Postingan Compilation

Semua konten yang ada di REAN.id menjadi karya bersama dan menjadi kontribusi dalam kampanye Pencegahan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Konten REAN.id diharapkan mampu menjadi pioneer dalam semua kalangan pada umumnya dan remaja pada khususnya untuk memahami bahwa BERKARYA nggak perlu NGEDRUGS!

Semua Postingan

Alasan Kenapa Kamu Perlu Bahagia 100 Persen sebelum Mendapatkan Keinginanmu

Banyak hal yang bisa dibicarakan jika topiknya adalah tentang kebahagiaan. Banyak pendapat yang akan muncul jika berbicara tentang kebahagiaan. Salah satunya adalah kaitan antara kebahagiaan dan keinginan yang terwujud.

Rasanya hampir setiap orang akan merasa bahagia 100 persen jika keinginannya terwujud atau terpenuhi. Namun, perlu disadari kalau ada 5 alasan penting kenapa kamu sebaiknya bahagia sebelum mendapatkan keinginanmu. Yuk simak!

1. Agar kamu tidak terlalu bergantung pada keinginan tersebut.

Ya, inilah alasan pertama kenapa kamu sebaiknya merasa bahagia sebelum mendapatkan keinginanmu. Terkadang, keinginan yang muncul malah membuat diri kita bergantung padanya. Mungkin tak akan menjadi masalah jika keinginan tersebut benar-benar terwujud.

Namun apa jadinya kalau yang terjadi adalah sebaiknya? Nah, inilah yang menjadi bahaya yang perlu diwaspadai. Terobsesi dengan keinginan sendiri malah akan memicu rasa frustrasi dan ketidaknyamanan, lho.

2. Agar tidak salah dalam mengartikan makna kebahagiaan yang sesungguhnya.

Jika konsep kebahagiaan yang selama ini kamu pegang adalah harus terpenuhinya keinginan untuk bisa bahagia, maka potensi kekecewaan akan semakin besar. Sebab, pada kenyataannya tidak semua hal atau keinginan bisa terjadi sesuai harapan, ‘kan?

Jadi, dengan merasa bahagia terlebih dahulu maka kamu tidak akan terjebak pada konsep kebahagiaan yang tidak tepat. Sebab, konsep kebahagiaan yang tidak tepat justru akan membuatmu semakin jauh dari makna kebahagiaan yang sesungguhnya.

3. Agar mampu mengendalikan diri jika keinginan telah terwujud.

Jika seandainya keinginanmu terwujud maka kamu pun telah siap dan mampu mengendalikan diri dengan baik. Sangat wajar jika merasa senang atas keinginan yang terwujud.

Tapi perlu diingat, sering kali keinginan yang terwujud datang bersama dengan tanggung jawab yang menyertainya. Artinya jika keinginan yang terwujud tidak dimanfaatkan dengan bijak, mungkin saja keinginan tersebut malah menjadi bumerang untuk diri sendiri.

4. Melatih diri agar mampu berbahagia dalam berbagai situasi dan kondisi.

Pentingnya untuk merasa bahagia sebelum mendapatkan keinginan, tentunya tidak lepas dari alasan penting ini. Ya, sesungguhnya kita sedang melatih diri untuk bisa berbahagia dalam berbagai situasi dan kondisi. Intinya nih, jika keinginan itu terwujud maka kita mampu mensyukurinya dan jika keinginan itu tidak terwujud maka kita mampu untuk mengikhlaskannya. Setuju?

5. Jika sudah bahagia, maka usaha yang dilakukan pun akan terasa lebih ringan.

Bukankah kita akan merasa lebih bersemangat jika menyertakan perasaan bahagia dalam usaha yang kita lakukan? Nah, perasaan bahagia tersebut yang membuat usaha kita untuk mewujudkan keinginan terasa lebih ringan. Oleh karena itu, berbahagia sebelum mendapatkan keinginan merupakan hal yang sangat penting.

Memang idealnya sebelum dan sesudah mendapatkan keinginan perlu disertai dengan rasa bahagia. Namun apapun hasilnya nanti, jangan ragu untuk berbahagia dengan perasaan tulus ya agar dapat yang 100 persen!. Semoga bermanfaat!

Upgrade diri, yuk!

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan sudah hampir tujuh bulan lamanya mewabah namun tanda-tanda kan menghilang tidak jua terlihat terang. Segala sektor kehidupan terdampak, tanpa terkecuali dunia kaula muda.

Kaula muda identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi, berbaur dengan segala macam  komunitas atau organisasi, berkumpul bersama teman sepermainan di sekolah dan perguruan tinggi, dan hal lain yang dominan dilakukan di luar rumah. Lalu bagaimana dengan keadaan dan situasi seperti saat ini? Covid-19 membatasi. Segala aktifitas yang dilakukan di luar rumah harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Bosan? Mungkin iya. Bingung? Bisa selalu dirasa tapi bagi mereka yang tidak memiliki list kegiatan positif. Sedangkan bagi anak muda yang cerdas, segala situasi apapun dalam kondisi terburuk dan sesulit apapun akan selalu didapati celah untuk tetap berkarya aktif, produktif dan penuh manfaat. Jangan matikan potensi pada keadaan, jangan kuburkan diri pada keputusasaan, tapi mari putar itu semua. Mari berkembang bersama. Melatih diri untuk berkembang dan maju dengan mental kuat, pola pikir dahsyat, serta rencana dan aksi yang hebat.  Inilah yang disebut Upgrade diri. Agar setiap diri anak muda terlatih jiwanya untuk tumbuh, berkembang dan maju di berbagai keadaan dalam hidupnya, maka mencoba beberapa tips berikut bisa menjadi pilihan. Inilah tips upgrade diri di masa pendemi:

  1. Upgrade Kemauan

Banyak hal yang bisa diupgrade anak muda di tengah pandemi yang melanda. Salah satunya dimulai dengan upgrade kemauan. Jangan terkurung dalam kemalasan apalagi sampai membiarkannya meningkat pada taraf keterbiasaan. Gawat! Kemauan atau keinginan begitu penting. Ia menjadi modal awal dan niat utama untuk kebaikan aktifitas yang akan dijalankan. Kemauan ini harus diusahakan, dilatih, dipaksa dan dibiasakan. Hingga nanti jadilah sebuah kebiasaan. Apakah itu kebiasaan positif atau negatif? Tergantung kemauan yang dibangun, positif atau negatif.

Coba perhatikan perbandingan berikut ini:

No Kemauan dan kebiasaan 1 Kemauan dan kebiasaan 2 Keterangan
1 Menghujamkan niat dan tekad bangun sebelum subuh Menghujamkan niat bangun siang dikarenakan tidak sekolah, perkembangan kasus corona masih cukup tinggi. Niat/Kemauan
2 Memasang Alarm Tidak memasang alarm Usaha
3 Alarm berbunyi, cuaca begitu dingin, namun tetap mengajak dan memaksa diri untuk bangun. Tiba-tiba terbangun, cuaca begitu dingin, menarik selimut kembali. Adanya Paksaan
4 Sholat subuh berjamaah di masjid Sholat di rumah, terulur waktunya sedikit tidak apa-apa yang penting sholat Kegiatan
5 Olahraga pagi di halaman rumah Lanjut tidur lagi Kegiatan
6 Kebiasaan Positif Kebiasaan Negatif Kebiasaan

 

Berdasarkan dua perbandingan di atas, tentu kita dapat mengambil satu kesimpulan terkait perbedaan anak muda yang berhasil dan tidak. Maka sudah seharusnya anak muda yang ingin berhasil menerapkan kemauan dan kebiasaan nomor 1, bukan sebaliknya. Sekarang pilihan ada di tanganmu, silahkan memilih. Semoga pilihanmu, aku dan kita sama yaitu niat mulia, kebiasaan positif dan berhasil. Let’s upgrade kemauan.

  1. Upgrade Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan sikap taat, konsisten dan komitmen menjalankan aktifitas. Disiplin menjadi pengulangan positif terhadap rencana yang telah ditetapkan dan aktifitas yang dijalankan. Upgrade kedisiplinan juga harus diupayakan, mengapa demikian? Boleh jadi dalam menjalankan aktifitas akan ditemukan berbagai kondisi yang mengharuskan kita beralih mengabaikannya. Syafii Efendi dalam bukunya My Enemy is Me pernah menyampaikan “Musuh terbesar dan terberat adalah dirimu sendiri.” Untuk itu, penting bagi anak muda memiliki prinsip dalam hidupnya. Disisi lain, lingkaran pertemanan dan pergaulan yang positif juga memberi dampak besar bagi seseorang dalam menjaga konsistensi dirinya pada kegiatan positif. Sebagaimana gambaran pada tabel kemauan dan kebiasaan sebelumnya, maka kedisiplinan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi goal akhir.

