Pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan sudah hampir tujuh bulan lamanya mewabah namun tanda-tanda kan menghilang tidak jua terlihat terang. Segala sektor kehidupan terdampak, tanpa terkecuali dunia kaula muda.

Kaula muda identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi, berbaur dengan segala macam  komunitas atau organisasi, berkumpul bersama teman sepermainan di sekolah dan perguruan tinggi, dan hal lain yang dominan dilakukan di luar rumah. Lalu bagaimana dengan keadaan dan situasi seperti saat ini? Covid-19 membatasi. Segala aktifitas yang dilakukan di luar rumah harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Bosan? Mungkin iya. Bingung? Bisa selalu dirasa tapi bagi mereka yang tidak memiliki list kegiatan positif. Sedangkan bagi anak muda yang cerdas, segala situasi apapun dalam kondisi terburuk dan sesulit apapun akan selalu didapati celah untuk tetap berkarya aktif, produktif dan penuh manfaat. Jangan matikan potensi pada keadaan, jangan kuburkan diri pada keputusasaan, tapi mari putar itu semua. Mari berkembang bersama. Melatih diri untuk berkembang dan maju dengan mental kuat, pola pikir dahsyat, serta rencana dan aksi yang hebat.  Inilah yang disebut Upgrade diri. Agar setiap diri anak muda terlatih jiwanya untuk tumbuh, berkembang dan maju di berbagai keadaan dalam hidupnya, maka mencoba beberapa tips berikut bisa menjadi pilihan. Inilah tips upgrade diri di masa pendemi:

  1. Upgrade Kemauan

Banyak hal yang bisa diupgrade anak muda di tengah pandemi yang melanda. Salah satunya dimulai dengan upgrade kemauan. Jangan terkurung dalam kemalasan apalagi sampai membiarkannya meningkat pada taraf keterbiasaan. Gawat! Kemauan atau keinginan begitu penting. Ia menjadi modal awal dan niat utama untuk kebaikan aktifitas yang akan dijalankan. Kemauan ini harus diusahakan, dilatih, dipaksa dan dibiasakan. Hingga nanti jadilah sebuah kebiasaan. Apakah itu kebiasaan positif atau negatif? Tergantung kemauan yang dibangun, positif atau negatif.

Coba perhatikan perbandingan berikut ini:

No Kemauan dan kebiasaan 1 Kemauan dan kebiasaan 2 Keterangan
1 Menghujamkan niat dan tekad bangun sebelum subuh Menghujamkan niat bangun siang dikarenakan tidak sekolah, perkembangan kasus corona masih cukup tinggi. Niat/Kemauan
2 Memasang Alarm Tidak memasang alarm Usaha
3 Alarm berbunyi, cuaca begitu dingin, namun tetap mengajak dan memaksa diri untuk bangun. Tiba-tiba terbangun, cuaca begitu dingin, menarik selimut kembali. Adanya Paksaan
4 Sholat subuh berjamaah di masjid Sholat di rumah, terulur waktunya sedikit tidak apa-apa yang penting sholat Kegiatan
5 Olahraga pagi di halaman rumah Lanjut tidur lagi Kegiatan
6 Kebiasaan Positif Kebiasaan Negatif Kebiasaan

 

Berdasarkan dua perbandingan di atas, tentu kita dapat mengambil satu kesimpulan terkait perbedaan anak muda yang berhasil dan tidak. Maka sudah seharusnya anak muda yang ingin berhasil menerapkan kemauan dan kebiasaan nomor 1, bukan sebaliknya. Sekarang pilihan ada di tanganmu, silahkan memilih. Semoga pilihanmu, aku dan kita sama yaitu niat mulia, kebiasaan positif dan berhasil. Let’s upgrade kemauan.

  1. Upgrade Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan sikap taat, konsisten dan komitmen menjalankan aktifitas. Disiplin menjadi pengulangan positif terhadap rencana yang telah ditetapkan dan aktifitas yang dijalankan. Upgrade kedisiplinan juga harus diupayakan, mengapa demikian? Boleh jadi dalam menjalankan aktifitas akan ditemukan berbagai kondisi yang mengharuskan kita beralih mengabaikannya. Syafii Efendi dalam bukunya My Enemy is Me pernah menyampaikan “Musuh terbesar dan terberat adalah dirimu sendiri.” Untuk itu, penting bagi anak muda memiliki prinsip dalam hidupnya. Disisi lain, lingkaran pertemanan dan pergaulan yang positif juga memberi dampak besar bagi seseorang dalam menjaga konsistensi dirinya pada kegiatan positif. Sebagaimana gambaran pada tabel kemauan dan kebiasaan sebelumnya, maka kedisiplinan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi goal akhir.

