Sobat cegah, masalah kesehatan mental belakangan menjadi bahasan yang mulai banyak diperbincangkan. Berada di era digitalisasi yang erat dengan sosial media menjadikan diri semakin rentan dengan tuntutan society.

Bukan hanya kesehatan fisik saja yang memengaruhi kualitas hidup seseorang. Kesehatan mental menjadi bagian yang tidak kalah penting dari kesehatan fisik untuk dijaga dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Jika didiagnosis dengan tepat, tentunya gangguan mental juga dapat diatasi dengan baik.

Dilansir dari halodoc.com, gangguan mental adalah salah satu jenis gangguan pada seseorang yang dapat memengaruhi cara berpikir, memengaruhi emosi, dan tingkah laku pengidapnya. Gejala yang dialami beragam, disesuaikan dengan gangguan mental yang dialami. Perubahan dan gaya hidup serta dukungan dari kerabat dekat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Lalu apa saja jenis mental illnes yang ketika kita mengetahui ragamnya dapat membuat hidup kita menjadi sadar 100 persen?

1. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

Anxiety disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan ketakutan dan kecemasan yang tidak wajar. Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, para peneliti menduga bahwa gangguan ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu perubahan pada otak dan stres dari lingkungan.

Dilansir dari National Institute of Mental Health, ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidapgangguan kecemasan, seperti merasa gelisah terus menerus, menjadi lebih mudah lelah, sulit untuk berkonsentrasi, mudah tersinggung, kesulitan untuk mengontrol perasaan khawatir yang dialaminya, dan mengalami gangguan tidur.

2. Gangguan Suasana Hati (Afektif Disorder)

Perubahan mood yang terjadi sewaktu-waktu adalah hal yang normal terjadi, apalagi jika memang ada faktor pencetusnya, misalnya stres, kelelahan, atau tekanan batin. Namun, orang yang menderita gangguan suasana hati bisa mengalami perubahan mood atau suasana hati yang ekstrem dan dalam waktu cepat. Misalnya, dari mood yang stabil, tiba-tiba sedih, lalu sangat bahagia dan bersemangat dalam waktu yang cepat. Jenis gangguan jiwa yang membuat suasana hati cepat berubah meliputi depresi, gangguan bipolar, dan gangguan siklotimik.

3. Gangguan Psikotik (Psychotic Disorder)

Gangguan psikotik termasuk gangguan jiwa parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit skizofrenia. Gejala paling umum dari gangguan ini adalah halusinasi (mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada), serta delusi (mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi).

4. Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)

Personality disorder adalah gangguan terhadap kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang. Jenis gangguan kepribadian antara lain borderline personality disorder, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil.

Gangguan lainnya adalah antisocial personality disorder yang membuatnya seperti mengabaikan perasaan atau kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan buruk yang dilakukan, dan sebagainya.

5. Gangguan Stres Pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD)

PTSD dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan, seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Kenangan tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan membuat penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.

Duh sobat cegah, penting banget nih untuk kita lebih aware terhadap isu-isu kesehatan mental. Jangan menganggap remeh masalah ini dan bantulah orang di sekitar yang sepertinya menderita masalah mental. Apabila salah satu gangguan di atas ternyata ada dalam diri kita, maka jangan takut untuk meminta bantuan dari orang terdekat atau profesional ya sobat cegah! Ingat .. nggak apa-apa untuk tidak baik-baik saja! Karena kalau kita paham akan kondisi diri sendiri, kita akan dapat menjalani hidup 100 persen.

Share via
Copy link