  1. Upgrade Wawasan dan Pengetahuan

Upgrade memiliki arti meningkatkan atau upaya peningkatan. Istilah ini akrab dengan sosok anak muda. Mengingat masa muda yang sering dijadikan momentum untuk menggali potensi diri, mengembangkan passion, dan sebagainya.

Berbicara tentang upgrade wawasan dan pengetahuan, itu artinya membicarakan tentang upaya untuk meningkatkan cara pandang dan pengetahuan kita. Hadirnya pandemi, membuat banyak orang dari berbagai kalangan ikut menuangkan gagasan sesuai cara pandanganya masing-masing. Berlandaskan ilmu dan pengalaman itu baik, tapi jika sekedar ikut-ikutan tanpa adanya dasar pijakan maka hal tersebutlah yang sangat disayangkan.

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita. Mulai dari buku yang kita baca, tayangan televisi yang kita lihat, siaran radio yang kita dengar, teman bergaul yang kita dekati, akun media sosial yang kita ikuti, dan lain-lain. Tanpa disadari semuanya bisa menjadi panutan dan tuntunan.  Maka penting sekali bagi anak muda untuk memilih, memilah, menyaring segala informasi dan ilmu yang didapat. Hal ini juga yang akan menentukan seberapa luas wawasan dan seberapa bijak cara pandang kita.

Tidak dipungkiri bahwa upgrade pengetahuan di masa pandemi akan terasa jauh berbeda dengan di kondisi tanpa pandemi. Kita dapat ambil contoh saat anak muda upgrade pengetahuan dengan hadir pada seminar kewirausahaan, mampu bertatap muka secara langsung dengan pembicara. Sedangkan sekarang intensitas pertemuan yang mengumpulkan massa diatur ketat. Tapi bukan berarti anak muda tidak bisa upgrade pengetahuan. Lihat saja update beranda di media sosial. Begitu banyak seminar yang dilaksanakan secara daring.  Anak muda mampu ambil bagian, memanfaatkannya untuk mendapatkan pengetahuan sebagai bekal masa depannya.

Anak muda yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas tidak akan gegabah mengambil keputusan dan tidak pula ceroboh dalam menyikapi sebuah keadaan. Melainkan dengan wawasan yang luas mampu mendorong anak muda untuk bijak bersikap, bijak membaca peluang demi untuk tetap berada pada jalan yang akan mengantarkannya meraih keberhasilan.

Indikator keberhasilan dari upgrade diri yang kita lakukan tidak selamanya diukur dari seberapa besar dan seberapa banyak hal materi yang akan kita dapatkan. Tapi dari mencoba membaca buku resep masakan di rumah, kemudian mempraktekkanya hingga tersaji semangkuk sayur sop di meja makan maka itu sudah menjadi cara upgrade diri terbaik. Itulah produktivitas. Mengalahkan sikap konsumtif di kalangan anak muda “yang sedikit sedikit beli, sebentar sebentar beli.”

Ada sebuah catatan singkat di dalam buku Muslim Produktif karya Mohammed Faris:

“Jika Anda membayangkan orang-orang yang sedang asyik main game, mereka memiliki fokus, energi dan jelas mereka punya waktu! Namun, apakah kita menganggap pekerjaan mereka produktif? Tidak juga. Dan disinilah saya menambahkan catatan kecil pada definisi produktivitas dan menyatakan bahwa produktivitas = Fokus x energi x waktu (untuk tujuan yang bermanfaat). Pasti ada sesuatu yang bermanfaat yang ingin Anda raih, dan itu bukan pengejaran tanpa tujuan. Produktivitas adalah tentang membuat pilihan yang cerdas (secara terus menerus) dengan energi, fokus, dan waktu Anda untuk memaksimalkan potensi Anda serta meraih hasil yang bermanfaat.”

  1. Upgrade Kemampuan

Anak muda dikenali dengan cara-cara uniknya dalam mengembangkan diri, meningkatkan skill dan melejitkan passion. Contoh: Di sekolah terdapat kegiatan ekstakurikuler dimana setiap siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk memilih kegiatan sebagai bentuk pelatihan dan peningkatan skill sesuai hobi dan bakat yang dimiliki.

Di masa pandemi saat ini, semua terhenti. Lantas masih adakah jalan solusi? Tentu ada. Ada yang hobi menulis, maka mengikuti kelas kepenulisan daring bisa menjadi jalan, membaca buku yang pernah terbeli namun sama sekali belum terbaca juga langkah tepat untuk melatih teknik dalam menulis. Ada yang hobi kuliner, maka mengumpulkan resep masakan di media sosial kemudian satu persatu dieksekusi melalui aksi juga menjadi jalan solusi. Siapapun yang bersungguh upgrade diri, jalannya pasti akan selalu ada. Mari mencoba dan jangan menyerah. You can do it!

“Bergerak, Upgrade dirimu atau kamu akan tertinggal!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belajar Yuk Lewat Aplikasi yang sering digunakan Pada Ponselmu, Dijamin Asik 100 Persen!

Saat ini masih banyak sekolah dan kampus yang diliburkan karena pandemi COVID-19 masih berlangsung. Mau tak mau kamu harus bisa belajar secara online.

Belajar online gak harus kaku dengan terus-menerus memakai laptop, smartphone Android atau iPhone-mu juga bisa loh! Bahkan aplikasi yang sering kamu gunakan di ponselmu juga bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan. Bisa ya? Bisa dong. Kamu yang generasi millenials dan Gen Z harus bisa mengeksplorasi ilmu di sekitarmu, termasuk di dunia digital untuk sadar pengembangan diri 100 persen.

Tidak usah berlama-lama, mari simak bagaimana cara belajar asyik melalui aplikasi yang sering digunakan di ponselmu pada list  berikut!

1. Selalu ikut seminar online via Zoom.

Zaman sekarang ini, video conference tidak hanya bisa dilakukan melalui komputer. Bermodalkan smartphone Android dan iPhone saja sudah bisa melakukan video conference melalui aplikasi Zoom.

Zoom merupakan salah satu aplikasi video conference yang populer di dunia dan mudah digunakan. Banyak seminar online atau webinar yang diadakan melalui aplikasi ini. Bahkan, belajar atau kuliah online bersama guru atau dosenmu sering menggunakan aplikasi ini.

2. Menonton video pembelajaran di YouTube.

Para millennials dan Gen Z paling gemar nih nonton video lewat YouTube. Eh, jangan lupa menonton video pembelajaran juga ya! Video pembelajaran ini sangat berguna ketika kamu tidak bertatap muka dengan guru atau dosenmu secara langsung. Tinggal subscribe channel yang menyediakan materi pelajaranmu dan aktifkan notifikasinya supaya kamu tidak ketinggalan.

3. Pengetahuan menarik yang tersedia di timeline Instagram-mu.

Jangan cuma ada foto sohib dan idolamu di timeline Instagram-mu. Follow juga akun Instagram yang menyajikan info dan pengetahuan, apalagi tentang materi pelajaranmu. Contoh akun tersebut adalah NASA Goddard, National Geographic, The Smitshsonian, The British Library, dan sebagainya.

Bisa juga kamu mengikuti live Instagram yang membahas tentang ilmu pengetahuan. Hal ini bertujuan supaya kamu tidak menghabiskan waktumu dengan sia-sia.

4. Belajar dan berdiskusi via grup WhatsApp.

Selain untuk bergosip dengan sohibmu, WhatsApp juga bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan loh! Kamu bisa membuat group chat untuk belajar melalui WhatsApp, seperti grup kelasmu. Apalagi jika ada tugas sekolah atau kuliah, kamu bisa buat grup kelompok belajar di aplikasi tersebut.

Sumber belajarnya dapat berupa dokumen, gambar, video, dan voice note yang dikirimkan di grup tersebut. Ditambah lagi kamu bisa saling berdiskusi menggunakan video call sampai delapan orang. Selain itu, seminar online juga sering diadakan di aplikasi ini melalui sebuah grup dengan kapasitas maksimal 256 orang.

5. Browsing segala informasi yang belum kamu ketahui di Mbah Google.

Di mana kamu mempunyai smartphone, di situ pula kamu tidak luput dari browsing atau berselancar di dunia maya. 

Salah satu browser populer yang sering kamu gunakan adalah mbah Google. Biasanya, pada browser tersebut sudah diatur saat dibuka pertama kali dengan tampilan search engine Google. Kamu bisa mengetikkan kata kunci informasi yang kamu inginkan, lalu buka hasil pencarian yang sesuai.

