganan COVID-19 di Indonesia, selain 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun) dan 3T (Testing, Tracing, Treatment). Kementerian Kesehatan, melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/9860/2020, telah menetapkan 6 jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin itu merupakan produksi dari PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc. – BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Dilansir dari halodoc.com, berikut 6 jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia:

1. Vaksin Merah Putih (PT. Bio Farma)
PT. Bio Farma mengembangkan vaksin corona yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Targetnya, vaksin ini akan rampung pada 2021 dan didistribusikan pada awal 2022, setelah vaksin melalui seluruh tahap uji klinis fase I-III. Sejauh ini, Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh sejumlah universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia. Pemerintah juga terus mengawal dan mendukung proses pengembangan vaksin. Adapun bibit Vaksin Merah Putih diharapkan sudah dapat diserahkan kepada PT. Bio Farma pada 2021, lalu uji klinis akan dilakukan.

2. Vaksin Astrazeneca
Kandidat vaksin selanjutnya adalah yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca. Adapun jenis vaksin yang dikabarkan akan digunakan oleh Indonesia adalah AZD1222. Uji coba yang dilakukan sejauh ini menunjukkan vaksin corona AstraZeneca memiliki keefektifan yang cukup tinggi. Saat ini, uji coba vaksin terhadap 20.000 sukarelawan masih terus berlanjut. Salah satu keunggulan vaksin AstraZeneca adalah vaksin ini dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.

3. Vaksin Sinopharm
Vaksin buatan China National Pharmaceutical Group Corporation ini masih dalam tahap akhir uji coba. Namun, di China, kurang lebih satu juta orang telah disuntik menggunakan vaksin ini dengan izin penggunaan darurat. Sebelum vaksin corona Sinopharm terbukti berhasil seluruhnya, vaksin hanya digunakan pada pejabat China, pelajar, dan pekerja yang akan bepergian. Pada September 2020 lalu, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini.

4. Vaksin Moderna
Vaksin corona buatan Moderna diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen. Pada November lalu, Moderna mengaku mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 pada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Mereka meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk penggunaan darurat.

5. Vaksin Pfizer Inc dan BioNTech
Pfizer dan BioNTech yang juga memproduksi vaksin corona telah mengajukan penggunaan darurat vaksin yang diproduksinya ke BPOM Amerika Serikat dan Eropa. Pada uji coba terakhir 18 November 2020 lalu, mereka mengklaim vaksinnya memiliki efektivitas 95 persen untuk menangkal virus corona dan tidak menimbulkan risiko efek samping yang berarti.

6. Vaksin Sinovac
Vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd. yang diberi nama CoronaVac ini sudah memasuki uji coba tahap akhir. Sinovac juga melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Hasil awal pada monyet menunjukkan vaksin menghasilkan antibodi yang bisa menetralkan 10 galur Sars-coV-2.

Dari keenam vaksin tersebut, vaksin Sinovac yang telah digunakan pemerintah Indonesia. Gimana sobat cegah, siapkah kamu untuk divaksin?

Share via
Copy link