Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen. Pol. DR. Petrus R Golose menyatakan terjadi peningkatan jumlah Barang Bukti (BB) narkoba yang disita BNN selama masa pandemi covid 19. Ia mengatakan barang bukti narkoba yang disita saat ini oleh jajarannya mengalami peningkatan yang signifikan.

Petrus R Golose mengatakan terjadi peningkatan demand dari masyarakat. Salah satu penyebabnya menurut Petrus adalah mungkin karena work from home banyak drugs abuse from home ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sheila Natalia dan Sahadi Sumaedi (2020), menunjukkan bahwa bahaya penggunaan narkotika dimasa pandemi Covid-19 menjadi dua kali lipat, melebihi pada saat kondisi normal sebelum pandemi. Manurut hasil penelitian tersebut, salah satu faktor penyebabnya adalah stress yang dialami seseorang akibat perubahan situasi sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dalam masa pandemi covid 19 ini menurut Petrus Golose sindikat narkoba terus berusaha mengedarkan barang haram narkoba kepada masyarakat. Apalagi dampak dari pandemi covid 19 banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan sehingga mudah sekali untuk dibujuk oleh sindikat narkoba untuk mencoba menggunakan narkoba.

Padahal mengonsumsi narkoba dimasa Pandemi Covid 19 justru sangat berbahaya bagi kesehatan karena berpengaruh pada imun tubuh yang semakin menurun. Dengan demikian para pengguna narkoba akan lebih rentan dengan berbagai macam penyakit termasuk terpapar virus covid 19.

Mengapa Narkoba Justru Meningkat dimasa Pandemi?

Mungkin banyak orang akan berpikir bahwa dimasa pandemi covid 19 ini bisnis barang haram narkoba akan mati. Faktanya tidak, bisnis haram ini justru terus mencari cara agar narkoba sampai ketangan penggunanya.

Banyak cara mereka pakai untuk menjual narkoba mulai dari menjualnya secara online sampai dengan mengedarkan secara konvensional (melalui jasa kurir). Korbanya bukan saja masyarakat biasa tetapi juga para artis atau selebritis.

Sementara itu kementrian tenaga kerja (Kemnaker) menyebut ada 29,4 juta orang terdampak pandemi Covid-19. Jumlah itu termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah hingga pengurangan jam kerja dan upah.

Hal tersebut tentu saja menimbulkan persoalan diantaranya pendapat masyarakat yang menurun bahkan hilang. Akibatnya banyak masyarakat yang stress. Stress ini yang kemudian dimanfaatkan oleh sindikat narkoba untuk merayu dan menawarkan narkoba kepada masyarakat. Masyarakat yang tidak mampu mengelola stress dengan baik akan lebih mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Masyarakat diminta untuk berani menolak penyalahgunaan narkoba agar imun tubuh tetap kuat saat menghadapi pandemi covid 19. Selain itu masyarakat dihimbau tidak mudah percaya dengan mitos atau bujukan teman atau sindikat narkoba. Terus fokus pada pekerjaan dan mengisi waktu luang dengan hal positif bersama keluarga.

Masyarakat juga harus mengantisipasi peningkatan jumlah pecandu narkoba dimasa pandemi ini dengan melaporkan hal-hal yang mencurigakan disekitar lingkungan untuk proses oleh penegak hukum. Laporan dapat melakukan melalui website BNN https://boss.bnn.go.id

Selain itu bagi masyarakat yang terlanjur menjadi pengguna narkoba baik aktif maupun coba-coba untuk melaporkan diri kepada BNN setempat atau melalui website dan media sosial milik BNn untuk mendapat layanan rehabilitasi secara gratis.

Oleh karena itu kita harus mewaspadai peningkatan tersebut dengan membentengi diri kita sendiri dan keluarga (berani menolak) dari penyalahgunaan narkoba serta melaporkah hal-hal yang mencurikan kepada pihak berwajib. Sementara itu bagi masyarakat yang terlanjur menjadi pecandu narkoba agar melaporkan diri kepada BNN setempat untuk mendapat layanan rehabilitasi secara gratis.

Share via
Copy link