Jika kamu mengetahui alamat website yang ingin kamu buka, tinggal ketik di bagian address bar browser-mu. Materi pelajaranmu pun bisa kamu cari dengan kedua cara tersebut.

Setelah membaca list di atas, apakah kamu sudah terinspirasi untuk memanfaatkan ponselmu menjadi sarana belajar? Yuk saatnya sadar 100 persen ! Agar ditengah pandemi tetep produktif!

UPGRADE DIRI DI MASA PANDEMI UNTUK HIDUP 100 PERSEN

Pandemi memang masih membuat ruang gerak kita terbatas ya sobat cegah. Banyak rencana-rencana penting yang tertunda entah sampai berapa lama. Namun, di sisi lain, pandemi juga memaksa kita untuk kreatif dalam menemukan solusi agar tetap produktif di tengah keterbatasan. Salah satunya adalah transformasi berbagai aktivitas kehidupan ke ranah digital.

Seharusnya hal ini adalah hal baik, sebab saat ini dunia digital tengah menawarkan berbagai peluang dan kesempatan. Dan anak muda adalah sosok yang tepat untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang kesempatan-kesempatan yang ditawarkan oleh dunia digital. Jadi, meski pandemi memaksa kita lebih banyak di rumah, kita tetap bisa meningkatkan kualitas diri lewat beberapa hal ini. Sehingga saat semua ini membaik, kualitas diri juga akan menjadi lebih baik.

  1. Meningkatkan Skill yang Sudah Dimiliki

Meminimalisir untuk keluar rumah memang terkadang kurang menyenangkan. Namun, setidaknya kamu tidak perlu mengalokasikan waktu untuk bermacet-macetan di perjalanan. Kamu bisa memanfaatkan waktu tersbut untuk upgrade diri, misalnya, kamu yang dulu cuma senang update status-status galau di media sosial, sekarang mulailah untuk update quote-quote galau itu dalam bentuk frame yang memotivasi. Mana tahu menjadi sesuatu yang bermanfaat buat orang lain di luar sana.

2. Belajar Mengontrol Stres

Pada situasi saat ini, bukan hanya kesehatan fisik saja yang terancam, melainkan juga kesehatan mental. Ruang gerak yang terbatas dan kabar-kabar buruk yang seliweran di media bisa membuat kita tertekan. Kalau tidak diatasi dengan baik, hal ini justru akan mengganggu kesehatan mental. Karena itu, di masa ini kita bukan hanya diajak untuk lebih peduli soal kesehatan, melainkan juga mengenali diri dan mengendalikan stres.

Stress management yang baik akan sangat bermanfaat untuk kehidupan kita, dengan atau tanpa pandemi. Untuk mengendalikan stres, kamu bisa mencari hiburan misal dengan bermain game online, menonton film maupun mendengarkan musik. Beri waktu untuk dirimu setiap harinya untuk mengakses konten hiburan, misal mendengarkan musik di pagi hari, atau menonton drama seri sebelum tidur.

3. Mencoba Bisnis yang Minim Modal

Meski segala ruang terbatas, namun kalau mengutip kalimat Albert Einstein, imajinasi adalah sesuatu tanpa batas. Jadi, kamu juga bisa mulai berbisnis untuk menambah penghasilan dan bahkan sebagai langkah awal berwirausaha. Sebagai pemula, kamu bisa memilih bisnis yang minim modal. Misalnya bisnis online shop yang menggunakan sistem dropship. Atau camilan-camilan rumahan yang bisa kamu promosikan di sosial media. Nggak ada salahnya, kan, untuk dicoba?

Tetap semangat yah sobat cegah! Ketika semua ini berlalu, semoga kita mampu menjadi pribadi yang lebih dari sebelumnya.

Yuuuk Bangun Pagi Hari untuk Hidup Produktif 100 Persen

Sobat cegah, kamu penderita insomnia? Atau udah kebiasaan tidur pas azan subuh bergema?

Kabar baiknya, kamu banyak temennya. Kabar buruknya, jaminan kesehatanmu jadi taruhannya. Yang jelas, tidur diatas jam 11 malam itu rugi besar! Kenapa? Selain fungsi organ dalammu yang jadi kacau kinerjanya, jangan heran kalau kamu bakal sering mengalami bangun tidur dengan kepala pusing. Terlebih, di masa digitaslisasi dan sosial media ini menjadikan kamu terlalu sulit untuk tertidur.

Nah, perbedaan jam tidur yang dimiliki seseorang akan memengaruhi jam bangun tidurnya juga. Bagi kamu yang terbiasa bangun tidur sebelum subuh atau sekitar jam 4 sampai 4.30 dini hari, beruntunglah. Bangun tidur dini hari banyak sekali keuntungannya. Pokoknya menang banyak!

Apa saja?

1. Tubuh lebih bugar karena menghirup udara yang masih segar dan bersih di saat fajar

Udara sejuk yang masih segar dan bersih sangat baik untuk dihirup dan masuk dalam paru-paru. Saat fajar, kandungan gas O3 atau ozon masih sangat melimpah dan berkurang sedikit demi sedikit hingga habis ketika matahari terbenam pada sore hari. Gas ozon juga kerap muncul setelah hujan.

2. Kinerja otak lebih efektif karena sirkulasi darah yang lancar sehingga bisa meningkatkan konsentrasi dan daya ingat

Orang yang sering bangun lebih pagi dan menghirup udara segar akan lebih kecil kemungkinan terkena gejala pikun dibandingkan dengan orang yang bangun siang. Saat kita menghirup nafas panjang pada waktu subuh, kecepatan aliran darah yang kaya akan oksigen menuju otak akan bertambah. Sehingga otak akan lebih cepat bekerja atau merespon jika diajak untuk berpikir. Itulah kenapa, mempelajari sesuatu di waktu fajar akan lebih mudah dipahami dan dihafal ketimbang belajar sampai larut malam.

3. Bisa melakukan hal apa pun tanpa gangguan, sehingga produktivitas pun meningkat

Di waktu-waktu yang masih tenang ini, kamu bisa melakukan hal apa pun yang kamu mau tanpa gangguan. Kalau berolahraga masih terlalu pagi, nggak ada salahnya melakukan hobi, menyempatkan diri untuk membaca, atau kamu bisa dengan tenang menyusun agenda kerja, termasuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda. Intinya, manfaatkan suasana yang sunyi dan tenang untuk kegiatan yang bermanfaat. Beberapa peneliti meyakini seseorang yang bangun pagi lebih awal dapat menetapkan keputusan dan tujuan hidupnya dengan tepat.

Banyak manfaatnya, kan, sobat cegah? Yuuuk .. bangun pagi hari untuk hidup produktif 100 persen!

100 Persen Wujudkan Mimpi? Siapa Takut! Yuk Gapai Impian Terbesarmu!

Apa impian terbesar kamu dan apa definisi sukses menurut versi kamu? Pasti semuanya berbeda-beda dengan yang lain. Tapi, banyak yang bermimpi tentang sebuah kerajaan pribadi, di mana di dalamnya banyak akan harta kekayaan.

Dan faktanya, dilansir dari idntimes.com, definisi sukses menurut banyak orang khususnya di Indonesia adalah punya harta melimpah. Itu sah saja dan nggak jadi masalah, karena definisi sukses berbeda-beda, bukan? Dan sebagai fun fact-nya, dari 100 orang terkaya di dunia 27 mendapatkan kesuksesannya dari harta warisan dan sisanya, sebanyak 73 berkat usaha sendiri.

Jadi, bukan nggak mungkin kamu bisa sukses di masa depan karena usaha keras, kegigihan dan sifat pantang menyerah yang kamu keluarkan 100 persen!.

Nah, untuk yang sedang berusaha menggapai impian terbesar, mungkin 5 hal dibawah ini bisa membantu kamu dalam mengapai semua impianmu. Yuk simak!

1. Catatlah impian dengan spesifik.

Tentukan dan catat mimpi serta impian dengan sangat spesifik. Mulai dari di mana akan berada, seperti apa kantor impian yang didambakan selama ini sampai pakaian apa yang hendak dipakai.

2. Bekerja keras dan tetap fokus.

Banyak yang menggapai kesuksesan dengan berusaha keras, bukan cuman duduk diam di tempat dan mengandalkan keberuntungan (seperti warisan) yang entah kapan datangnya.

Maka dari itu, kamu harus bergegas dari tempat tidur dan zona nyaman, kemudian mulailah bergerak menggapai impian serta tetap fokus untuk menggapainya.

