Hidup yang produktif berarti adanya keseimbangan dalam berbagai hal dan urusan di hidup, mulai dari urusan pekerjaan hingga pribadi. Sekarang ini sudah banyak kemudahan yang bisa diakses untuk membantu menyelesaikan berbagai urusan hidup kita, namun sayangnya kemudahan itu juga sering membuat kita terlena. Jangankan untuk mendapatkan hidup yang produktif, urusan mendasar pun bisa jadi tidak dapat terselesaikan dengan baik dan akhirnya waktu pun terbuang dengan sia-sia.

Karena itu, perlu dilakukan manajemen diri baik yang tentunya berpatokan pada disiplin tinggi ada dapet produktif 100 persen. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat terapkan untuk mendapatkan hidup yang produktif:

1. Membuat To Do List

Membuat to do list yang berisi apa saja yang harus dikerjakan adalah cara yang sangat ampuh untuk mendisiplinkan diri. To do list bukan saja dapat membantu mengingatkan dan merekap kegiatan sehari-hari, namun mendorong agar terus berusaha mencapai target atau tujuan besar. Buatlah to do list setiap malam sesuai dengan rencana dan prediksi keadaan yang akan dihadapi di hari berikutnya, bukan membuat sama secara custom setiap harinya. Membuat to do list sebelum tidur ini akan memberikan energi positif dan membuat lebih bersemangat untuk menjalankannya di pagi hari.

To do list juga memungkinkan untuk melakukan evaluasi harian atas apa saja yang dilakukan dan tidak dilakukan, serta menilai apakah daftar tersebut sudah sesuai dengan tujuan garis besar. Jika ternyata kurang efektif, bisa membuat daftar baru yang sekiranya dapat lebih tepat untuk dijalankan. Juga bisa membuat variasi dan merubah kegiatan dalam to do lis, supaya terhindar dari kejenuhan yang malah akan membuat Anda berhenti untuk berusaha meraih target-target besar.

2. Menentukan dan Mendahulukan Prioritas

Hal ini masih berkaitan dengan pembuatan to do list, yaitu menentukan apa yang menjadi prioritas dan mendahulukannya dibanding yang lain. Jadi saat membuat to do list, pastikan hal yang menjadi prioritas diatur dalam jadwal paling awal. Sebenarnya tak perlu waktu yang lama dalam mengerjakan prioritas, namun yang penting adalah fokus dan konsentrasi pada hal tersebut sehingga hasilnya maksimal.

Selain itu, perlu diingat dengan baik bahwa kita tidak punya banyak waktu untuk melakukan semua hal; jadi fokuslah hanya pada hal penting. Disadari atau tidak, waktu kita banyak terbuang pada hal-hal yang tampaknya sepele dan dianggap hanya sebagai selingan seperti membuka media sosial. Karena itu, sebaiknya juga membuat jadwal kapan saja melakukan hal-hal yang tampaknya kecil tersebut dan jangan sampai mengganggu kegiatan utama yang harus dilakukan.

3. Tidak Hanya Sekadar Sibuk

Hidup produktif bukan berarti  selalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk menjawab telepon atau sekedar bertukar sapa dengan rekan sekantor, namun bagaimana semua aktivitas yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas dan efisien. Jika harus mencari informasi di internet, maka fokuslah pada website yang menyediakan informasi terkait dan jangan tergoda membuka website lain. juga mungkin akan terlihat sibuk dengan memfotokopi dokumen satu persatu, tapi akan lebih efektif jika membiarkan mesin fotokopi melakukan tugasnya dengan otomatis.

Hal ini berlaku juga dengan waktu istirahat, dimana hidup produktif tidak berarti harus bekerja 24 jam nonstop. Semua orang membutuhkan istirahat, dan pastikan memiliki istirahat yang cukup serta berkualitas. Jika waktunya tidur, maka optimalkan waktu tidur tersebut tanpa memainkan gadget untuk mengecek media sosial atau bermain game. Menggunakan gadget sebelum tidur akan membuat sulit tidur, dan akhirnya hanya akan mendapat tidur yang tidak nyenyak serta jauh dari kata berkualitas.

Seperti yang telah diulas di bagian awal, hidup yang produktif membutuhkan manajemen dan disiplin diri tinggi. Jadi jangan merasa lelah dan bosan untuk terus memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas hidup dan tetep produktif 100 persen !.

Share via
Copy link