Saat pandemi, imunitas harus selalu dijaga. Menghindari makanan dan minuman berikut harus dilakukan demi imunitas yang tetap kuat dan prima.

Menjaga kesehatan tubuh dan kekuatan imunitas masih menjadi hal penting yang harus dilakukan. Situasi pandemi Covid-19 yang masih belum mereda mengharuskan kita tetap mengencangkan sabuk pengaman untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri.

Menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bernutrisi dan menghindari makanan yang tidak baik untuk kesehatan bisa menjadi cara tepat yang dilakukan. Walaupun telah secara rutin mengonsumsi makanan padat nutrisi, tetapi menghindari makanan yang dapat merusak imunitas juga perlu dilakukan agar hasilnya efektif.

Beberapa makanan populer dikatakan berdampak buruk baik bagi imunitas maupun kesehatan secara umum. Mulai dari gula tambahan dan pemanis buatan, para ahli sangat mengecam konsumsi beberapa bahan makanan berikut ini disaat pandemi.

Dilansir menurut Healthline (22/3) berikut ini 7 makanan dan minuman yang dapat melemahkan imunitas:

1. Gula Tambahan

Membatasi asupan gula untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan fungsi imun harus benar-benar harus dilakukan. Makanan dengan gula tambahan secara signifikan dapat meningkatkan gula darah yang berdampak pada peningkatan inflamasi yang berefek buruk pada fungsi imunitas.

Terutama pada penderita diabetes, makanan atau minuman yang tinggi gula akan sangat berbahaya bagi kadar gula darah mereka. Selain itu penelitian juga telah membuktikan bahwa dari 562 partisipan, orang dewasa yang mengalami kenaikan gula darah diketahui memiliki respon imunitas yang lebih rendah dan tingkat inflamasi yang lebih tinggi.

2. Makanan Asin

Makanan dengan kadar garam yang tinggi bukan hanya berbahaya bagi tekanan darah tetapi juga respon imun. Konsumsi makanan yang asin atau tinggi garam ini dapat memicu inflamasi dan meningkatkan risiko penyakit autoimun pada tubuh.

Salah satu penelitian memperlihatkan bahwa setelah konsumsi 12 gram garam dalam sehari, tubuh pria akan mengalami peningkatkan sel darah putih, inflamasi serta protein antiinflamasi yang berkurang. Garam juga telah terbukti akan berdampak pada fungsi imun, menekan respon antiinflamasi serta mengganggu kesehatan bakteri baik dalam usus.

3. Gorengan

Gorengan memiliki sekelompok molekul yang dikenal dengan nama advancedglycation end products atauAGEs. Molekul ini terbentuk dari gula yang bereaksi dengan protein atau lemak pada saat proses penggorengan karena temperatur yang tinggi.

AGEs diketahui dapat meningkatkan inflamasi, merusak mekanisme antioksidan, disfungsi sel tubuh serta berefek buruk bagi kesehatan bakteri baik dalam usus. Efek-efek yang ditimbulkan oleh AGEs ini sangat memengaruhi imunitas dan dapat melemahkan respon imun dengan sangat cepat.

4. Daging Olahan

Mirip seperti gorengan, daging olahan melalui proses dengan suhu tinggi. Daging olahan biasanya akan ditambahkan gula sebagai salah satu komposisinya yang kemudian akan bereaksi dengan protein ketika terpapar suhu tinggi.
Produk olahan daging juga diketahui mengandung lemak jenuh yang tinggi. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa lemak jenuh memiliki kontribusi yang tinggi terhadap disfungsi imunitas.

5. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji sudah lama dikenal dengan efek buruknya terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. Konsumsi makanan cepat saji terlalu sering juga telah terbukti dapat mengganggu kekebalan imunitas untuk melindungi tubuh dari serangan virus.

Makanan cepat saji dan makanan olahan sangat berdampak pada peningkatan inflamasi, ketidak seimbangan bakteri pada usus serta efek buruk pada kesehatan imunitas. Makanan cepat saji yang dikemas dengan plastik juga dapat meningkatkan produksi inflamasi protein yang melemahkan imunitas untuk merespon patogen yang mengganggu kesehatan.

6. Karbohidrat Olahan

Makan makanan yang tinggi akan karbohidrat olahan seperti roti putih dan kue-kue tinggi gula dapat membahayakan sistem imunitas. Makanan yang tinggi indeks glikemik akibat karbohidrat olahan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin.

Ketika gula darah dan kadar insulin melonjak hal ini akan merujuk pada peningkatan produksi radikal bebas dan inflamasi protein. Sebaiknya pilih makanan dengan karbohidrat utuh seperti sayuran dengan pati, oatmeal, buah-buahan serta makanan tinggi serat lainnya.

7. Pemanis Buatan

Pemanis buatan menjadi musuh utama bagi bakteri baik di dalam usus. Pemanis buatan yang mengganggu bakteri baik di dalam usus dapat berdampak pada peningkatan inflamasi pada saluran pencernaan serta penurunan respon imunitas.

Pemanis buatan seperti sukralosa dan saccahrin bahkan terbukti dapat menyebabkan ketidaksimbangan bakteri pada usus. Hasilnya para ahli juga mengatakan bahwa pada beberapa kasus, konsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan pada penyakit autoimun.

Share via
Copy link