3. Berani mengambil risiko.

Kegagalan akan menghasilkan pelajaran dan pelajaran berharga dari kegagalan akan lebih mendekatkan pada tujuan (mimpi dan impian terbesar yang sudah dirangkai).

Menghindari kegagalan dengan berdiam diri nggak akan membawa individu seseorang kemana-mana (nggak menjadi lebih baik dan sukses).

4. Sesekali memanjakan diri sendiri dengan hal-hal di luar kesibukan juga boleh.

Bekerja keras, bermainlah dengan keras pula. Maksudnya, ketika sudah terasa lelah untuk menggapai mimpi serta impian terbesar yang sudah dirancang, boleh sesekali memanjakan diri sendiri dengan hal-hal di luar aktivitas yang melelahkan.

Tapi, jangan lupa juga untuk menghadiahi diri sendiri dengan pengalaman baru yang menyenangkan. Dengan itu, akan menjadi fresh lagi dan lebih bersemangat. Dengan pengalaman baru, juga akan muncul ide-ide atau inspirasi baru juga.

5. Percaya dan atau yakin.

Manusia nggak akan diberikan keinginan tanpa kekuatan untuk menggapainya. Jadi, percaya dengan diri sendiri 100 persen, sadar akan kemampuanmu dan buatlah mimpi serta impian menjadi kenyataan!

Lalu, apa impian terbesarmu dan apa yang sudah dilakukan untuk mewujudkannya?

Dampak Langsung dan Tidak Langsung Penggunaan Narkoba #hidup100persen #bnnkmataram

Tahukah kalian? Ternyata Indonesia termasuk salah satu negara yang darurat narkoba melihat tingginya tingkat prevalensi narkoba setiap tahunnya.
Mirisnya, kalangan pelajar dan mahasiswa menyumbang angka pengguna narkoba sebesar 27% di Indonesia. Dan tentunya untuk membentengi diri dari persebaran narkoba, akan sangat diperlukan pengetahuan mengenai dampak dari narkoba.
Inilah dampak dari bahaya narkoba secara langsung dan secara tidak langsung yang perlu kita kektahui.
Mulailah untuk #hidup100persen sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa narkoba.

Hal Positif yang Didapat dari Sikap Saling Menghargai

Sadar 100 persen akan Toleransi dan sikap saling menghargai satu sama lain adalah gambaran idaman masyarakat ideal saat ini. Walaupun kadang rasa saling menghargai sering dinodai dengan beda pendapat dan perselisihan.

Pastinya semua manusia menginginkan yang namanya kedamaian dengan tingkat toleransi yang tinggi satu sama lain. Di bawah ini ada beberapa hal positif yang dapat diambil jika kita saling menghargai satu sama lain. Simak yuk.

1. Terbentuk rasa saling memiliki satu sama lain.

Rasa saling memiliki satu sama lain di masyarakat tentu sangat penting. Dari sikap saling menghargai akan tercipta rasa saling menghormati satu sama lain. Di tengah masyarakat yang saat ini terlalu penuh dinamika. SIkap saling menghargai perlu ditanamkan pada masing-masing individu. Jika sudah terbentuk penghormatan satu sama lain maka rasa memiliki di masyarakat pastinya akan menjadi benteng kokoh untuk melindungi dari sikap intoleransi.

2. Membawa ketenangan dalam hidup.

Tidak ada hati yang tenang jika dirimu masih tidak menghargai orang lain hingga saat ini. Menghargai orang lain adalah kunci penting untuk memberikan ketenangan dalam hidup. Hubungan yang terjalin dengan baik antar masyarakat pastinya akan menimbulkan aura positif yang tidak hanya baik untuk masyarakat itu sendiri namun juga untuk suatu bangsa.

3. Menjadi role model yang baik terhadap generasi penerus selanjutnya.

Sikap saling menghargai tidak hanya dimunculkan hanya sekadar sebagai angin lalu. Namun dapat juga dibuat untuk role model sebuah masyarakat ideal jangka panjang. Hal tersebut tentunya akan menjadi contoh baik bagi generasi muda berikutnya yang pastinya dicekoki dengan berbagai hal positif.

4. Pemersatu perbedaan.

Masyarakat plural adalah sebuah tempat berkumpulnya berbagai sifat, kultur hingga agama yang berbeda. Gambaran tersebut sangat lekat dengan masyarakat Indonesia saat ini. Gesekan-gesekan kecil saja dapat menimbulkan sebuah perselisihan. Namun jika sikap saling menghargai telah mengakar kuat. Maka dari sebuah perbedaan tersebut justru akan disatukan oleh sikap toleransi dan saling menghargai.

5. Damai itu indah.

Tidak ada yang lebih indah dari sebuah kata damai. Perdamaian tentunya adalah sebuah hal ideal yang ingin dicapai semua orang dalam hidupnya. Jika sikap saling menjatuhkan, menghina bahkan menghujat itu dikubur dalam-dalam. Lalu diganti dengan sikap saling menghargai serta selalu berpikiran positif. Niscaya kedamaian akan menjadi sebuah simbol bagi seluruh dunia di masa depan.

Ketika perbedaan bukanlah sebuah penghalang untuk sebuah persatuan. Maka kata damai adalah hal yang pantas digaungkan guna untuk sadar 100 persen masa depan yang lebih baik.

TRIK MENDIDIK ANAK AGAR TIDAK MENYALAHGUNAKAN NARKOBA

TRIK MENDIDIK ANAK AGAR TIDAK MENYALAHGUNAKAN NARKOBA

Oleh: Muzayyanah Yuliasih

Fakta tentang Narkoba:

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah merupakan sebuah fenomena global yang sangat menakutkan dan sangat membahayakan bagi bangsa dan Negara. Dampak buruk penggunaan narkoba ini juga sudah menyentuh hampir ke seluruh masyarakat di semua golongan, bahkan narkoba ini perkembangannya sudah merambah ke segala tempat bahkan telah sampai di sekolah – sekolah baik SD,SLTP, SLTA dan juga di perguruan tinggi. Kalau kondisi ini berlanjut akibatnya adalah menurunnya kualitas generasi muda yang berarti akan mengurangi asset bangsa. Kondisi ini tentu merupakan masalah bagi remaja dan orang tua. Untuk itu prasyarat utama untuk terhindar dari narkoba adalah dengan cara “ mencegah “. Hal ini perlu disikapi bersama untuk kemudian segenap komponen mencari jalan keluar atas permasalahan ini. Pendekatan represif tidak semata-mata dapat menyelesaikan permasalahan penyalahgunaan narkoba, perlu adanya pendekatan preventif dan kuratif untuk menangani permasalahan ini baik di Indonesia.

Kondisi itu telah disadari oleh banyak pihak dari beragam profesi, dan mulai meneliti pola-pola yang dapat diterapkan untuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) sebuah lembaga PBB yang fokus menangani masalah Narkoba di dunia, mengumpulkan 80 ilmuwan dari 35 negara yang meneliti pola pencegahan selama bertahun-tahun. Dari hasil penelitian mereka, disimpulkan bahwa sebaik-baiknya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan secara terus menerus dimulai dari masa prenatal (kehamilan) hingga remaja. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa keluarga memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak, pola asuh yang baik, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak dan melibatkan orang-orang terdekat termasuk peran sekolah dan pengawasan atas pergaulan teman sebaya.

Permasalahan yang dihadapi:

Sampai detik ini, pemakaian dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan setiap tahunnya, jumlah pecandu narkoba di kalangan anak muda di Indonesia terus bertambah. Sebenarnya, tingkat pengetahuan masyarakat tentang bahaya narkoba sudah cukup baik, hanya saja pemahaman tentang bagaimana upaya pencegahan narkoba masih tergolong rendah. Dengan demikian, perlu adanya upaya komunikasi, edukasi, dan informasi yang lebih maksimal  tentang cara melakukan pencegahan efektif dari ancaman bahaya narkoba.
Dalam hal ini, peran orang tua memiliki andil sangat besar dalam melindungi anak-anak dari ancaman barang haram dan berbahaya tersebut.

Dampak penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan:

Dampak penyalahgunaan narkoba dapat dikategorikan berdasarkan banyak kriteria, misalnya efek jangka pendek atau jangka panjang, ataupun langsung atau tidak langsung.Selain itu, dampak narkoba juga tergantung pada jenis narkoba yang digunakan, seberapa banyak yang telah dikonsumsi, dalam jangka waktu berapa lama, kondisi kesehatan orang itu sendiri, maupun faktor lainnya.Berikut adalah dampak narkoba dalam jangka pendek dan panjang bagi kesehatan:

Dampak narkoba jangka pendek dapat berupa perubahan nafsu makan, tidak bisa tidur, gelisah, halusinasi, perubahan suasana hati, apatis, tidak bersemangat belajar, mudah emosi, sering berbohong dan tidak konsentrasi.

