Secara bahasa, War on Drugs bermakna perang melawan narkoba. Tagline tersebut digaungkan pertama kali oleh Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon pada tahun 1971. Dia mencanangkan program tersebut sebagai bagian dari kampanye global untuk melarang narkoba dan perdagangan narkoba illegal di Amerika Serikat.

Hal yang sama juga terjadi di Portugal. Dilatarbelakangi oleh krisis narkoba yang terjadi dinegara tersebut pada dekade 1980-an di mana orang menyuntik heroin mudah ditemui di pinggir jalan, peningkatan kejahatan dan overdosis, bahkan infeksi HIV mencapai angka tertinggi di Uni Eropa. Oleh karena itu portugal menggaungkan war on drugs yang menekankan pada aspek pencegahan dan rehabilitasi.

Dekriminalisasi pengguna narkoba terbukti mampu pengurangan jumlah overdosis dan pelajar yang menggunakan narkoba, serta pencegahan HIV AIDS menjadi target utama kebijakan War on Drugs mereka. Masalah narkoba ditegaskan sebagai masalah kesehatan masyarakat, bukan perkara kejahatan.

Selama hampir dua dekade terakhir, Portugal berhasil mengurangi pengguna heroin sejumlah dua pertiga dari seluruh penggunanya. Selain itu, angka kematian akibat narkoba menurun drastis.

Bagaimana dengan di Indonesia? Kita patut bersyukur ketika Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose di berbagai kesempatan menunjukkan bahwa War on Drugs sejatinya mengedepankan keseimbangan semua aspek, baik pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan, maupun pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Untuk itu, Kepala BNN RI menegaskan setting desa sebagai fokus utama War on Drugs melalui program Desa bersinar. Desa Bersinar adalah salah satu program yang diharapkan mampu menurunkan angka penyalahgunaan narkoba menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Pada program desa bersinar mencakup banyak aspek seperti adanya Relawan dan penggiat anti narkoba, agen pemulihan dan mengawasan ketat terhadap perdaran gelap narkoba.

Dasar pemikiran dari program ini adalah membentengi masyarakat dalam lingkup terkecil yakni desa agar memiliki ketahanan terhadap bahaya narkoba. Apabila Desa bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba maka Indonesia juga akan Bersih Narkoba.

BNN saat ini dibawa komando mantan Kapolda Bali ini juga memprioritaskan aspek pencegahan dengan meningkatkan aspek ketahanan diri masyarakat dan remaja melalui program meningkatan Soft Skill dan Teman Sebaya yang dilaksanakan oleh jajaranan BNN ditingkat Provinsi dan BNN Kabupaten dan Kota. Diharapkan melalui kegiatan tersebut masyarakat terutama generasi muda memiliki sikap yang tegas untuk menolak penyalahgunaan narkoba. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat tak luput dari perhatian BNN. Orang tua dibekali dengan keterampilan mengenali potensi anak agar menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkoba.

War On Drugs yang digaungkan oleh BNN bukan mengajak masyarakat untuk angkat senjata dan main hakim sendiri dalam menyikapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, melainkan mengajak masyarakat untuk membetengi dirinya dan keluarga serta membantu aparat penegak hukum dalam menindak penjahat narkoba.

Share via
Copy link