  1. Upgrade Wawasan dan Pengetahuan

Upgrade memiliki arti meningkatkan atau upaya peningkatan. Istilah ini akrab dengan sosok anak muda. Mengingat masa muda yang sering dijadikan momentum untuk menggali potensi diri, mengembangkan passion, dan sebagainya.

Berbicara tentang upgrade wawasan dan pengetahuan, itu artinya membicarakan tentang upaya untuk meningkatkan cara pandang dan pengetahuan kita. Hadirnya pandemi, membuat banyak orang dari berbagai kalangan ikut menuangkan gagasan sesuai cara pandanganya masing-masing. Berlandaskan ilmu dan pengalaman itu baik, tapi jika sekedar ikut-ikutan tanpa adanya dasar pijakan maka hal tersebutlah yang sangat disayangkan.

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita. Mulai dari buku yang kita baca, tayangan televisi yang kita lihat, siaran radio yang kita dengar, teman bergaul yang kita dekati, akun media sosial yang kita ikuti, dan lain-lain. Tanpa disadari semuanya bisa menjadi panutan dan tuntunan.  Maka penting sekali bagi anak muda untuk memilih, memilah, menyaring segala informasi dan ilmu yang didapat. Hal ini juga yang akan menentukan seberapa luas wawasan dan seberapa bijak cara pandang kita.

Tidak dipungkiri bahwa upgrade pengetahuan di masa pandemi akan terasa jauh berbeda dengan di kondisi tanpa pandemi. Kita dapat ambil contoh saat anak muda upgrade pengetahuan dengan hadir pada seminar kewirausahaan, mampu bertatap muka secara langsung dengan pembicara. Sedangkan sekarang intensitas pertemuan yang mengumpulkan massa diatur ketat. Tapi bukan berarti anak muda tidak bisa upgrade pengetahuan. Lihat saja update beranda di media sosial. Begitu banyak seminar yang dilaksanakan secara daring.  Anak muda mampu ambil bagian, memanfaatkannya untuk mendapatkan pengetahuan sebagai bekal masa depannya.

Anak muda yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas tidak akan gegabah mengambil keputusan dan tidak pula ceroboh dalam menyikapi sebuah keadaan. Melainkan dengan wawasan yang luas mampu mendorong anak muda untuk bijak bersikap, bijak membaca peluang demi untuk tetap berada pada jalan yang akan mengantarkannya meraih keberhasilan.

Indikator keberhasilan dari upgrade diri yang kita lakukan tidak selamanya diukur dari seberapa besar dan seberapa banyak hal materi yang akan kita dapatkan. Tapi dari mencoba membaca buku resep masakan di rumah, kemudian mempraktekkanya hingga tersaji semangkuk sayur sop di meja makan maka itu sudah menjadi cara upgrade diri terbaik. Itulah produktivitas. Mengalahkan sikap konsumtif di kalangan anak muda “yang sedikit sedikit beli, sebentar sebentar beli.”

Ada sebuah catatan singkat di dalam buku Muslim Produktif karya Mohammed Faris:

“Jika Anda membayangkan orang-orang yang sedang asyik main game, mereka memiliki fokus, energi dan jelas mereka punya waktu! Namun, apakah kita menganggap pekerjaan mereka produktif? Tidak juga. Dan disinilah saya menambahkan catatan kecil pada definisi produktivitas dan menyatakan bahwa produktivitas = Fokus x energi x waktu (untuk tujuan yang bermanfaat). Pasti ada sesuatu yang bermanfaat yang ingin Anda raih, dan itu bukan pengejaran tanpa tujuan. Produktivitas adalah tentang membuat pilihan yang cerdas (secara terus menerus) dengan energi, fokus, dan waktu Anda untuk memaksimalkan potensi Anda serta meraih hasil yang bermanfaat.”

  1. Upgrade Kemampuan

Anak muda dikenali dengan cara-cara uniknya dalam mengembangkan diri, meningkatkan skill dan melejitkan passion. Contoh: Di sekolah terdapat kegiatan ekstakurikuler dimana setiap siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk memilih kegiatan sebagai bentuk pelatihan dan peningkatan skill sesuai hobi dan bakat yang dimiliki.

Di masa pandemi saat ini, semua terhenti. Lantas masih adakah jalan solusi? Tentu ada. Ada yang hobi menulis, maka mengikuti kelas kepenulisan daring bisa menjadi jalan, membaca buku yang pernah terbeli namun sama sekali belum terbaca juga langkah tepat untuk melatih teknik dalam menulis. Ada yang hobi kuliner, maka mengumpulkan resep masakan di media sosial kemudian satu persatu dieksekusi melalui aksi juga menjadi jalan solusi. Siapapun yang bersungguh upgrade diri, jalannya pasti akan selalu ada. Mari mencoba dan jangan menyerah. You can do it!

“Bergerak, Upgrade dirimu atau kamu akan tertinggal!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share via
Copy link