Dampak narkoba jangka panjang Hepatitis, HIV/Aids, komplikasi dan gangguan jiwa.

Ketika seseorang menyalahgunakan narkoba dalam jangka panjang, ia juga akan mengalami ketergantungan narkoba yang merupakan salah satu bentuk kelainan otak. Perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang mengonsumsi narkoba akan merasakan ketergantungan selama zat berbahaya dalam narkoba belum merusak sel-sel otak.Kerusakan sel otak yang mengakibatkan ketergantungan itu juga dapat menimbulkan dampak narkoba lain, seperti berkurangnya kepuasan yang dirasakan si penderita ketika makan atau berhubungan seksual, sering merasa stres, tidak bisa membuat keputusan, hingga kehilangan kemampuan belajar, dan mengingat.Kondisi ini akan membuat si penderita sulit menghentikan pemakaian narkoba, bahkan ketika mereka berusaha keras untuk keluar dari jerat barang haram tersebut.Dampak penyalahgunaan narkoba yang lebih luas juga terlihat pada lingkungan. Misalnya, pecandu narkoba akan rentan melakukan tindak kriminal, terlibat dalam perkelahian, serta memberi efek buruk pada lingkungan tempat tinggalnya.

Beberapa Tips tips bagi para orangtua untuk membantu melindungi anak-anak agar tidak terjerumus Narkoba:

  1. Jalin komunikasi sejak dini soal bahaya  narkoba.

Hal terbaik yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, alkohol termasuk rokok pada anak-anak adalah dengan cara melakukan komunikasi sejak dini pada sang anak. Bicarakan dengan anak-anak tentang bagaimana zat ini berbahaya bagi mereka. Jelaskan efeknya bagi tubuh, psikologis, bahkan masa depannya.

2. Fokus pada hal positif.

Diskusikan pada buah hati, bagaimana cara mengambil keputusan yang bertanggung jawab tanpa terpengaruh dari perilaku teman sebaya. Jangan lupa untuk memuji prestasi yang dilakukan anak agar membangun harga dirinya. Biarkan mereka aktif terlibat dalam kegiatan positif seperti olahraga, seni lukis, dan kegiatan lain yang disukainya. Selain itu selalu luangkan waktu bersama anak, untuk sekedar bicara dan mengetahui kegiatannya seharian.

  1. Ciptakan keharmonisan dalam keluarga.

Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba, alkohol, dan rokok di kalangan remaja yang paling sering terjadi dikarenakan keluarga yang tidak harmonis. Jadi, ciptakanlah hubungan yang  harmonis dan penuh kasih sayang di rumah. Hal ini membuat sang anak tidak perlu mencari kebahagiaan di luar rumah. Karena anak sudah mendapatkan limpahan kasih sayang dan kebahagiaan dari orangtua dengan suasana yang menyenangkan di rumah.

  1. Hadapi masalah dengan cepat.

Jika Anda mencurigai anak  menggunakan obat terlarang, segeralah bertindak. Beberapa penelitian menunjukkan, orang yang mencoba narkoba pada usia lebih muda, berisiko  lebih besar menjadi seorang pecandu. So, waspada selalu ya moms. Jika Anda mencurigai anak menggunakan obat-obat terlarang, coba selidiki kebenarannya. Jika memang terbukti, lakukan sesuatu agar anak berhenti dari pemakaian barang haram tersebut, misalnya melakukan rehabilitasi.

5. Tanamkan nilai-nilai agama sejak dini.

Mengajarkan anak nilai-nilai agama sejak dini merupakan hal yang sangat penting. Karena ajaran agama mencakup semua nilai moral dan etika dalam kehidupan. Dengan memahami ajaran agama sejak dini, mereka akan terhindar dari derasnya arus modernisasi yang berpengaruh negative.

6. Kenal narkoba dan dinamikanya

Pada tahap ini, orangtua harus memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis narkoba, hukum yang berlaku, gejala-gejala kecanduan dan segala dinamikanya, sehingga ia bisa mengenali atau memberi pengetahuan yang sama pada anaknya agar tidak mudah terjerumus.

7. Kenal teman-teman anak

Teman adalah orang yang sangat dekat dengan anak, terutama bila sang anak sudah memasuki usia pubertas. Terkadang anak justru lebih dekat dan terbuka dengan teman ketimbang orangtuanya sendiri.

 

TRIK MENDIDIK ANAK AGAR TIDAK MENYALAHGUNAKAN NARKOBA

MADESU MENDEKAT – SUKSES MENJAUH (KARNA MENYALAHGUNAKAN NARKOBA)

Tingginya angka penggunaan narkoba pada remaja dapat dikaitkan dengan karakteristik remaja yang gemar menantang bahaya, mencoba hal baru, mencari pengakuan, serta belum mampu berpikir secara jangka panjang. Banyak pengguna remaja yang awalnya tergoda untuk mencoba karena rasa penasaran, karena ajakan teman, atau karena ingin merasakan kesenangan sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Sayangnya, mereka tidak menyadari risiko adiktif dari narkoba. World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia pernah mengonsumsi narkoba, di antaranya adalah remaja.
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak selalu berhubungan dengan pengenalan bentuk, jenis dan dampak narkoba saja karena penelitian UNODC menemukan bahwa korelasi antara meningkatnya pengetahuan akan dampak narkoba tidak berbanding lurus dengan kemauan atau ketahanan dirinya untuk menolak narkoba. Pengaruh terbesar dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Pengaruh mikro (keluarga, lingkungan sekolah dan teman sebaya)
2. Pengaruh makro (pendapatan dan sumber daya, lingkungan sosial dan fisik)
3. Pengaruh karakter pribadi (kesehatan mental, perkembangan syaraf, penanganan terhadap stres)
Ketiga hal tersebut sangat mempengaruhi apakah seseorang akan menyalahgunakan narkoba atau tidak. Pola pencegahan harus dilakukan secara terintegrasi di lima lingkungan, yaitu keluarga, sekolah, komunitas, lingkungan kerja dan dukungan sektor kesehatan. Kelima lingkungan akan efektif bila lingkungan pertama dalam tumbuh kembang anak, yaitu keluarga memiliki kualitas yang baik dalam mendidik anak.

Mengonsumsi narkoba secara terus-menerus menyebabkan peningkatan toleransi tubuh sehingga pemakai tidak dapat mengontrol penggunaannya dan cenderung untuk terus meningkatkan dosis pemakaian sampai akhirnya tubuhnya tidak dapat menerima lagi. Hal ini yang disebut dengan overdosis. Jadi perasaan nikmat, rasa nyaman, tenang atau rasa gembira yang dicari oleh pemakai narkoba, harus dibayar mahal oleh dampak buruknya, seperti ketergantungan, kerusakan berbagai organ tubuh, berbagai macam penyakit, rusaknya hubungan dengan keluarga dan teman, rusaknya kehidupan moral, putus sekolah, pengangguran, serta hancurnya masa depan dirinya.
Dampak buruk narkoba tidak perlu diragukan lagi. Namun, kasus penyalahgunaan narkoba pada remaja justru semakin meningkat tiap tahunnya. Hal ini sangat disayangkan karena narkoba tak hanya mengganggu prestasi akademik, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan, Mengingat pendidikan generasi millennial adalah calon pemimpin bangsa 10 tahun mendatang, para generasi millennial harus dibekali dengan ilmu pengetahuan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) merupakan salah satu fungsi dari pendidikan dasar maka sepatutnya pendidikan dibidang P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) disosialisasikan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, pendekatan secara terintegrasi merupakan pendekatan minimal yang harus dilaksanakan semua tenaga pendidik sesuai dengan konteks tugas masing-masing di sekolah atau kampus, termasuk dalam hal ini adalah peran konselor atau penggiat anti narkoba untuk menghidupkan nuansa sekolah atau kampus bersih dari penyalahgunaan Narkoba.
Menurut (BNN:2019) Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan
Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.
Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:
Dehidrasi
Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.
Halusinasi
Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.
Menurunnya Tingkat Kesadaran
Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.
Kematian
Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.
Gangguan Kualitas Hidup
Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum. Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.

KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA !! HIDUP TERHORMAT TANPA PENYALAHGUNAAN NARKOBA !! SUKSES DEKAT PADA ORANG YANG JAUH DARI NARKOBA !! MADESU DEKAT SEKALI DENGAN ORANG YANG MENGGUNAKAN/KONSUMSI NARKOBA !!

Mengapa Narkoba Buruk Bagi Generasi Bangsa

Banyak janji-janji perihal narkoba. Katanya itu surga. Katanya itu adalah kebahagiaan. Faktanya narkoba itu merusak masa depan, dan membuatmu dijauhi teman-teman. Menurut BNN di tahun 2018, pengguna narkoba di kalangan pemuda mencapai 2,29 juta orang. Salah satu kelompok usia yang rentan terkena narkoba berada pada usia 15-35 tahun, yaitu generasi millenial. Hal ini sangat di sayangkan karena generasi millenial adalah harapan bangsa. 50% dari Indonesia adalah pemuda, ini menunjukkan bahwa millenial merupakan bagian dari bonus demografi. Sehingga, sangat sayang jika mereka terpapar narkoba.

WDR (World Drugs Reports 2018) oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.

Apakah sebenarnya narkotika itu?

Narkoba yang di maksud di sini adalah narkoba dalam jenis sintestis dan semi sintetis. Ada berbagai golongan narkoba. Tepatnya tiga golongam golongan satu berupa ganja, golongan dua dapat digunakan dalam therapy medis, dan golongan ketiga narkoba semi-sintetis seperti metadhone. Perlu dikehatui bahwa narkoba di sini di larang untuk penggunaan non medis. Narkoba memiliki dampak membahayakan, pengguna bisa mengalami halusinasi, delusi, penurunan kualitas hidup, dll. Gangguan daya rangsang juga menjadi efek. Karena itu Indonesia sudah semestinya melawan narkoba. Narkoba adalah musuk generasi muda. Dan penghancur generasi penerus bangsa.

Penanggulangan Narkoba

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan negara untuk memerangi narkoba. Yang pertama adalah tindakan afirmatif untuk menindak tegas yaitu “War on Drug,” karena pengedar narkoba tidak bisa dimaafkan. Mereka semestinya di hukum seberat-beratnya seperti penjara seumur hidup. Kedua, therapy yang dilakukan secara gratis dari sekolah-sekolah dan program rehabilitasi dan kerohanian dan pengembalian ke masyarakat bagi korban yang sudah terkena narkoba, istilahnya mereka sudah tertipu, diberi janji bahwa obat ini akan membahagiakan padahal merusak masa depan, meniadakan kepintaran, dan membuat di jauhi teman. Ketiga, pencegahan yaitu penutupan border untuk segala transaksi narkoaba yang terjadi di perbatasan wilayah. Kerjasama antar-institutional antara FBI, Polri,, dan Interpol dari negara-negara lain untuk membasmi kartel dan menghambat para pengedar di jalannya tetap penting. Selain itu, edukasi publik, untuk mengetahui bahaya narkoba, bahayanya juga terjebak dan terjerat setan yang bisa merusak moral ini.

Cara Detoksifikasi Narkoba

Mereka yang sudah menjadi korban harus menjalani rehab. Mereka harus mengembalikan aktivitas mereka seperti biasa, mengikuti kegiatan kerohanian, mengeluarkan racun itu dari tubuh mereka dan terapi medis. Mereka harus ditolong, bukan disisihkan. Narkoba itu salah secara umu, namun jika seseorang sudah terjerat sebaiknya kita beri mereka kesempatan yang sama dan tidak disingkirkan di masyarakat. Mereka butuh edukasi dan di rangkul, dan di ketahui bahwa mereka akan tetap di terima di masyarakat ini. Mereka harus diintegrasikan kembali dalam masyarakat, bukan di jauhkan. Sebaiknya mereka dihilangkan akses kepada barang tersebut atau cold turkey. Kadang narkoba tidak bisa dihindari karena ada di masyarkaat kita, namun penting bagi generasi muda untuk mencari bantuan sendiri, jika terkena, karena orang lain hanya bisa menemani, tidak bisa membantu.

Jenis-Jenis Narkoba yang berbaya

Ada banyak narkoba yang berbahaya. Ganja, putau, ecstasy, –jenis-jenis lain, semi-sintetis seperti heroin, morphin, methadone, dan juga narkoba dalam bentuk sex drug seperti GHL dan GBH yang merupakan date rape drug. Mereka adalah obat golongan narkoba yang sering digunakan untuk memperkosa perempuan. Obat ini memberi efek tidur, perempuan tersebut masih sadar namun tidak bisa melawan ketika diperkosa. Sehingga perang akan obat ini pun sangat penting. Selain menyuruh perempuan untuk menjaga diri bahkan minumannya (walaupun itu hanya air putih dan jus) disarankan untuk menjauhi orang yang mencurigakan atau suka memakai date rape drug.

Bahaya Date Rape Drug

Kasus Reinhard Sinaga membuktikan bahayanya date rape drug.  GHL dan GBH di jual bebas dan tidak dapat dikontrol pembeliannya untuk kebutuhan kimia. Reinhard telah menyalah gunakan obat ini untuk menidurkan korbannya hingga 100 orang karena itu obat ini harus dilarang sama sekali. Selain itu, peredaran obat itu begitu rahasia. Tempat-tempat umum juga bisa menjadi transaksi obat pintar yaitu Adderal. Adderal merupakan obat untuk ADHD yang sering diperjual belikan. Ini tidak boleh dan harus disetop maksimal juga.

PENGARUH TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN REMAJA #Hidup100PERSEN

Siklus remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut dimasa dewasa. Bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka hancurlah masa depannya itulah yang sekarang dihadapi oleh para remaja.

Di zaman sekarang, para remaja lebih rentan untuk mencoba serta mengikuti trend dan gaya hidup (lifestyle), serta memikirkan kesenangan diri sendiri tanpa menghiraukan kedepanya. Sebenarnya untuk mengikuti hal itu wajar saja,  akan tetapi hal itu bisa saja memudahkan remaja untuk terdorong dan terjerumus  menyalahgunakan dan memakai obat-obatan terlarang seperti narkoba.

Narkoba adalah Narkotika, Psikotropika dan bahan Adiktif berbahaya lainnya. Sementara Napza merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif  obat-obatan terlarang atau berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obatan tersebut. Maka dari itu penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dikalangan generasi remaja ini kian meningkat maraknya penyimpangan dalam perilaku generasi muda.

Masalah yang dialami remaja akan menjadi lebih serius jika penggunaan narkoba menggunakan jenis jarum suntik yang dimana menggunakannya secara bergantian dari jarum satu ke jarum lainnya yang bisa mengakibatkan para remaja bisa tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini bisa menyebabkan kehilangan remaja (lose generation) yang sangat banyak akibat penyalah gunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Serta dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti gangguan fungsi organ tubuh hati, jantung, paru, ginjal, alat reproduksi dan hepatitis.

Pada awalnya, para remaja yang mengkonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalan merokok yang nantinya akan mencoba hal lain sampai kearah penyalahgunaan narkotika. Karena pada awalnya pecandu narkoba ialah mencoba terlebih dahulu kemudian mengalami ketergantungan. Ada beberapa ciri-ciri dari dampak negatif dalam penyalahgunaan narkoba terhadap anak-anak dan remaja, antara lain.

  • Tidak memperdulikan kesehatan sendiri
  • Suka mencuri untuk membeli narkoba
  • Berat badan akan turun secara drastis serta muka pucat
  • Tangannya dipenuhi bintik merah dan lain sebagainya
  • Kurangnya percaya diri dan terlalu mudah emosional

dalam hal ini ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba seperti luangkan waktu bersama keluarga, mengurangi keluar malam jika tidak berkepentingan, piknik serta mengingat melakukan hidup 100 persen (sadar,sehat, kreatif dan bahagia) dan tidak kalah penting adalah pendidikan moral dan taat pada keagaaman yang dilakukan pada remaja.

#hidup100persen

#cegahnarkoba

#bnnpdkijakarta

 

 

Sumber: http://indokku.com/2017/06/13/artikel-bahaya-narkoba-bagi-remaja-dan pelajar/

http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/13/26

Hindari Pergaulan Bebas dengan Hidup Sehat 100 Persen

Apa sih yang kalian tahu tentang pergaulan bebas?

Yup, pergaulan bebas sering kali kita dengar perilaku yang tidak terkendali, perilaku yang menyimpang dari norma agama, perilaku yang tidak baik.

Sering kali pergaulan bebas ini, dialami oleh remaja yang jauh dari orang tua, atau yang tidak ingin diatur oleh keluarga sehingga mereka (remaja) ingin bebas tanpa aturan yang mengekangnya.

Ada beberapa sebab remaja melakukan pergaulan bebas yaitu sikap mental yang tidak sehat, pelampiasan rasa kecewa terhadap keluarga yang tidak harmonis.

Pergaulan bebas adalah pergaulan yang luas antara pemuda dan pemudi. Tidak terlalu menekankan pengelompokan yang kompak antara dua orang saja, akan tetapi antara banyak muda-mudi. Gunarsa (2004:50). (https://www.popbela.com/)

Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, dalam Roy, 2011).

Permasalahan pergaulan bebas yang kita tau sudah merajalela baik di kalangan pelajar dengan alasan mulai dibilang gaul dan demi mencari kesenangan semata. Apa saja sih faktor-faktor pergaulan bebas (1) Rendahnya kesadaran diri remaja (2) Gaya hidup yang kurang baik (3) Rendahnya kontrol diri (4) Keadaan lingkungan keluarga maupun masyarakat yang kurang baik (6) Pengaruh teman sebaya. (https://www.kabarsumbawa.com/)

Salah satu faktor yang mempengaruhi remaja ke arah pergaulan bebas adalah mental yang tidak sehat, karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang baik. Seperti, jumlah jam tidur yang kurang, yang sering dialami oleh remaja. Mereka lebih sering melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat sehingga kebiasaan tidur yang sehat pun terabaikan.

Remaja saat ini sangat senang melakukan kegiatan yang banyak menyita waktu istirahat mereka dan kegiatan yang mereka lakukan tidak bermanfaat seperti bermain game, berkumpul-kumpul tanpa melakukan kegiatan yang bermanfaat sehingga kerap kali mereka pun tidak bisa berfikir dengan akal sehat sehingga banyak dari mereka yang akhirnya terjerumus ke pergaulan bebas. Yang tak sedikit pun dari mereka (remaja) memakai narkoba dan pada akhirnya mereka melakukan sex bebas.

Seandainya saja remaja saat ini mau menggunakan akal sehatnya untuk berfikir melakukan kegiatan yang bermanfaat dan menjalani pola hidup atau gaya hidup yang sehat 100 persen pasti tidak akan ada remaja yang terjerumus ke pergaulan bebas, karena mereka bisa memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang positif.

Ayo yang mengaku dirinya remaja milenia lakukan gaya hidup sehat, tidur teratur, berpikiran positif agar dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Jadilah remaja yang sehat 100 persen, kreatif, sadar, produktif dan bahagia.

#hidup100persen

#cegahnarkoba

#bnnpdkijakarta

5 Pola Hidup Sehat Yang Penting Untuk Generasi Muda #Hidup100Persen

Melakukan pola hidup sehat sangatlah penting untuk menciptakan kesehatan yang baik dikehidupan generasi muda agar bisa tetap fit dan berstamina dalam melakukan aktivitas. Tidak heran banyak generasi muda yang sudah berpikir cerdas melakukan kebiasaan pola hidup untuk kesehatannya seperti olahraga contohnya.

Namun, ada hal yang belum diketahui oleh para generasi muda yang rutin melakukan pola hidup sehat. Apa hal tersebut?

Ada 5 pola hidup sehat yang harus dijaga dan diperhatikan oleh para generasi muda agar kesehatan  tubuhnya tetap terjaga dan seimbang. Menurut penelitian Soekidjo yang dimaksud pola hidup adalah suatu gaya hidup dengan memperhatikan faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Meskipun olahraga  secara umum membuat badan sehat, tetapi jika dilakukan tanpa memperhatikan asupan dan nutrisi serta faktor di dalam tubuh tercukupi atau tidak, maka tubuh bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut apa saja 5 pola hidup sehat untuk generasi muda agar kesehatan tubuh lebih seimbang?

  1. Konsumsi asupan sehat

Pola hidup sehat yang pertama ini sangat penting dilakukan generasi muda seperti mengenai asupan yang mereka konsumsi Pada dasarnya, semua manusia harus mengonsumsi makanan dan minuman untuk menjaga tubuh tetap sehat, namun kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda-beda.

  1. Melakukan aktivitas fisik

Aktivitas ini bisa disebut dengan olahraga, banyak generasi muda yang sudah melakukan olahraga teratur tetapi hanya mengetahui fungsinya sebagai pembantu menghilangkan lemak tetapi Olahraga teratur dapat membantu mencegah penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Olahraga teratur yang menahan beban juga dapat membantu mencegah osteoporosis dengan membangun kekuatan tulang.

  1. Menjaga kesehatan mental

Pola hidup sehat tidak dilakukan oleh aktvitas fisik saja tetapi generasi muda bisa menjaga kesehatan mental dengan cara tidur teratur maksimal 7 – 9 jam perhari dan untuk tersenyum dan tertawa keras beberapa kali sehari. Hal itu bisa membantu mengatasi situasi yang membuat Anda stres. Selain itu, cobalah untuk membaca cerita-cerita lucu, menonton film komedi, atau ceritakan lelucon untuk mengungkapkan perasaan bahagia itu.

  1. Hindari kebiasan merokok

Aktivitas merokok adalah satu penyebab kematian terbesar yang sebenarnya bisa dicegah  Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa merokok menjadi penyumbang terbesar kematian akibat kanker paru-paru. Selain kanker paru-paru, merokok juga bisa menyebabkan kanker mulut, bibir, lidah, kerongkongan, ginjal, dan kandung kemih. Bahkan, penggunaan tembakau menyebabkan penyakit aterosklerosis yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kurangnya aliran darah ke ekstremitas bawah.

  1. Hindari Narkoba

Selain kebiasaan merokok hal yang sangat perlu diperhatikan generasi muda untuk melakukan pola hidup sehat adalah jauhi narkoba dan obat-obatan terlarang yang nantinya bisa merusak mood dan kepribadian serta mental. Menurut doktersehat .com Beberapa kondisi yang paling umum terjadi akibat penggunaan narkoba adalah seperti gangguan irama jantung, gangguan paru-paru, dan hipertensi. Selain gangguan fisik, narkoba juga dapat mengganggu kesehatan mental. Untuk itu jauhi narkoba serta terapkan dan mengingat terus slogan yang di berikan pihak BNN untuk masyarakat serta generasi muda #hidup 100 persen untuk menciptakan sadar sehat produktif dan bahagia.

#hidup100persen
#cegahnarkoba
#bnnpdkijakarta

 

 

Sumber : – https://doktersehat.com/bahaya-narkoba-bagi-kesehatan/

https://news.detik.com/berita/d-1139487/kematian-akibat-merokok-indonesia-tempati-peringkat-ketiga-di-dunia

Aktivitas Virtual yang Bikin Produktif 100 Persen

Pandemi memang belum selesai, situasi dan kondisi yang kemudian membuat kita berpikir lebih keras dalam mengupgrade kemampuan diri. Nah, sobat cegah .. aktivitas apa saja sih yang bisa dinikmati dan dilakukan secara virtual dan tetap bikin produktif 100 persen meski di tengah pandemi?

1. Beragam Webinar Gratis

Sejak larangan untuk menjaga jarak dan menjauhi kerumunan diberlakukan, kegiatan virtual menjadi hal yang paling sering dilakukan. Hal ini menjadi kebiasaan menarik yang membuat kita semua tetap terhubung secara daring. Banyak influencer, seniman, tokoh masyarakat, bahkan ibu-ibu rumah tangga membuka kelas sharing secara gratis. Seminar-seminar dengan pembahasan dari para ahli membuat banyak orang kemudian bertambah wawasannya tentang apa yang selama ini belum sempat didapatkan. Tenang sobat cegah, selalu ada nilai lebih di situasi paling merugikan!

2. Konser Virtual

Akhir Agustus 2020, WTF ( We The Fest) festival musik tahunan yang selalu diselenggarakan oleh Ismaya digelar secara virtual. Festival musik yang mengusung tema ‘Home Edition’ ini menggandeng banyak musisi Indonesia. Konser yang setiap tahunnya hanya bisa disaksikan oleh mereka yang memiliki tiket masuk, tahun ini menjadi gratis dan bisa disaksikan secara umum. Meski secara virtual, kita tetap dapat merasakan ambiencenya menonton konser. Kita juga tetap bisa ikut bernyanyi bersama sambil leyeh-leyeh di atas kasur. Hmm .. imunitas bertambah, kerinduan akan konserpun tersalurkan.

3. Reuni Virtual

Covid-19 hadir dengan iringan cerita di dalamnya. Salah satunya adalah reuni virtual. Banyak reuni yang diselenggarakan di tengah pandemi. Waktu libur yang tidak pernah ketemu tanggal bersama, bermacam kesibukan yang menyita kehidupan membuat kita tidak punya waktu untuk bertemu bahkan menyapa teman-teman lama. Reuni virtual bisa kapan saja dijadwalkan dan dapat membuka beragam kesempatan yang sedang kita butuhkan.

Meski pandemi terus menghantui, kita harus tetap bertahan dengan segenap harapan. Yuuuk, tetap produktif 100 persen secara virtual!

Out of the Box dapat Menyelesaikan Masalah, Kok bisa?

Pertanyaan menarik buat kamu yang penasaran kenapa sih kita diharuskan berpikir out of the box? Jika kamu telah memiliki pertanyaan tersebut artinya kamu sudah siap untuk jadi orang kreatif 100 persen dengan segala keunggulannya. Tapi, sebelum kita menggali manfaatnya, rasanya kurang sip bila kita belum tahu apa definisi dari berpikir kreatif.

Menurut para ahli, berpikir kreatif adalah kemampuan seseorang unuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada. Secara singkat berpikir kreatif dapat dipahami sebagai “proses menghasilkan ide”. Lalu, dari ide tersebut akan diadakan pengujian, nah pengujian di sini maksudnya yakni agar ide tersebut dapat diterima esensi manfaatnya bagi orang lain maupun diri sendiri. Dengan begitu ide bukanlah sekadar gagasan kosong yang tidak berguna, melainkan sebuah ide yang dapat menghasilkan solusi dalam permasalahan yang ada.

Setuju atau tidak, kreativitas adalah suatu teka-teki yang tak terduga oleh siapapun. Pikiran yang out of the box bisa muncul saat kita sedang memikirkannya atau kadang bisa tidak muncul sama sekali. Sampai sekarang belum ada yang tahu bagaimana proses sebuah ide dapat terbentuk di dalam pikiran manusia. Nah, apasih manfaatnya bila kita berpikir out of the box?

1. Menikmati Masalah.

Apa kamu termasuk tipe yang suka mengeluh bila mendapatkan masalah? Hal tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi karena sifat mengeluh telah menjadi watak dasar manusia. Tapi kamu tahu nggak sih, kalau hidup itu identik dengan masalah? Jadi, kalau nggak ada masalah mungkin kamu belum merasakan yang namanya hidup. Karena kehidupan begitu dekat dengan masalah, maka selayaknya kita dapat mengembangkan otak agar kita dapat berpikir kreatif.

Loh kok gitu sih? Ini terjadi karena saat kamu berpikir kreatif, kamu mampu menghadapi masalah tersebut, atau setidaknya kamu dapat menikmatinya. Bagaimana pula caranya menikmati masalah? Hanya bila kamu tertekan atau stres ketika masalah berdatangan, itu artinya kamu bisa menikmati masalah. Nah, kalau sudah bisa menikmati masalah, rasanya mencari jalan keluar terbaik masalah itu bisa semakin mudah.

2. Menjadi Orang Yang Selalu Positif.

Percaya atau tidak berpikir kreatif juga dapat membuat kita menjadi orang yang berpikir positif loh. Misalnya, rasa optimis, percaya diri, dan berbaik sangka. Kita juga dapat melihat peluang dalam permasalahan yang kita hadapi bila kita berpikir positif. Hal ini menjadi poin penting bagi kita untuk mengambil kesempatan dalam memperoleh peluang yang ada. Banyak orang bilang “kesempatan tidak muncul dua kali” atau “ambilah kesempatan itu selagi ia menghampirimu”. Tapi, bagi orang yang berpikir positif mereka akan memiliki mindset untuk menciptakan sebuah peluang, karena kesempatan akan datang berkali kali bila kita memanggilnya. Seperti itukan seharusnya orang yang berpikir positif?

3. Mengantarkan Pada Kebahagiaan

“Doa yang paling banyak diminta barangkali adalah kebahagiaan”, nah kabar baiknya, bertindak kreatif rupanya bisa jadi jalan untuk mewujudkannya. Tentu dengan tindakan nyata  serta faktor lainnya. Bahagia 100 persen itu sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk tertawa dan merasa nyaman. Kebahagiaan dapat dicapai bila kita mampu memecahkan suatu permasalahan dengan menemukan solusi yang kita kembangkan melalui berpikir kreatif. Kebahagiaan juga dapat kita rasakan dengan hal kecil seperti membantu teman dalam kesulitan.

Jangan pernah takut untuk berani mengemukakan ide atau gagasan, sekalipun itu aneh. Karena setiap ide yang kita buat akan memacu otak untuk lebih berpikir kreatif lagi. Percaya diri menjadi kunci utama dalam menumbuhkan kreativitas yang pastinya 100 persen.

Apalagi di era teknologi seperti sekarang, yang mana media untuk menuangkan ide atau gagasan tidak hanya dapat dilakukan melalui penyampaian dalam mimbar. Kreativitas dapat kita publikasikan melalui media cetak, media sosial pribadi, baik berupa tulisan ataupun visual. Maka dari itu, mari kita sama-sama mengembangkan ide-ide yang ada dan menikmati proses berpikir kreatif.

Apakah Kamu Termasuk Orang Sibuk Atau Orang Produktif?

Tahukah kita bahwa sebenarnya ada hal yang mendasar yang berbeda dari sibuk dan produktif.

Orang yang sibuk jelas mempunyai perbedaan dengan orang produktif. Bisa dikatakan orang yang sibuk belum tentu produktif. Akan tetapi, orang yang produktif tentunya mempunyai kesibukan.

Dari uraian tersebut, menjadi produktif adalah pilihan yang terbaik untuk hidup 100 persen. Menjadi sibuk juga belum tentu memberikan banyak manfaat.

Kamu perlu mengetahui apa perbedaan antara sibuk dan produktif. Ada beberapa hal yang dapat dibedakan antara orang sibuk dan produktif.

1. Misi Terukur vs Misi yang Tidak Terukur.

Orang sibuk cenderung tidak memiliki tujuan. Orang sibuk mengambil banyak langkah agar mendapatkan hal yang terbaik bagi dirinya.

Sementara orang produktif berbeda. Ia akan mengambil langkah yang jelas dengan tujuan yang dicapainya nanti. Dengan begitu, semua keputusan dan langkahnya lebih terukur.

2. Prioritas Orang Sibuk vs Prioritas Orang Produktif.

Orang yang sibuk akan mempunyai banyak prioritas untuk dijalankan. Terkadang hal tersebut menjadikannya tidak fokus sehingga hasilnya kurang sempurna.

Sementara orang yang produktif jelas memiliki prioritas dalam hidupnya yang tak sebanyak orang sibuk. Ia tahu mana yang akan dicapai dan akan jalankan sebagai prioritas utama.

3. Bertidak Dulu Apa Pun Hasilnya vs Membayangkan Hasilnya Baru Bertindak.

Orang yang selalu sibuk cenderung fokus pada apa yang dikerjakan dan jarang memikirkan kejelasan dari hasil kerjanya nanti.

Sementara orang yang produktif cenderung memikirkan kejelasan dari apa yang dilakukannya. Orang produktif cenderung memikirkan dan mengevaluasi hasil kerja setelah melakukannya.

4. Menonjolkan Kesibukan vs Menonjolkan Hasil Kerja.

Sibuk dengan membicarakan tentang apa yang sudah dan sedang dilakukan adalah ciri-ciri orang sibuk. Sementara orang produktif cenderung berbicara tentang hasil dan pencapaian yang telah diraih.

Karena itu, orang yang produktif cenderung mempunyai pengalaman dengan pencapaian yang baik dibandingkan dengan orang sibuk yang memliki banyak aktivitas.

5. Menyelesaikan Setengah-Setengah vs Menyelesaikan hingga 100 persen.

Orang sibuk biasanya suka melakukan banyak hal, tapi menyelesaikannya setengah-setengah. Berbeda dengan orang produktif yang melakukan satu hal dan fokus pada hal tersebut hingga selesai.

Contohnya, orang produktif akan mengikuti kelas menulis dengan target akan menerbitkan buku dalam kurun waktu ke depan. Sementara orang sibuk akan mengikuti banyak kelas semisal menulis, tari, seni dan banyak lagi tanpa ada tujuan yang jelas.

Dengan menghitung dan memanfaatkan waktu yang dimiliki, mengatur tujuan serta melakukan penataan pada tujuan ke depan adalah cara orang produktif dalam berpikir. Karena itu, menjadi produktif adalah cara yang terbaik bagi kita untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki agar hidup 100 persen.

Copy link